parenting

Gemasnya Melihat Bocah Dua Tahun Jadi Baker

Asri Ediyati Sabtu, 15 Sep 2018 09:00 WIB
Gemasnya Melihat Bocah Dua Tahun Jadi Baker
South Bend, Indiana - Ketika balita ditanya cita-cita, kebanyakan dari mereka langsung menjawab tanpa berpikir panjang. Hal ini mungkin orang tuanya sudah memperkenalkan beberapa jenis pekerjaan lewat buku cerita. Nah, bocah usia dua tahun yang bernama Roman bukan cuma menjawab, tapi langsung mempraktikannya yakni menjadi baker alias pembuat kue dan roti.

Bocah yang berusia dua tahun ini bahkan membuat vlog tentang kue yang ia bikin. Tentu, semuanya di bawah supervisi sang ibu. Dalam video, baker cilik ini dengan percaya diri meminta tiap bahan secara bergantian pada ibunya. Kemudian, layaknya baker yang profesional, ia menguleni adonan kue.

Nggak lupa, Roman juga menjilat adonan, hi-hi-hi. Ketika kue sudah matang, Roman girang bukan main lalu ia menaburkan sprinkles dan bilang kalau kuenya enak.


Melihat videonya, ada satu hal yang membuat kita gemas sekaligus kagum. Setiap kali Roman minta bahan-bahannya pada sang ibu, ia nggak lupa mengucapkan kalimat 'minta tolong' dan 'terima kasih'. Roman sepertinya sudah diajari sopan santun dari kecil ya.

Gemasnya Melihat Bocah Dua Tahun Jadi BakerFoto: Istimewa
"Say hello to a new series called 'Roman's Cooking Corner. Saya harap kalian senang menontonnya sama seperti si pembuat kue yang satu ini," kata ibu Roman dikutip dari The Sun.

Salah satu penonton berkomentar, "Jujur video ini membuat hari saya lebih baik dan Roman sangat lucu!". Di akhir video, Roman menutup video dengan janji untuk kembali pada minggu berikutnya.

Saat membicarakan cita-cita anak, psikolog perilaku dan kognitif Shane Owens, mengingatkan jangan jadi helicopter parents ya. Artinya, bukan berarti menyetir anak agar punya cita-cita sesuai kemauan kita. Jangan pula terlalu membebaskan anak alias masa bodo mereka mau punya cita-cita apa.

"Yang bisa kita lakukan bertanya ke anak dia ingin menjadi apa. Lalu kita dengarkan kemauan anak dan beri arahan. Ingat, cita-cita bukan sesuatu yang saklek dan bisa berubah seiring bertambahnya umur anak," tambah Shane kepada Fatherly.

Sementara itu, psikolog klinis Kate Davis mengingatkan jangan terlalu menekan anak ketika menanyakan cita-citanya. Ingat, orang tua hanya perlu membantu anak mulai memikirkan tentang cita-cita. Bahkan untuk anak-anak kadang mereka masih bingung dalam menentukan cita-citanya.

"Tapi, setidaknya dengan membicarakan cita-cita anak bisa mulai memetakan dia akan menjadi siapa dan apa yang perlu dilakukan. Toh di tengah jalan terjadi perubahan, nggak masalah. Yang penting kita tidak memaksakan kehendak pada anak dan bertugas mengarahkan mereka," kata Kate.

[Gambas:Youtube]

(aci/nwy)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi