parenting

Komitmen Tompi untuk Membebaskan Anak Memilih Cita-cita

Yuni Ayu Amida Sabtu, 25 May 2019 03:59 WIB
Komitmen Tompi untuk Membebaskan Anak Memilih Cita-cita
Jakarta - Setiap ayah pastinya selalu ingin memberi yang terbaik untuk anaknya. Begitu pula dengan penyanyi jazz Tompi, yang membebaskan anaknya untuk memilih cita-cita.

Seperti pada putrinya, Cut Malaka Ayesha, yang sudah mulai terlihat bakatnya. Namun, Tompi tetap menyerahkan sepenuhnya pada Ayesha perihal jalan hidupnya nanti.

"Saya ngebebasin anak saya untuk dominan di mana nanti cita-citanya. Saya enggak pernah nge drive mereka jadi dokter, untuk jadi penyanyi. Tapi so far, memang dari diri anak saya yang kelihatan keinginan jadi penyanyi ya Ayesha," ujar Tompi, dikutip dari InsertLive.



Saat ini, Ayesha rupanya sedang mempersiapkan tampil dalam drama musikal bertajuk Dian, The Musical Road to a Musical Film. Drama ini diperankannya bersama anak-anak panti asuhan.

Menurut sang ayah, penampilan Ayesha nanti akan jadi modal untuk mengasah kemampuan dan rasa percaya diri. Itu sebabnya, pelantun lagu Ramadhan Datang ini mendukung penuh kegiatan tersebut.

"Ya kalau saya sih ini pelajaran hidup buat dia gitu, saya enggak ngarepin apa-apa. Supaya dia bisa pede, kan dia ngeliat ada temennya di anak-anak panti yang sangat confident gitu," imbuhnya.

Komitmen Tompi untuk Membebaskan Anak Memilih Cita-citaFoto: Instagram @dr_tompi

Bicara soal cita-cita, sudahkah Bunda bertanya pada anak tentang cita-citanya? Nah, bertanya pada anak soal apa cita-cita mereka ternyata adalah hal yang penting lho.

Dikatakan psikolog perilaku dan kognitif Shane Owens, bicara dengan anak-anak tentang apa cita-cita mereka, kelak ingin jadi apa saat sudah besar, bisa membantu anak mempersiapkan kehidupannya ke depan. Tak hanya itu, orang tua bisa mengajarkan dan memotivasi anak untuk mengetahui bagaimana cara dia bisa meraih impiannya tersebut.

Hanya saja, Owens menekankan, bukan artinya mengulik cita-cita anak tujuannya menyetir anak untuk punya cita-cita sesuai kemauan orang tua. Jangan pula terlalu membebaskan anak dan malah membuatnya kehilangan arahan.

"Yang bisa kita lakukan bertanya ke anak, dia ingin menjadi apa. Lalu kita dengarkan kemauan anak dan beri arahan. Ingat, cita-cita bukan sesuatu yang saklek dan bisa berubah seiring bertambahnya umur anak," terang Shane, dilansir Fatherly.


Sementara itu, psikolog klinis Kate Davis mengingatkan, jangan terlalu menekan anak ketika menanyakan cita-citanya, Bun. Ingat, orang tua hanya perlu membantu anak mulai memikirkan tentang cita-cita. Karena memang, kebanyakan anak-anak kadang masih bingung dalam menentukan cita-citanya.

[Gambas:Video Haibunda]



(yun/muf)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi