HaiBunda

PARENTING

Risiko Anak Belajar Jalan Pakai Baby Walker

Safira Raudhatul   |   HaiBunda

Senin, 29 Oct 2018 18:29 WIB
Ilustrasi anak belajar jalan pakai baby walker/ Foto: iStock
Jakarta - Saat anak sudah mulai belajar jalan pasti kita senang banget ya, Bun. Nah, untuk melatih anak belajar jalan, biasanya beberapa orang tua menggunakan baby walker. Tapi tahu nggak, ada risiko bagi anak saat belajar jalan pakai baby walker lho.

"Baby walker bisa berbahaya karena gerakan bayi yang cepat dan ada risiko dia bisa menjangkau barang-barang berbahaya seperti oven, microwave atau obat-obatan," kata Holly Fitzgerald selaku Chief Executive Officer Kidsafe seperti dilansir Essential Baby.

Holly menambahkan misalkan anak nggak sengaja menjangkau minuman panas, oven atau microwave maka dia berisiko mengalami luka bakar. Lalu, ada risiko anak keracunan jika tidak sengaja menelan produk pembersih atau obat-obatan.


Penggunaan baby walker bisa membuat bayi malas bergerak. Selain itu, penggunaan baby walker juga berisiko membuat bayi terkilir. Kemudian dalam penggunaan baby walker dapat meningkatkan risiko cedera pada anak seperti terguling atau jatuh saat menuruni anak tangga.

Ilustrasi anak belajar jalan pakai baby walker/ Foto: dok.HaiBunda
"Padahal, bila anak nggak memakai baby walker dia bisa punya banyak waktu untuk merangkak atau berguling di lantai," kata dr Nicola Spurrier, chief medical officer SA Health.

Kata Holly, untuk melatih anak belajar jalan lebih baik tidak menggunakan alat bantu. Bunda bisa mengajak anak bermain misalnya dengan memegangi dia saat berjalan di lantai ruangan yang aman. Tapi tetap ya, Bun, si kecil selalu dipantau.

Dilansir detikcom, dr Aditya Suryansyah, SpA, dari RSAB Harapan Kita mengatakan ada cara lain yang bisa dilakukan orang tua untuk membantu melatih anak berjalan. Salah satunya menghindari terus-terusan menggendong anak.

"Daripada memberi baby walker pada anak, lebih baik bantu anak dengan mengajaknya mendorong kursi. Atau bisa juga latih anak dengan mendorong baby walker-nya, jadi kakinya kuat dan anak bisa berjalan bertahap," pesan dr Aditya.

(rdn/rdn)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Cara Mengenali Orang dengan IQ Tinggi dari Mata Menurut Penelitian

Mom's Life Annisa Karnesyia

Momen Bima & Tatjana Anak Kembar Cynthia Lamusu Liburan di Jogjakarta, Seru Belajar Gamelan

Parenting Nadhifa Fitrina

Mual saat Hamil: Kapan Sebaiknya Dimuntahkan atau Ditahan? Ini Faktanya

Kehamilan Dwi Indah Nurcahyani

Mayapada Hospital Bandung Resmikan Wound Care Center, Solusi Modern Perawatan Luka Kronis

Mom's Life Tim HaiBunda

Masih Mau Berkarier di Dunia Teknologi? Ini Skill yang Dicari Perusahaan di Era AI

Mom's Life Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Cara Mengenali Orang dengan IQ Tinggi dari Mata Menurut Penelitian

Momen Bima & Tatjana Anak Kembar Cynthia Lamusu Liburan di Jogjakarta, Seru Belajar Gamelan

Masih Mau Berkarier di Dunia Teknologi? Ini Skill yang Dicari Perusahaan di Era AI

Mual saat Hamil: Kapan Sebaiknya Dimuntahkan atau Ditahan? Ini Faktanya

Mayapada Hospital Bandung Resmikan Wound Care Center, Solusi Modern Perawatan Luka Kronis

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK