HaiBunda

PARENTING

6 Kegiatan Olahraga Seru untuk Batita

Asri Ediyati   |   HaiBunda

Senin, 05 Nov 2018 07:00 WIB
6 Kegiatan Olahraga Seru untuk Batita/ Foto: Thinkstock
Jakarta - Anak-anak usia satu sampai tiga tahun sedang aktif-aktifnya berjalan, menendang, dan melempar. Karena secara alami mereka aktif, orang tua perlu memfasilitasi anak untuk selalu bergerak. Kapan kegiatan olahraga atau aktivitas fisik anak-anak itu cukup?

Dilansir Kidshealth, batita setidaknya melakukan 30 menit aktivitas fisik terstruktur yang dibimbing oleh orang tua, 60 menit aktivitas fisik yang tidak terstruktur (bermain bebas), dan tidak aktif selama lebih dari 1 jam setiap kali kecuali saat tidur.

Menurut dokter anak Mary L Gavin MD, pada usia dua tahun, batita harus bisa berjalan dan berlari dengan baik. Mereka bisa menendang bola dan melompat di tempat dengan kedua kaki. Pada usia 3, biasanya dapat menyeimbangkan dengan satu kaki, menendang bola ke depan, melempar bola overhand, menangkap bola dengan lengan kaku, dan mengayuh sepeda roda tiga.


Ilustrasi batita/ Foto: Thinkstock

Nah, karena pada dasarnya batita lagi senang-senangnya bermain maka buatlah kegiatan olahraga yang menyenangkan bagi orang tua dan balita. Berikut 6 kegiatan olahraga tersebut.

1. Berjalan seperti penguin, melompat seperti katak, atau meniru gerakan binatang lain.
2. Duduk saling berhadapan dan berpegangan tangan. Goyang maju mundur dan menyanyikan lagu.
3. Tekuk pinggang dan menyentuh tanah. Gerakkan tangan ke depan dan ke bawah seperti ulat.
4. Duduk di tanah dan biarkan anak menginjak kaki kita, atau membuat jembatan dengan tubuh dan biarkan anak merangkak ke bawah.
5. Lakukan permainan yang melibatkan aktivitas fisik.
6. Dengarkan musik dan menari bersama.

Kegiatan olahraga seperti di atas setidaknya bisa meminimalisir keterpaparan batita terhadap gadget. Psikolog anak dan keluarga, Amanda Margia Wiranata, mengatakan, jika anak telanjur lekat dengan gadget maka bisa cepat bosan. Hal ini karena gadget adalah pilihan yang menggiurkan buat anak. Begitu anak lihat dunia nyatanya akan bosan.

"Nanti begitu anak masuk sekolah dia akan kesulitan fokus karena terbiasa melihat layar gadget yang berbagai macam isinya dan begitu di sekolah dia lihat gurunya ngajar jadi bosen kan," kata Amanda.

(aci/nwy)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Rahasia Glowing Nol Rupiah

Mom's Life Sandra Odilifia & Sandra Odilifia

Cara Daftar Reservasi Username WhatsApp, Bisa Kirim Chat Tanpa Harus Berbagi No Handphone

Mom's Life Amira Salsabila

10 Cara Mengenali Orang yang Pura-pura Pintar dalam 3 Menit Pertama

Mom's Life Azhar Hanifah

Perbedaan Ospek, MOS, dan MPLS yang Menarik Diketahui

Parenting Kinan

Ternyata Selisih Skor Tes IQ Anak Berkaitan dengan Gejala ADHD, Ini Temuan Studi

Parenting Nadhifa Fitrina

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Buah Parijoto untuk Program Hamil, Begini Cara Konsumsi yang Tepat dan Manfaatnya

Putra Mahkota Dubai Ganti Sebutan 'Ibu Rumah Tangga' Jadi 'Pembentuk Generasi', Ini Alasannya...

Perbedaan Ospek, MOS, dan MPLS yang Menarik Diketahui

Cara Daftar Reservasi Username WhatsApp, Bisa Kirim Chat Tanpa Harus Berbagi No Handphone

Rahasia Glowing Nol Rupiah

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK