HaiBunda

PARENTING

6 Efek Buruk Jika Bunda Jarang Tersenyum ke Anak

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Rabu, 05 Jun 2019 20:02 WIB
Efek Buruk Jarang Tersenyum ke Anak/ Foto: istock
Jakarta - Tersenyum adalah tindakan yang mudah dilakukan. Makanya, ada salahnya Bunda rajin memberikan senyum ke anak sejak dini.

Menurut psikolog anak dan keluarga Anna Surti Ariani atau akrab disapa Nina, tersenyum ke anak adalah kontak yang tulus untuk menunjukan rasa cinta. Bila seorang ibu jarang senyum dengan anaknya, perkembangan psikologis anak bisa terganggu, Bun.

"Kalau jarang senyum ke anak, ikatan yang terbangun adalah insecure attachment. Artinya anak merasa tidak diperhatikan dan dicintai ibunya," kata Nina saat ditemui HaiBunda baru-baru ini.


Kalau Bunda jarang senyum, efeknya bisa buruk pada perkembangan anak hingga dia dewasa lho. Nah, berikut dampak buruk jika Bunda jarang senyum ke anak.

1. Anak merasa tidak disayang

Pikiran anak masih belum terbuka, Bun. Dia hanya melihat apa yang dilihatnya. Bila Bunda jarang senyum, anak merasa dirinya tidak disayang dan dicintai.

2. Merasa dirinya buruk

Bila ibu fokus dengan hal lain termasuk enggak tersenyum saat bersama anak, dia bisa merasa tidak diperhatikan. Saat ini anak merasa dirinya tidak pantas untuk disayang.

"Misalnya, orang tua lebih banyak main handphone daripada senyum ke anak, dia nanti merasa kalah nih dari gadget ibunya," ujar Nina.


Efek jika ibu jarang tersenyum/ Foto: istock

3. Konsep diri menurun

Saat ini anak mulai menilai buruk dirinya dan berubah menjadi pribadi yang pesimistis.

4. Percaya diri turun

Kata Nina, ketika anak merasa konsep dirinya buruk, percaya diri mereka juga turun. Kondisi ini berpengaruh pada dasar pertumbuhan psikologis anak.

5. Sulit mengontrol diri

Anak yang kehilangan percaya diri biasanya sulit mengontrol diri dan emosinya mudah meledak-ledak. Saat di lingkungan sekolah, dia mudah rewel, mudah marah dan sensitif.

6. Sulit berteman dan tidak diterima

Mudah marah dan emosional bisa jadi tanda perkembangan anak mulai terganggu. Dalam kondisi seperti itu, pastinya dalam keseharian enggak ada anak lain yang mau berteman dengan si kecil, Bun. Hiks.

Memberikan senyum ke anak bisa dimulai sejak dini, terutama di 3 tahun pertama usia anak. Tapi, Bunda tetap harus membangunnya sepanjang kehidupan ya.

"Efektivitasnya terutama di tiga tahun pertama, kalau jarang senyum, ikatan yang terjalin juga buruk di antara ibu dan anak," tutup Nina.


[Gambas:Video 20detik]

(ank/rdn)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

9 Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Bersihkan Rumah di Malam Hari Menurut Psikologi

Mom's Life Amira Salsabila

5 Potret Kiyomi Anak Jennifer Bachdim Curi Perhatian, Suka Latihan Hyrox & Ikut Ajang Lari

Parenting Nadhifa Fitrina

7 Public Figure yang Hamil dengan Jarak Berdekatan, Lesti Kejora hingga Istri Rigen

Kehamilan Annisa Karnesyia

5 Potret Terbaru Ashanty Makin Langsing Usai Sukses Diet IF & Olahraga

Mom's Life Amira Salsabila

Edutrip Ceria! Winner's Squad Menjelajah Hong Kong Bareng Nutrilon Royal & Indomaret

Parenting Maya Sofia Puspitasari

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

9 Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Bersihkan Rumah di Malam Hari Menurut Psikologi

5 Potret Kiyomi Anak Jennifer Bachdim Curi Perhatian, Suka Latihan Hyrox & Ikut Ajang Lari

7 Public Figure yang Hamil dengan Jarak Berdekatan, Lesti Kejora hingga Istri Rigen

Edutrip Ceria! Winner's Squad Menjelajah Hong Kong Bareng Nutrilon Royal & Indomaret

Berapa Kali Normalnya Bayi Baru Lahir BAB?

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK