HaiBunda

PARENTING

Simak Bun, Hubungan Anak Tumbuh Bahagia dan Kemampuan Bahasanya

Amelia Sewaka   |   HaiBunda

Kamis, 24 Jan 2019 20:04 WIB
Simak Bun, Hubungan Anak Tumbuh Bahagia dan Kemampuan Bahasanya/Foto: Istock
Jakarta - Siapa sangka, anak yang tumbuh dengan bahagia, ternyata bisa memengaruhi perkembangan bahasanya lho. Hmm, kira-kira bagaimana memengaruhinya ya?

Psikolog pendidikan dan anak Elizabeth Santosa mengatakan, adanya peran penting pengembangan bahasa sebagai dasar keterampilan dalam membantu mengoptimalkan kemampuan kognitif, emosional, dan sosial anak. Hubungan dan keterlibatan orang tua merupakan fondasi penting atau titik awal kebahagiaan anak, yang berdampak positif terhadap perkembangan psikososial mereka.

"Maka itu, penting bagi orang tua untuk membuat anak-anak mereka bahagia. Karena anak yang bahagia akan memiliki kesadaran diri, manajememen diri dan keterampilan sosial yang baik, serta dapat memiliki kemampuan melakukan pengambilan keputusan yang lebih baik," papar psikolog yang akrab disapa Lizzie dalam acara 'EF Luncurkan Inovasi Metode Belajar Bahasa Inggris Terkini Khusus Anak Usia 3 - 6 Tahun' di Publik Markette, Grand Indonesia, Jakarta, Kamis (24/1/2019).


Menurut Lizzie, semua itu penting dan terkait dengan hasil yang akan mereka peroleh di masa depan. Di antaranya keberhasilan pendidikan, seperti gelar sarjana. Peningkatan atau kesuksesan karier dan lebih kecil kemungkinan mereka melakukan tindakan melanggar hukum alias kriminal.



Nah, cobalah ingat kembali, apa sih yang membuat kita bahagia saat kita kecil? Ketika seorang anak dituruti kemauannya. Misal beli mainan dan harus saat itu juga dibeli, maka kalau tidak, hati-hati kebahagiaan anak tersebut bisa diukur secara materi.

"Jangankan anak deh, kita aja coba posisikan diri yang lagi happy. Orang bahagia itu nular dan menjalani hari pun dengan senang. Sama halnya dengan anak, ketika anak sudah tak bahagia di awal hari, coba lihat pasti ke sekolah nangis dan nanti di sekolah ngambek sama gurunya. Sesimpel itu," tuturnya.

Saat anak merasa happy, mau dia pulang sekolah sore sekalipun, pasti dia tidak akan merasa capek atau lelahnya setelah seharian beraktivitas. Tapi, kalau anak sudah bad mood, tak bahagia atau cranky dari awal, untuk bangun tidur saja sudah malas.

"Ketika kita bahagia, menarik semua hal-hal baik dan kesempatan yang datang juga makin banyak, kesuksesan pun juga dekat," tutur ibu tiga anak ini.

Kalau anak mau bahagia, ya Ayah dan Bunda juga mesti bahagia. Anak mau banyak bergaul dan berteman, orang tuanya juga harus banyak berteman. Lizzie bilang, anak itu seperti sponge yang menyerap apapun yang dilihatnya, terutama masa usia 3 hingga 6 tahun. Karena itu, yuk jangan lupa bahagia, Bunda.

(aml/muf)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

9 Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Bersihkan Rumah di Malam Hari Menurut Psikologi

Mom's Life Amira Salsabila

5 Potret Kiyomi Anak Jennifer Bachdim Curi Perhatian, Suka Latihan Hyrox & Ikut Ajang Lari

Parenting Nadhifa Fitrina

7 Public Figure yang Hamil dengan Jarak Berdekatan, Lesti Kejora hingga Istri Rigen

Kehamilan Annisa Karnesyia

5 Potret Terbaru Ashanty Makin Langsing Usai Sukses Diet IF & Olahraga

Mom's Life Amira Salsabila

Edutrip Ceria! Winner's Squad Menjelajah Hong Kong Bareng Nutrilon Royal & Indomaret

Parenting Maya Sofia Puspitasari

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

9 Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Bersihkan Rumah di Malam Hari Menurut Psikologi

5 Potret Kiyomi Anak Jennifer Bachdim Curi Perhatian, Suka Latihan Hyrox & Ikut Ajang Lari

7 Public Figure yang Hamil dengan Jarak Berdekatan, Lesti Kejora hingga Istri Rigen

Edutrip Ceria! Winner's Squad Menjelajah Hong Kong Bareng Nutrilon Royal & Indomaret

Berapa Kali Normalnya Bayi Baru Lahir BAB?

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK