parenting

Risiko Bayi Pakai Baby Walker untuk Belajar Jalan

SIti Hafadzoh Senin, 08 Oct 2018 13:31 WIB
Risiko Bayi Pakai Baby Walker untuk Belajar Jalan
Jakarta - Beberapa dari Bunda mungkin menganggap penggunaan baby walker bisa membantu bayi belajar jalan. Tapi tahu nggak, Bun? faktanya beberapa bayi justru mengalami cedera dan dibawa ke rumah sakit akibat menggunakan baby walker.

Sebuah penelitian menunjukkan lebih dari 230 ribu bayi usia di bawah 15 bulan di Amerika Serikat masuk rumah sakit akibat cedera ketika menggunakan baby walker. Angka ini mengacu pada jumlah pasien cedera dari tahun 1999-2014.

Pergerakan Baby Walker yang terlalu cepat diduga menjadi penyebab bayi mengalami kecelakaan ketika berjalan dengan baby walker, Bun. Nah, kecepatan baby walker disebut yang bikin orang tua sulit menyelamatkan si kecil ketika bayi bergerak ke arah tangga. Akibat insiden ini bayi-bayi itu mengalami cedera di bagian kepala atau leher.




"Baby walker memberi pergerakan yang cepat hingga jarak 4 kaki per detik kepada bayi sebelum mereka siap. Bayi selalu ingin tahu. Tapi mereka belum sadar akan bahayanya," ujar Dr Gary Smith, direktur Injury Research and Policy at Nationwide Children's Hospital kepada CBS News.

Ilustrasi anak pakai baby walkerIlustrasi anak pakai baby walker/ Foto: iStock
Tiga per empat kasus cedera penggunaan baby walker yakni bayi jatuh dari yangga. Kasus lainnya, si kecil jatuh sendiri dari baby walkernya, Bun, dan mereka menjangkau barang-barang berbahaya. Misalnya, saat pakai baby walker bayi menjangkau air panas di meja.

Untuk itu, Bunda dan Ayah perlu berhati-hati terkait penggunaan baby walker untuk melatih anak jalan. Kata Smith, ada alternatif alat lain yang lebih aman untuk bayi belajar jalan. Misalnya, alat yang tidak beroda supaya pergerakan si kecil nggak terlalu cepat.

"Juga cara lama, orang tua membiarkan anak di lantai dengan posisi perut menempel ke lantai dan mendorong tubuhnya dengan perut, lalu merangkak, kemudian berjalan," jelas Smith.

Dikutip dari detikcom, dr Meta Hanindita, SpA, dokter spesialis anak di RSUD Dr Soetomo Surabaya mengatakan baby walker justru mengurangi keinginan anak untuk berjalan.

"Ini karena adanya alternatif yang lebih mudah, yaitu berkelana dengan baby walker tersebut. Kemudian, baby walker hanya menguatkan otot tungkai bawah. Tapi, tungkai atas tidak terlatih. Padahal, tungkai atas dan pinggul adalah bagian yang penting untuk berjalan," papar dr Meta.

(rdn/rdn)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi