parenting

4 Penyesalan pada Anak yang Sering Orang Tua Alami

Melly Febrida Senin, 24 Jun 2019 08:01 WIB
4 Penyesalan pada Anak yang Sering Orang Tua Alami
Jakarta - Penyesalan di kemudian hari memang tak ada gunanya, ini berlaku dalam banyak hal di dalam kehidupan. Termasuk ketika kita berperan sebagai orang tua dan merawat serta mengasuh anak.

Kadang kala, para bunda dan ayah pun menyesal atas perilakunya pada sang anak. Seperti yang Nicole Wolfrath tuliskan di She Knows. Wanita yang merupakan relawan dari organisasi nirlaba yang fokus pada pendidikan dan layanan untuk ibu pekerja berbagi cerita dengan ibu lain.




Dari pendapat para ibu, ada 4 hal yang umumnya jadi bentuk penyesalan orang tua saat mengasuh anak.

1. Tidak menghabiskan cukup waktu bersama anak

Annie, ibu empat anak menyatakan begitu menyesal karena tak memiliki lebih banyak waktu tenang atau khusus dengan anak-anaknya ketika ia bisa.

Ketika anak-anak tidak sekolah, Annie bukannya mengajak anaknya liburan atau menghabiskan waktunya untuk anaknya.

"Sekarang yang tertua sudah di sekolah menengah, saya merasa seperti kehilangan kesempatan ini," sesal Annie.

2. Lebih percaya kata orang ketimbang naluri

Kara, ibu dari dua anak usia 10 dan 12 tahun dengan alergi makanan yang parah. Ia menyesal karena tak mengikuti nalurinya terkait alergi si kecil. Justru, Kara lebih percaya orang lain.

"Dulu saya nurut dengan nasihat orang lain untuk tak memperkenalkan anak-anak dengan alergen yang paling memicu alerginya. Tapi, sekarang dokter malah mengatakan sebaliknya," tutur Kara.

4 Penyesalan pada Anak yang Sering Orang Tua Alamiilustasi penyesalan ortu pada anak/ Foto: iStock


Enggak cuma itu, Kara dulu juga membiarkan putrinya tak tidur di malam hari karena menangis, hanya karena diberi tahu orang lain membiarkan bayi menangis itu baik.

"Begitu juga saat toilet training, saya sampai harus berteriak yang tidak perlu pada anak saya. Saya menyesal, seandainya saja saya percaya insting. Sebab, pencernaan anak saya waktu itu terganggu karena masalah tidurnya," papar Kara.

3. Memperkenalkan teknologi terlalu cepat

Anak-anak sekarang sudah mulai melek teknologi meski usianya masih balita. Tina, ibu tiga anak termasuk yang memperkenalkan putranya ke teknologi sejak kecil, Bun. Alhasil, si anak sudah mengenal video game dan iPad

"Jika waktu bisa berputar ke belakang, saya akan menghabiskan setengah waktu saya untuk menyuruh mereka beristirahat, saya tidak akan pernah memperkenalkan mereka dengan gadget sejak awal," kata Tina.

Ketika si anak kecanduan gadget, menurut Tina orang tua harus berjuang mengatasi kecanduan tersebut.

[Gambas:Instagram]



4. Berteriak

Ulah anak-anak yang orang tua anggap tak tepat, kerap mendapat respons negatif. Kesabaran orang tua seakan diuji dan ujung-ujungnya meledak.

"Saya benci kecenderungan saya untuk marah yang tidak rasional ketika anak berulah. Bisa jadi penyebabnya saya terlalu capek," kata Kendra, ibu dari tiga anak.

Setelah bicara dari hati ke hati dengan sang suami, akhirnya Kendra berusaha mungkin untuk jadi ibu yang lebih baik. Memang, sebagai orang tua kita tak luput dari kesalahan yang mungkin membuat kita menyesalinya.

"Seorang rekan dalam kelas parenting pernah bilang bahwa semua orang tua membuat kesalahan. Hanya saja, beberapa orang tua membuat kesalahan lebih besar ketimbang yang lain," ujar terapis pernikahan dan keluarga berlisensi, Rabbi Dov Heller, M.A.



Nah, kalau Bunda sendiri apakah penyesalannya? Heller bilang, apapun bentuk penyesalannya, yang jelas setiap ibu memilikinya. Namun orang tua terus berusaha melakukan yang terbaik untuk berdamai dengan penyesalan itu, belajar dari pengalaman tersebut, dan menemukan cara untuk menjadi lebih baik.

"Langkahnya dengan menerapkan cara yang paling positif dan produktif untuk diri sendiri dan keluarga," pungkas Heller. Tetap semangat ya, Bun!

Bunda juga perlu tahu nih, informasi tentang jarak pandang bayi dalam video di bawah ini.

[Gambas:Video Haibunda]





(rdn/rdn)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi