parenting

4 Tips Kembangkan Bakat Anak di Bidang Musik

Annisa Karnesyia Sabtu, 09 Mar 2019 16:05 WIB
4 Tips Kembangkan Bakat Anak di Bidang Musik
Jakarta - Seperti yang kita tahu, kebanyakan orang tua milenial ingin anaknya memiliki bakat di bidang musik. Hal ini karena bakat musik pada anak bisa membawa banyak keuntungan. Salah satunya kemampuan matematis. Menurut Lynn Kleiner, pendiri Music Rhapsody di Redondo Beach, California, musik dan matematika itu saling terkait lho.

Iya, soalnya dengan memahami irama, ritme dan skala, anak-anak belajar membagi, membuat pecahan dan mengenali pola. Tampaknya, musik menggerakkan otak anak untuk membantunya memahami bidang matematika lainnya. Nah, bagaimana cara mengembangkan bakat anak di bidang musik? Simak tips berikut, Bun.

1. Orang tua terlibat


Mungkin beberapa orang tua ada yang tak terlibat langsung dalam proses belajar musik. Padahal, menurut Marcia Dewi Hartanto, pengajar di Canzona Music School, orang tua perlu terlibat dalam mengekspos anak musik bagus.

"Sama kayak kita belajar bahasa Inggris atau Mandarin. Keterlibatan ortu dalam mengekspos anak terhadap musik yang bagus. Enggak sekadar dia dengar atau lihat tapi dia harus mengalami," ujar guru musik yang akrab disapa Dewi ini, kepada HaiBunda.

Kata Dewi, sama seperti anak belajar bahasa Inggris, mereka bisa belajar dari mendengar di radio atau nonton tayangan video. Tapi hasilnya sedikit kalau orang tua enggak bisa bicara bahasa Inggris atau eksposurenya sedikit.

"Jadi kalau kita mau anak punya pengembangan di bidang musik, ortu harus terlibat di bidang musik itu sendiri, anak harus banyak nonton konser musik, anak banyak pengalaman di bidang musik," lanjutnya.
4 Tips Kembangkan Bakat Anak di Bidang Musik4 Tips Kembangkan Bakat Anak di Bidang Musik/ Foto: Instagram @canzonamusicschool



2. Kenalkan musik klasik

Menurut Dewi, ini suatu hal yang agak sulit di Indonesia, karena musik klasik bukan akar budaya kita, Bun. Jadi, anak-anak di Indonesia bisa mudah memiliki kemampuan di bidang musik, tapi agak sulit punya kemampuan di bidang musik klasik.

"Di semua negara punya musik daerah masing-masing. Tapi musik yang berevolusi yang punya kekayaan struktur dan pengembangan struktur cuma di musik klasik," ujar Dewi.

Dewi melanjutkan, musik klasik bukan era tapi genre seperti dangdut. Musik klasik punya berbagai zaman: klasik, romantik dan sekarang modern. Kita tetap bisa bilang itu musik klasik karena ada struktur, pola, dan kompleksitasnya.

"Itu kenapa kita mau anak belajar musik klasik. Makanya di kelas kami beri pengalaman anak main dengan musik klasik, diberi meaning dalam konteks anak kecil. Sehingga, mereka udah mampu nyanyi musik klasik, dan mereka juga suka musik anak Indonesia karena itu kita tampilkan juga," paparnya.

3. Ajak anak ke konser musik

Dewi berpesan agar orang tua yang ingin mengembangkan bakat anaknya rajin mengajak mereka nonton konser musik yang bagus, ada orkestranya. Bukan sekadar konser musik pop. Ajak mereka terpapar banyak koser musik.

"Pengalaman bermusik sangat penting, enggak cuma dikasih dengar. Anak dari kandungan sampai besar denger musik klasik enggak akan bikin dia suka. Anak enggak akan menyukai musik klasik karena cuma mendengar. Dia enggak mengerti," tutur Dewi.

4. Ajarkan lagu tradisional

Sekarang, kata Dewi, banyak anak belajar musik pakai folk song dari barat seperti lagu Old McDonald. Mengingat hari ini, 9 Maret adalah Hari Musik Nasional, sebagai guru musik, Dewi juga tak lupa berpesan mengenai pentingnya mengajarkan musik Indonesia pada anak.

"Karena itu root kita, jati diri kita dan musik klasik perlu dipelajari dari pendidikan formal musik itu sendiri sehingga anak punya pengalaman dari kecil. Kita juga mesti belajar musik daerah, itu kekayaan negara kita dan penting diketahui anak. Untuk kembangkan musik daerah, perlu belajar musik klasik, istilahnya dasarnya lah," pungkasnya.




[Gambas:Video 20detik]

(aci/rdn)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi