aktivitas

Risiko Anak Terlalu Dini Belajar Jalan dengan Baby Walker

Radian Nyi Sukmasari 09 Agu 2018
Ilustrasi anak pakai baby walker/ Foto: dok.HaiBunda Ilustrasi anak pakai baby walker/ Foto: dok.HaiBunda
Jakarta - Baby walker umumnya bisa jadi salah satu alat yang sering dimanfaatkan orang tua untuk melatih si kecil belajar jalan. Ketika ini dilakukan apa risiko yang bisa terjadi pada anak?

Dikatakan dr Faisal Miraj SpOT dari Divisi Ortopedi Anak RS Pondok Indah-Bintaro Jaya, memang kemampuan anak berjalan sifatnya individual. Namun, rata-rata di umur 9 sampai 10 bulan anak sudah bisa berdiri dan mantap berdiri di umur 1 tahun kemudian dia belajar berjalan.

"Kalau sebelum umur 1 tahun anak dirangsang berjalan dengan baby walker, bisa harmful. Pemakaian baby walker umumnya untuk merangsang anak cepat jalan tapi ada risiko kaki anak jadi O. Sendi lutut anak masih lentur kemudian diberi beban. Kalau udah ada masalah bawaan di lempeng pertumbuhan sisi dalam di lutut, maka bisa timbulkan kerusakan," tutur dr Faisal dalam temu media 'Kelainan Tulang dan Sendi pada Anak' baru-baru ini.

Jika sendi lutut anak normal, jika diberi beban berlebih terus-terusan padahal belum waktunya anak berjalan, akan ada beban hingga lutut tertekuk ke bagian dalam dan terbentuklah kaki O. Dijelaskan dr Faisal, yang memperberat bentuk kaki anak jadi O adalah beban yang terlalu besar yang disangga sendi lutut.



Selain gerakan di baby walker yang dilakukan bayi sebelum waktunya dia belajar berjalan, obesitas juga bisa memperberat kondisi kaki O. Sendi lutut yang masih lentur akan tertekuk ke dalam karena beban yang terlalu berat dan lempeng pertumbuhan di lutut yang ada di sisi dalam juga terhambat.

"Yang di sisi luar memanjang, sedangkan yang satunya, yang di dalam nggak. Makanya jadinya melengkung dan kakinya berbentuk O," ujar dr Faisal.

Nah, untuk melatih anak berjalan, dr Aditya Suryansyah, SpA menyarankan orang tua menghindari terus-terusan menggendong anak. Alasannya, kebiasaan ini justru membuat anak menjadi malas untuk belajar melangkahkan kakinya. Penggunaan baby walker menurut dr Aditya juga akan membuat anak tak terlatih untuk menopang beban tubuhnya sendiri, sehingga anak menjadi malas latihan berjalan.

Daripada memberikan baby walker pada anak, dr Aditya lebih menyarankan Anda untuk membantu anak dengan mengajak anak mendorong kursi. "Atau bisa juga latih anak dengan mendorong baby walker-nya, jadi kakinya kuat dan anak bisa berjalan bertahap," kata dr Aditya seperti dikutip dari detikHealth.

(rdn/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi