parenting

Sering Ngomel ke Anak Tanda Bunda dan Ayah Gampang Emosi?

Melly Febrida Sabtu, 11 May 2019 10:02 WIB
Sering Ngomel ke Anak Tanda Bunda dan Ayah Gampang Emosi?
Jakarta - Sudah berapa kali Bunda mengomeli atau memarahi anak hari ini, sejak anak bangun tidur hingga kembali tidur? Ngomel-ngomel pastinya melelahkan buat orang tua dan menyebalkan buat anak-anak. Nah, apakah sering ngomel tanda orang tua gampang emosi?

Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari, International Parenting Trainer dan Direktur Auladi Parenting School menjelaskan, orang tua terus mengulang marah-marah atau mencubit anak karena belum menemukan cara lain yang efektif untuk mengendalikan perilaku buruk anak. Alhasil, secara tak sadar orang orang menganggap dirinya sendiri sebagai orang tua yang tidak sabaran dan emosional.

"Mungkin benar pada sebagian orang tua ada masalah dengan emosinya yang mungkin harus dibetulkan jika sudah gawat. Tapi, saya kok tidak yakin penyebab orang tua emosian adalah ada masalah dengan emosi orang tua," kata pria yang akrab disapa Abah ini dalam bukunya yang berjudul 7 Kiat Orang Tua Shalih Menjadikan Anak Disiplin dan Bahagia.



Abah mencontohkan, ketika melihat anak memukuli saudaranya apakah orang tua bahagia? Jawabannya pasti enggak kan, Bun? Justru yang ada timbul rasa kecewa, jengkel, dan sedih di benak Ayah juga Bunda.

"Jadi, jangan sembarangan menuduh diri kita sebagai orang tua yang tidak sabaran dan emosian. Siapa pun, sekali lagi, wajar merasa emosi jika terus menerus, berkali-kali, melihat kejadian seperti tadi," tambah Abah.

Sering Ngomel ke Anak Tanda Bunda dan Ayah Gampang Emosi?Foto: iStock
Namun, kata Abah, yang perlu orang tua renungkan adalah mencari tahu keadaan seperti apa yang membuat mereka marah. Biasanya, emosi muncul saat anak tidak menurut, tidak melakukan apa yang kita minta, hingga melakukan sesuatu yang bikin kita marah.

"Sederhananya, yang sering membuat kita emosi adalah karena anak berbuat buruk dan kita tidak ingin anak melakukannya lagi. Nah, sekarang ketahuan bukan yang sebenarnya bermasalah bukan emosi kita, melainkan kita belum bisa mengendalikan perilaku atau perbuatan anak yang membuat kita emosi," kata Abah.



Setelah bertanya kepada ribuan orang tua melalui kuesioner, Abah membagi tujuh perilaku anak yang sering memicu emosi orang tua:

1. Bertengkar atau berkelahi dengan saudara di rumah atau teman
2. Kecanduan menonton televisi serta main game dan internet
3. Lelet di pagi hari seperti susah bangun dan lelet ke sekolah
4. Konsumtif seperti sering jajan dan beli mainan
5. Rewel, terlalu cengeng, dan tukang ngamuk
6. Suka teriak, berkata kotor, suka memukul atau melakukan perbuatan yang menyakiti orang lain
7. Malas mengerjakan rutinitas harian seperti mandi atau sikat gigi.

Kata ahli gentle parenting Sarah Ockwell-Smith, jadi hal yang lumrah ketika orang tua di satu titik kehilangan kesabaran hingga akhirnya marah ke anak.

Kalau berbicara kenapa orang tua marah, Ockwell-Smith bilang pada prinsipnya, apapun bisa memicu emosi seseorang. Namun, dalam banyak kasus, amarah, terutama tipe yang membuat seseorang bertindak dengan cara yang biasanya tidak dilakukan, dapat dihindari jika tahu apa pemicunya.

[Gambas:Video 20detik]

(rdn/rdn)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi