parenting

Mempersiapkan Anak Pertama yang Mau Punya Adik Seperti Jan Ethes

Ratih Wulan Pinandu Senin, 19 Aug 2019 20:30 WIB
Mempersiapkan Anak Pertama yang Mau Punya Adik Seperti Jan Ethes
Jakarta - Kabar bahagia datang dari Presiden Jokowi nih, Bun. Melansir detikcom, sang menantu, Selvi Ananda dikabarkan tengah hamil anak kedua.

Perubahan tubuh Selvi ikut mencuri perhatian khalayak, saat wanita asal Solo tersebut ikut menemani sang suami Gibran Rakabuming Raka, upacara 17 Agustus kemarin di Istana Negara.

Kabar kehamilan Selvi sudah dibenarkan oleh keluarganya, Bun. Menurut kakak kandung Iriana Jokowi, Haryanto, ibu Jan Ethes itu sedang mengandung anak kedua.


"Insya Allah iya benar hamil," ungkap pria yang karib disapa Anto tersebut.

Sayangnya, Anto tidak tahu lebih detail mengenai usia kehamilan Selvi. Dia hanya memohon doa untuk keponakannya itu.

"Kalau berapa bulannya saya kurang tahu. Mohon doanya saja," imbuh Anto.

Mempersiapkan Anak Pertama yang Mau Punya Adik Seperti Jan EthesSelvi Ananda hamil anak kedua/ Foto: Foto: Instagram/Diera Bachir Photography

Wah ikut bahagia ya, Bun, mendengar kabar kehamilan kedua Selvi. Selain menjaga kesehatan ibu dan calon adik bayi, ada hal yang enggak kalah penting untuk diperhatikan nih.

Salah satunya mempersiapkan Jan Ethes sebagai calon kakak. Mengingat usia Jan Ethes yang baru berusia tiga tahun, harus sering sounding kalau akan ada anggota baru dalam keluarga mereka. Jadi nanti saat si kecil lahir, Jan Ethes sudah lebih siap memahami perannya sebagai kakak.

Hal itu bertujuan untuk mencegah sibling rivalry antara Jan Ethes dan calon adiknya nanti. Psikolog Aurora Lumban Toruan mengatakan, sibling rivalry bisa dipicu karena kesalahan orang tua lho. Seperti misalnya bersikap enggak adil saat mereka kecil, bisa terbawa sampai mereka dewasa.

"Anak dapat menunjukkan perilaku buruk dalam rangka memperoleh perhatian, juga karena ia merasa bingung akan apa yang diharapkan darinya," tutur Aurora.

Saat anak merasa tidak digubris oleh orang tuanya, menurut Aurora, anak bisa merasa enggak bermakna atau kurang penting dalam keluarganya. Dalam kondisi seperti ini, anak-anak akan merasa makin tidak percaya diri.

Untuk itu, Ayah dan Bunda perlu memperhatikan saat anak-anak protes. Dengarkan hal-hal yang membuat mereka enggak nyaman. Lalu, bantu mencari jalan keluarnya.

"Orang tua perlu menunjukkan bahwa meskipun ada masalah, mereka akan segera menyelesaikannya, sehingga anak-anak tidak perlu terlalu khawatir, anak-anak tidak menyerap kecemasan yang tidak dapat mereka kelola dengan baik," papar Aurora.

Simak juga yuk, Bun, menjaga komunikasi agar kakak dan adik saling akur seperti cara Shireen Sungkar!

[Gambas:Video Haibunda]

(rap/som)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi