parenting

Pelajaran yang Bisa Diambil dari Kasus Anak Kecanduan Video Porno

Asri Ediyati Rabu, 17 Apr 2019 09:00 WIB
Pelajaran yang Bisa Diambil dari Kasus Anak Kecanduan Video Porno Pelajaran yang Bisa Diambil dari Kasus Anak Kecanduan Video Porno/ Foto: iStock
Jakarta - Lekatnya anak dengan gadget membuat orang tua perlu ekstra hati-hati. Hal ini karena ada banyak konten negatif di internet salah satunya konten porno. Baru-baru ini seorang siswa SD dan SMP jadi tersangka setelah memperkosa siswa SMA.

Mengutip dari detikcom, mereka berdua melakukan perbuatan bejat itu karena terpengaruh film porno.

"Kedua pelaku ini kecanduan film porno yang ada di HP mereka," ujar Kapolres Probolinggo AKBP Eddwi Kurnianto.

Keduanya kini terancam pasal 76 D Jo pasal 81 UU RI, nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan perempuan dan anak. Dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. Namun akan dikoordinasikan lagi kepada kejaksaan negeri, karena pelaku juga masih berusia di bawah umur.

Miris dan sedih ya, Bun, melihat anak-anak yang masih panjang pendidikannya, tapi harus terbentur masalah. Melihat kasus ini, menurut psikolog Efnie Indriani, MPsi, saat anak terlalu sering nonton video porno, bukan enggak mungkin mereka bakal kecanduan. Akibatnya, anak adiksi pada video porno dan menyebabkan rusaknya lima fungsi otak.

"Secara psikologis bisa membuat orang menjadi hiperseks yang merupakan salah satu bentuk abnormalitas. Serta ia pun tidak memiliki pengontrolan diri dan perilaku yang baik," kata Efnie.

Efnie menambahkan, hal lainnya adalah video porno ini bisa menyebabkan terjadinya penurunan nilai-nilai moral pada anak karena yang diingat si kecil video porno bukanlah hal yang tabu. Hal yang paling ditakuti adalah anak ini akan mengeksplorasi dirinya atau bersama teman untuk meniru hal tersebut.
Pelajaran yang Bisa Diambil dari Kasus Anak Kecanduan Video PornoFoto: Thinkstock
Batasi penggunaan gadget dan saring konten di media sosial

Selain itu, kita sebagai orang tua setidaknya sadar dan membatasi anak dalam menggunakan gadget dan media sosial. Jangan lupa untuk menyaring konten di media sosial. Psikolog klinis, Christina Tedja, menyarankan pada setiap orang tua agar memantau penggunaan gadget pada anak semaksimal mungkin.

"Ya orang tua perlu smart, lebih smart dari handphone-nya. Artinya gini, zaman sekarang sistem koneksi dalam suatu history browsing pada satu smart phone, bisa muncul pops up dengan konten yang berkaitan," tutur Tina.

Jika di history browsing orang tua pernah menonton porno atau setidaknya berkaitan dengan hal tersebut, dari situ tidak jarang menjadi akses awal anak melihat konten porno. Karena itu, orang tua perlu teliti untuk hal-hal seperti ini dan tidak menyepelekan.


"Hal simple lainnya juga bisa muncul dari riwayat orang tua setelah menonton video kiriman dari orang lain yang terbuka dari berbagi media sosial sehingga bisa tuh muncul link yang berkaitan," lanjut Tina.

Jadi yang sebenarnya kita atau siapapun enggak pernah nonton tapi kebuka dari media sosial apapun itu, dari situ bisa mengarahkan media sosial ke konten yang bersangkutan. Tina menambahkan jika anak memang diperkenankan untuk menggunakan gadget, lebih baik sterilkan dari hal-hal tersebut dan batasi hanya pada permainan dan pendidikan.

[Gambas:Video Haibunda]

(aci/som)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi