HaiBunda

PARENTING

Tips Agar Anak Tidak Main Pukul Saat Marah

Yuni Ayu Amida   |   HaiBunda

Jumat, 12 Oct 2018 11:01 WIB
Tips Agar Anak Tidak Main Pukul Saat Marah (Foto: iStock)
Jakarta - Mengendalikan emosi bukanlah hal mudah, apalagi untuk anak-anak. Mereka kerap mengekspresikan emosi mereka dengan main fisik, seperti memukul maupun menendang. Itu sebabnya, Bunda mesti tahu bagaimana bersikap saat anak dalam kondisi ini.

Menurut Richard Tremblay, Direktur Center of Excellence untuk Pengembangan Anak Usia Dini di Montreal dan Joa Durrant, psikolog dan profesor Ilmu Sosial Keluarga di Universitas Manitoba di Winnipeg memukul, menendang, dan menggigit adalah perilaku normal untuk anak-anak dalam kelompok usia 1-2 tahun.

"Kami mampu menyerang dan membela, tetapi selama masa kanak-kanak kita belajar untuk tidak menggunakan agresi fisik," kata Richard dilansir today's parent.




Lebih lanjut Joa menegaskan bahwa perlu bantuan orang tua atau pengasuh agar mengajarkan anak-anak untuk menghambat dorongan alami seperti memukul, menendang,cmaupun menggigit ketika mereka kesal.

Dikutip detikcom psikolog anak dan remaja Alzena Masykouri, mengatakan ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah anak agar tidak memukul saat marah. Tetapi, bagi anak-anak hal ini tidak bisa terjadi secara alamiah, harus dibantu oleh orang tua dan juga orang-orang di sekitarnya. Untuk itu diperlukan latihan bagi anak-anak.

Alzena pun menuturkan bahwa ada hal-hal penting yang bisa diajarkan orang tua pada si kecil mengenai perasaannya. Seperti mampu mengendalikan emosi yang dirasakannya, mengidentifikasi perasaan dan alasannya, dan meluapkan emosinya dengan cara tepat dan benar.



Jika anak memukul saat marah, Bunda bisa bilang 'Kamu tidak sepatutnya memukul saat marah. Kamu boleh nangis, teriak, tapi tidak menyakiti orang lain'. Jika anak sedang sangat emosi, biarkan anak untuk teriak atau menangis, Bun. Tetapi setelah itu Bunda mesti beri penjelasan pada anak dia tidak boleh kesal lagi.

Lebih dalamnya Alzena menerangkan orang tua bisa memberikan beberapa solusi untuk anak jika ia sedang merasa sangat kesal atau sangat marah agar tidak memukul atau menyakiti orang lain. Seperti menyuruh anak menarik napas dalam sebanyak 10 kali. Setelah itu berbicara, membiarkannya menyendiri dulu untuk beberapa waktu sampai ia merasa lega, atau Bunda bisa memeluknya.

"Latihan ini tidak bisa instan karena anak-anak kadang suka lupa dan spontan, serta orang tua tidak boleh membalas dengan memukul atau memarahinya," kata Alzena.

Nah Bun, pahami emosi si kecil sejak dini. Ketika mereka marah lalu memukul, Bunda jangan terpancing emosi pula. Sebagai orang tua kita mesti sabar menghadapi tingkah laku anak. Selalu beri contoh positif pada mereka ya.

(nwy/nwy)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

9 Ciri Kepribadian Orang yang Suka Bicara Blak-blakan Tanpa Filter

Mom's Life Annisa Karnesyia

Daftar Negara yang Terletak Paling Selatan di Dunia dan ASEAN, Beri Tahu Si Kecil Bun

Parenting Elia Amaliana

Potret Ummi Quary Umrah, Menangis hingga Bahagia Bisa Pegang Ka'bah

Mom's Life Annisa Karnesyia

Termakan Hoaks Keramas Pakai Telur Mentah agar Hamil, Bunda Ini Kini Bangun Komunitas Online

Kehamilan Amrikh Palupi

Cerita Bunda Hamil setelah 8 Tahun Menanti, Bayinya Ternyata Tumbuh di Luar Rahim

Kehamilan Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

9 Ciri Kepribadian Orang yang Suka Bicara Blak-blakan Tanpa Filter

Daftar Negara yang Terletak Paling Selatan di Dunia dan ASEAN, Beri Tahu Si Kecil Bun

Kisah Pilu dari Gempa di Manggarai Timur NTT, Ibu dan 2 Anak Tewas Tertimbun Reruntuhan

Termakan Hoaks Keramas Pakai Telur Mentah agar Hamil, Bunda Ini Kini Bangun Komunitas Online

Potret Ummi Quary Umrah, Menangis hingga Bahagia Bisa Pegang Ka'bah

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK