sign up SIGN UP search


parenting

Efek Ancam Anak Balita Masuk Neraka bila Tak Nurut Orang Tua

Melly Febrida Sabtu, 04 Jan 2020 18:21 WIB
Siapa Bunda yang sering mengancam anak nanti masuk neraka kalau enggak nurut? caption
Jakarta - Orang tua pastinya ingin anaknya rajin ibadah dan bisa menghafal Alquran. Namun, terkadang orang tua (ortu) tergesa-gesa dengan mengancam atau menakut-nakuti tentang neraka agar keinginannya tercapai.

Psikolog Okina Fitriani dalam bukunya Enlightening Parenting: Mengasuh Pribadi Tangguh, Menjelang Generasi Gemilang, menjelaskan nafsu dan ketergesa-gesaan membuat orang tua menggunakan cara yang justru menimbulkan kebencian.


Padahal, orang sering bilang ayah dan ibu harus punya stok sabar dalam mendidik anak. Namun, Okina mengingatkan, sabar yang dimaksud ini bukan hanya menahan amarah, tapi juga tidak tergesa-gesa dalam menjalani proses mendidik anak.


"Di zaman serba instan ini, banyak orang tua yang ingin serba cepat jadi. Baru sebentar mengajar membaca, ingin anak langsung bisa baca dalam satu minggu. Baru melihat di televisi ada anak bisa menghafal Alquran, ingin anaknya langsung mau menghafal setelah diajak nonton televisi," kata Okina.

Menurutnya, ketergesa-gesaan inilah yang membuat anak jadi dituntut cepat mandiri, cepat pintar, cepat dewasa, dan cepat-cepat lainnya. Bahkan, tak jarang anak jadi bahan eksploitasi untuk kepentingan atau nama baik orang tua agar bisa bangga di depan umum.

"Ketergesa-gesaan itu pulalah yang membuat orang tua sering, sengaja atau tidak, memaksakan kehendaknya pada anak. Mengedepankan nafsu ingin dituruti dan nafsu ingin cepat tercapai keinginannya," ujar Ibu dua anak ini.

ilustrasi ibu dan anakilustrasi ibu dan anak/ Foto: iStock
Salah satu cara untuk mencapainya, kata Okina, terkadang orang tua menjadikan Tuhan sebagai alasan. Misalnya ini perintah Tuhan, atau nanti masuk neraka lho. Cara tersebut seakan menggambarkan Tuhan hanya suka menghukum dan memasukkan orang ke neraka. Tanpa disadari ini menimbulkan kebencian dan antipati dalam diri anak.

Okina mengatakan, ketimbang dengan ancaman, orang tua bisa mengajak anak menjalankan kewajibannya dengan kasih sayang dan kesabaran. Sehingga, tumbuh menjadi pribadi yang jiwanya penuh cinta dan mudah menyayangi.

"Menanamkan betapa Tuhan Maha Pengasih dan Penyayang serta menanamkan ibadah adalah sebuah bentuk kecintaan, ketaatan, dan kebersyukuran. Hal itu justru memupuk rasa cinta yang mendalam dan kerinduan untuk selalu dekat kepada-Nya. Pada prinsipnya, menjaga potensi baik tentu dengan cara yang baik," katanya.

Dalam hukum Islam, anak usia balita (bawah lima tahun) termasuk belum baligh dan memang belum diwajibkan salat. Tapi, tidak ada salahnya Ayah dan Bunda mulai mengajari anak salat sejak dini.

Dijelaskan ustaz Adi Hidayat, Lc. MA, ada kiat tersendiri dalam mengajarkan ibadah pada anak. Yang terpenting, kata Adi, orang tua tidak memaksakan si kecil.

"Pada anak yang belum baligh, kita tidak boleh memaksakan, yang ada mencontohkan dan memberikan yang menyenangkan dalam beribadah," urai Adi, dalam sebuah kajian yang dikutip dari channel YouTube Ngaji Mantap.

Cek 8 makanan yang baik buat otak anak di video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]



(rdn/rdn)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi