parenting

5 Cara Menjauhkan Anak dari Perilaku Balas Dendam

Siti Hafadzoh Jumat, 16 Nov 2018 18:02 WIB
5 Cara Menjauhkan Anak dari Perilaku Balas Dendam
Jakarta - Sakit hati memang suatu hal yang wajar dialami manusia kan, Bun. Tapi, kalau perasaan sakit hati ini berlanjut menjadi benci, kemudian dendam, ini yang bahaya. Perasaan dendam bisa membuat orang melakukan tindakan kejam seperti kasus pembunuhan satu keluarga di Bekasi yang baru-baru ini terjadi.

Kemarin malam, polisi berhasil menangkap pelaku pembunuhan, Haris Simamora (HS). HS ditangkap di kaki Gunung Guntur, Garut, Jawa Barat. Polisi menyimpulkan, pelaku melakukan pembunuhan karena motif balas dendam. HS yang merupakan adik laki-laki korban, Maya Ambarita diduga menyimpan dendam terhadap korban.

"Motifnya dia (HS) sering dimarahi (korban)," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono kepada CNN Indonesia.


Pelaku pembunuhan tersebut memang orang dewasa. Namun nggak menutup kemungkinan bahwa anak-anak juga memiliki rasa dendam. Dilansir Families, anak-anak yang punya keinginan balas dendam biasanya ingin apa yang mereka akan lakukan tak dihalangi. Mereka tidak peduli terhadap konsekuensi dari tindakannya. Anak-anak yang cenderung pendendam menganggap ketika diganggu, mereka berhak atau pantas untuk membalasnya.



Nah, supaya anak nggak melakukan tindakan balas dendam, sebagai orang tua, Bunda dan Ayah perlu melakukan lima cara ini.

1. Beri tahu ketika mereka salah

Ketika anak berusaha menyakiti orang lain, tanyakan alasan dia melakukan hal tersebut. Ajukan pertanyaan seperti 'Kenapa kamu merasa perlu menyakiti orang lain? Menurut kamu, menyakiti orang lain bisa membuat keadaan membaik atau malah memburuk?''

Ilustrasi anak balas dendamIlustrasi anak balas dendam/ Foto: iStock
2. Mendukung bakat anak

Anak-anak pendendam biasanya memiliki harga diri yang rendah. Mereka merasa bahwa kemampuan mereka lebih rendah dari orang lain. Mereka biasanya berpikir, "Kalau aku balas dendam, aku menunjukkan bahwa aku berdaya. Aku penting."

Makanya, orang tua harus memberi perhatian pada talenta anak di bidang apapun. Dukung minat dan hobi mereka, serta beri kesempatan mereka mengembangkan bakatnya sehingga anak merasa lebih dihargai.

3. Beri reward saat anak berperilaku baik

Berikan pujian atau mungkin hadiah ketika anak melakukan perilaku baik, seperti membantu bundanya mengerjakan rumah. Ingat juga, jangan berikan pujian jika anak melakukan perilaku buruk.

4. Minta anak menebus kesalahannya

Ketika anak marah dan merusak perabotan rumah, minta dia membereskan dan menggantinya. Tapi, nggak harus dengan teriak ya, Bun. Respons orang tua terhadap tindakan anak yang ingin balas dendam harus tenang dan tegas. Misalnya, dengan mengatakan, "Kamu sudah merusak jemuran handuk. Sekarang, kamu harus bantu membetulkannya."

5. Beri cinta dan perhatian

Anak-anak butuh mendengar bunda dan ayahnya mengucapkan ungkapan sayang seperti 'Bunda sayang kamu' atau 'Kamu sangat berarti'. Sering-sering luangkan waktu untuk memberi perhatianepada anak. Jadwalkan untuk melakukan kegiatan bersama anak jadi mereka tahu bahwa orang tuanya menyayangi mereka.

Jangan biarkan rasa benci dan dendam tertanam dalam diri anak ya, Bun. Nggak mau kan anak melakukan tindak kekerasan hanya karena ia merasa sakit hati? Masih ada cara baik-baik kok untuk menyampaikan rasa tersinggung dan sakit hati. Nggak harus dengan balas dendam.

(rdn/rdn)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi