parenting

Tips Mengatasi Bayi Rewel dengan Pendekatan Karibia

Melly Febrida Senin, 21 Jan 2019 07:08 WIB
Tips Mengatasi Bayi Rewel dengan Pendekatan Karibia
Jakarta - Awal-awal menjadi ibu, biasanya langsung panik kalau mendengar bayi yang rewel. Kata orang Bun, bayi itu bisa merasakan apa yang ibunya rasakan. Nah, salah satu cara mengatasinya bisa dengan Pendekatan Karibia.

Dokter anak di Harvard Medical Shool's Children Hospital, William Sears, dalam bukunya yang berjudul Seri Cerdas Bersama Dr Sears: Menggendong Anak itu Perlu, menuliskan bahwa terjalinnya kelekatan antara Bunda dengan bayi bukan berarti hanya si ibu yang bisa membaca suasana hati bayi. Tapi, bayi juga bisa membaca suasana hati Bunda, lho.

"Jika bayi Anda merasakan Anda tidak cemas, biasanya akan tenang. Kami namakan ini 'Pendekatan Karibia'. Anda mengangkat bahu, tersenyum sekilas dan berkata, 'Tidak apa-apa, sayang," tulis pria yang akrab disapa Bill.



Bill mencontohkan masalah yang dialami pasiennya, Susan, seorang ibu yang sensitif. Sewaktu konseling, dia membawa anaknya Thomas yang berusia 8 bulan. Susan menanyakan tentang bayi yang suka rewel.

Saat mereka berbincang, kata Dr Bill, dia melihat dengan wajah cemas Susan mengangkat Thomas dalam hitungan sepersekian detik, setelah rengekan pertama bayinya.

"Melihat mereka, jelaslah bagi saya bahwa kecemasan bayi memicu kecemasan ibu, yang pada waktunya membuat bayi merasa semakin cemas dan menjadikan mereka pasangan pencemas," katanya.

Ilustrasi bayi menangis/ Ilustrasi bayi menangis/ Foto: iStock
Bill menambahkan, pada kasus Susan ini, hasrat kuat seorang ibu untuk memberikan yang terbaik bagi bayi justru menjadi bumerang baginya. Respons cepat Susan bukan inti masalahnya, tapi respons cemas yang dia perlihatkan yang menjadi masalah.

"Saya menyarankannya untuk mencoba pendekatan Karibia. Segera setelah Thomas rewel, dia menenangkan ekspresi wajahnya (bahkan jika di dalam hatinya merasa cemas), dan daripada meraih bayinya dengan cepat, dia hanya menoleh ke arah bayinya dan mengucapkan beberapa kata yang menenangkan bayi," tuturnya.

Bill kemudian menjelaskan, sebenarnya bayi itu membutukan pesan, 'Tidak apa-apa sayang, kamu bisa mengatasinya. Mama ada di sini'. Dan tangisan bayi Thomas pun segera mereda, lalu kembali bermain.


Oya Bun, kalau bayi menangis, apa yang bakal Bunda lakukan? Membiarkannya atau segera merespons? dr Hari Martono SpA dari RSPI-Pondok Indah bilang, bayi menangis itu tidak boleh dibiarkan lama-lama lho.

Menurutnya, menangis yang dibiarkan itu nggak bisa membantu menguatkan jantung dan paru anak. Justru jika dibiarkan bisa menjadi fatal, selain tangis bayi semakin kencang dan kejer, juga dapat menyebabkan Breath Holding Spell. Apa itu Breath Holding Spell?

"Kondisi ini di mana bayi menangis kejer sampai napasnya tertahan cukup lama, sehingga warna mukanya membiru, hal ini dapat berisiko anak mengalami kejang," terang Hari, dalam keterangannya kepada detikcom beberapa waktu lalu.

(muf/muf)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi