HaiBunda

PARENTING

Pelajaran untuk Orang Tua Saat Anak Merasa Salah Jurusan Sekolah

Amelia Sewaka   |   HaiBunda

Senin, 22 Oct 2018 17:07 WIB
Pelajaran untuk Orang Tua Saat Anak Merasa Salah Jurusan Sekolah/Foto: Istock
Jakarta - Pasti kita sering mendengar kasus anak yang merasa salah jurusan ketika semangat belajarnya turun. Entah itu hanya alasan atau benar, nyatanya salah jurusan bukan masalah sederhana.

Penulis buku 'Untold Stories of College Life', Gloria Morgen mengatakan salah jurusan bukanlah akhir dari segalanya. Sekalipun anak salah jurusan, mereka tetap bisa berhasil kok, Bun.

"Namun mereka harus menemukan yang namanya passion, visi, dan purpose of life dalam hidup ini. Sehingga mereka dapat memenangkan pertandingan versi mereka sendiri," kata Gloria seperti dilansir detikcom.


Menurut pendidik, psikolog sekaligus inisiator Kampus Guru Cikal, Najelaa Shihab, kebanyakan orang melihat kegawatdaruratan pendidikan dari bagian ujung. Misalnya soal salah jurusan, yang dipikirkan adalah efeknya nanti si anak nggak bisa bekerja di bidang yang sesuai atau anak ingin mendalami bidang tertentu tapi tak ada jurusannya di sekolah atau kampus.


"Hal ini terjadi karena nggak ada kolaborasi antar pemangku kepentingan. Beberapa pihak bilang, korporasi industri harus membangun interaksi kalau mau kinerja manusianya oke. Tapi, interaksi kan bisa dimulai dari awal yaitu ketika mereka masih anak-anak," tutur wanita yang akrab disapa Ela di tengah acara Temu Pendidik Nusantara (TPN) 2018, 'Memanusiakan Hubungan, Mendorong Perubahan Pendidikan Berkelanjutan' di Sekolah Cikal, Cilandak, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.

Hal ini menurut Ela mengingatkan orang tua dan pendidik sebetulnya apapun masalah di pendidikan seperti salah jurusan harus diperbaiki dari akarnya, yaitu anak harus mengenali dia punya keunikan apa dan itu harus jadi perhatian dan empati semua pihak. Kalau anak punya minat di suatu bidang yang beda dengan temannya, diharapkan minatnya bisa dihargai dan diasah.

"Mengurangi kesalahan pada minat bakat anak ke depan bisa dimulai dari tingkat yang sangat rendah. Kalau kita perbaikinya ketika anak sudah besar, atau sudah selesai kuliah dan nggak tahu mau ngapain? Jadi apa? Ya pada akhirnya berujung banyak korban-korban salah jurusan," ungkap Ela.

Ketika anak merasa salah jurusan, kata Ela perlu memotivasi mereka dan membantunya mencari bidang apa yang disuka.

(aml/aml)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

9 Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Bersihkan Rumah di Malam Hari Menurut Psikologi

Mom's Life Amira Salsabila

5 Potret Kiyomi Anak Jennifer Bachdim Curi Perhatian, Suka Latihan Hyrox & Ikut Ajang Lari

Parenting Nadhifa Fitrina

7 Public Figure yang Hamil dengan Jarak Berdekatan, Lesti Kejora hingga Istri Rigen

Kehamilan Annisa Karnesyia

5 Potret Terbaru Ashanty Makin Langsing Usai Sukses Diet IF & Olahraga

Mom's Life Amira Salsabila

Edutrip Ceria! Winner's Squad Menjelajah Hong Kong Bareng Nutrilon Royal & Indomaret

Parenting Maya Sofia Puspitasari

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

9 Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Bersihkan Rumah di Malam Hari Menurut Psikologi

5 Potret Kiyomi Anak Jennifer Bachdim Curi Perhatian, Suka Latihan Hyrox & Ikut Ajang Lari

7 Public Figure yang Hamil dengan Jarak Berdekatan, Lesti Kejora hingga Istri Rigen

Edutrip Ceria! Winner's Squad Menjelajah Hong Kong Bareng Nutrilon Royal & Indomaret

Berapa Kali Normalnya Bayi Baru Lahir BAB?

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK