parenting

Peluk Hangat Pangeran Harry untuk Gadis Cilik Berambut Merah

Asri Ediyati Jumat, 18 Jan 2019 07:10 WIB
Peluk Hangat Pangeran Harry untuk Gadis Cilik Berambut Merah
Jakarta - Beruntungnya gadis cilik bernama Eliza Morris, yang mendapat pelukan dari Pangeran Harry. Eliza menjadi salah satu, dari sekian banyak penggemar yang berkumpul di Hamilton Square, Inggris. Eliza mendapat perhatian dari Pangeran Harry karena memegang tanda berwarna oranye.

'#GingersUnite. I [heart] you Harry'. Begitu bunyi tulisan pada tanda yang Eliza pegang. Saat melihat tulisan itu, Harry pun langsung menyapa Eliza karena merasa memiliki kesamaan 'ginger hair' atau rambut merah.

"Aku suka ini! Kamu suka dengan rambutmu? Tanda ini luar biasa," kata Harry dikutip dari People.

Setelah berbicara dengan Eliza, Pangeran Harry langsung memeluk Eliza. Aksi manis ini terekam dalam video yang diunggah oleh Rebecca English, Royal Correspondent dari Daily Mail di akun Twitter-nya.


Nggak cuma sekali ini lho, Bun, Harry bersikap manis pada penggemarnya. Terutama pada anak-anak, yang menyapa dirinya saat di luar Istana. Pangeran berusia 34 tahun itu pun pernah tertawa geli mendengar pertanyaan penggemarnya. Saat, itu Harry dan Meghan masih bertunangan dan melakukan kunjungan ke Nottingham. Seorang penggemar, iseng bertanya bagaimana rasanya menjadi seorang berambut merah bersama Meghan.

Pangeran Harry pun membalasnya dengan tawa, "Ini bagus, bukan?", "Luar biasa!".


Kemudian pada bulan Mei lalu di pernikahannya, ada minuman koktail yang diberi nama khusus. Di minuman tersebut mengandung 'ginger' atau jahe yang konon terinspirasi dari warna rambut sang pangeran. Aduh ada-ada saja ya, Bun, he-he-he.

Cara Pangeran Harry mencintai dirinya sendiri patut ditiru nih, Bun. Ajarkan anak-anak hal yang sama, agar percaya diri dengan kondisi fisiknya. Hal itu penting dilakukan agar anak, nggak mudah minder saat menjadi korban body shaming.

Mengomentari kekurangan fisik seseorang dianggap sebagai hal yang biasa di kalangan masyarakat. Padahal dapat memberikan dampak negatif untuk yang menerimanya. Nggak kebayang kan, kalau hal tersebut menimpa anak kita. Untuk itu, penting bagi orang tua mengajarkan anak untuk mencintai tubuh sendiri sejak dini.

Menurut Melinda Parris, model dan aktivis body positivity, orang tua adalah panutan pertama untuk anak, dan jika anak mendengar kalimat yang kurang baik mengenai tubuh, mereka bisa saja mencontohnya.

"Jenis-jenis pernyataan ini mengungkapkan ketidaknyamanan kita sendiri dengan tubuh kita. Apa yang dipelajari anak-anak adalah, 'Ketika saya gemuk atau berat, saya buruk','Saya harus berpakaian yang menyembunyikan bentuk tubuh saya,' dan 'Saya harus membatasi makanan saya agar kurus'. Tak seorang pun dari kita ingin mengajari anak-anak kita tentang itu," kata Melinda dikutip dari Insider.

(aci/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi