HaiBunda

PARENTING

Pesan untuk Orang Tua yang Anaknya Gagal Masuk Sekolah Favorit

Asri Ediyati   |   HaiBunda

Jumat, 28 Jun 2019 10:35 WIB
Pesan untuk Orang Tua yang Anaknya Gagal Masuk Sekolah Favorit/ Foto: iStock
Jakarta - Orang tua milenial cenderung cemas dengan masa depan anaknya. Tak jarang mereka berlomba-lomba mendidik anaknya untuk bisa menjadi yang terbaik. Hal tersebut diungkap psikolog anak dari Tiga Generasi, Saskhya Aulia Prima.

Saskhya menyebutkan, salah satu hasil riset menyatakan orang tua khawatir dengan masa depan. Zaman sekarang saja banyak pekerjaan yang tak menentu, apalagi kelak saat anak-anaknya dewasa.


"Orang tua sekarang tuh wajar ya (kecewa dengan kegagalan) karena beli rumah saja susah ya para orang tua milenial ini. Pekerjaan selalu enggak pasti, jadi mikir, 'Anak kita pasti bakal lebih parah.' Itu (hasil) risetnya kayak gitu," ujar Saskhya.


Jadi kata Saskhya, orang tua memang sangat selektif untuk melihat kondisi anaknya sekarang kayak, 'Gimana sih kok dia enggak bisa, kok dia kayak gitu'. Itu salah satu concern utamanya.

Selain itu, Saskhya memberi saran, sebaiknya orang tua butuh punya support group yang bermakna. Jadi enggak cuma ajang pamer nilai, tapi juga bisa kasih info satu sama lain.
Foto: shutterstock
"Cari yang cocok dengan pendekatan emosional, kayak, 'Kita senang-senang deh, jalan-jalan' supaya ada me time, tapi ada juga me time-nya yang diskusi sekolah anak ke depannya kayak gimana. Support group itu penting banget supaya keep the parents sane (waras)" kata Saskhya.

Saskhya menambahkan, orang tua perlu belajar untuk open minded, bahwa semua anak itu berbakat. Namun, tinggal cara mengembangkannya saja. Semua tergantung kepribadian, karakteristik anaknya.

"Kemampuan anaknya apa, bakatnya dia seperti apa. Kalau semuanya dilewati tetap enggak bisa, sudah terlalu stres, terus kita udah terlalu cemas parenting kita bakal sering marah-marah kan? Cukup ketemu dengan profesional (psikolog atau terapis), sebenarnya sumber stresnya apa sih," tutur Saskhya.

Saskhya bilang, terkadang ibu-ibu itu enggak cuma pikirkan anaknya, tapi dirinya juga takut dicap jelek sama orang, di-mom shaming atau bahkan dihantui pertanyaan oleh mertua 'Kok jadi ibu kayak gini sih?'.

"Mungkin ada problem lain di luar anaknya sendiri harus berprestasi. Makanya harus ditanyakan lagi, 'Ini prestasi kebutuhan saya atau kebutuhan anak saya?', supaya kita bisa berpikir lagi ke sana. Tetap habis itu balik ke support kalau enggak bubar deh," kata Saskhya.


Lalu, bagaimana supaya kita enggak merasa tertekan di lingkungan kompetitif? Selain kita perlu banyak baca, kita butuh social media detoks atau mungkin detoks lainnya, Bun. Kalau memang itu penting banget, ya harus dilakukan.

Satu lagi, yang perlu diingat itu setiap anak itu beda, sama-sama ranking satu, tapi mungkin kepintarannya berbeda. Yang susah sekarang itu memang social comparison (dibanding-bandingkan). Ada baiknya kita off dulu dari media sosial, karena kita jangan kejar FOMO (Fear of Missing Out)-nya lagi tapi JOMO-nya (Joy of Missing Out), biar batinnya ter-refresh dan enggak mikir macam-macam.

Simak juga tips agar anak mau belajar di rumah di video berikut, Bun.

(aci/som)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Potret Audi Marissa di Bali Usai Berpisah dari Anthony Xie, Ungkap Isi Hati

Mom's Life Amira Salsabila

Benarkah Abu Vulkanik Bisa Bikin Makin Tanaman Subur? Begini Kata Pakar

Mom's Life Arina Yulistara

Potret Sekala Putra Ayudia dan Ditto Percussion Ikut Turnamen Golf

Parenting Annisa Karnesyia

Ciri Orang yang Nyaman Punya Sedikit Teman, Lebih Memilih Pertemanan yang Berkualitas

Mom's Life Melly Febrida

Pria Juga Mengalami Masa Menopause, Mitos atau Fakta?

Kehamilan Dwi Indah Nurcahyani

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Potret Audi Marissa di Bali Usai Berpisah dari Anthony Xie, Ungkap Isi Hati

Benarkah Abu Vulkanik Bisa Bikin Makin Tanaman Subur? Begini Kata Pakar

Potret Sekala Putra Ayudia dan Ditto Percussion Ikut Turnamen Golf

Ciri Orang yang Nyaman Punya Sedikit Teman, Lebih Memilih Pertemanan yang Berkualitas

Orang Tua yang Sedang Stres Ternyata Bisa Picu Anak Main HP Kelamaan

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK