HaiBunda

PARENTING

Jadikan Anak Pelopor dan Pelapor untuk Atasi Sampah Plastik

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Kamis, 22 Aug 2019 17:01 WIB
Ilustrasi anak dengan sampah plastik/ Foto: iStock
Jakarta - Sampai saat ini, sampah plastik masih menjadi masalah besar di Indonesia. Bukan cuma penyebab pemanasan global, masalah sampah plastik bisa mengganggu kesehatan, terutama anak-anak kita, Bun.

Sebagai orang tua sekaligus orang dewasa, tentu banyak upaya yang bisa dilakukan untuk mengurangi sampah plastik. Lalu bagaimana dengan anak-anak kita?

Menurut Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak, Kementerian Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak, Dra.Leny Nurhayanti Rosalin, M.sc, sebenarnya anak bisa menjadi agen perubahan dalam mengatasi masalah sampah plastik. Caranya dengan mengajak mereka bijak menggunakan plastik.


Sebagai orang tua, Bunda bisa menjadi contoh dan mengubah mindset anak. Ini penting karena anak -anak adalah pengikut, pelaku, dan peniru orang dewasa.

"Harapannya dengan mengubah mindset, anak bisa memengaruhi orang di sekitar dia. Apalagi sekarang banyak anak yang berani menegur," kata Leny dalam 'Konferensi Pers Rinso, Yuk, Mulai Bijak Plastik' di Arborea Cafe, Jakarta Pusat, baru-baru ini.

Mulailah membentuk mindset anak untuk menjadi pelopor dan pelapor. Pelopor artinya anak berkontribusi melakukan perubahan dari langkah kecil menjadi langkah besar.

Mengajak anak bijak menggunakan plastik bisa dimulai di mana saja. Misalnya, ikut kegiatan mengumpulkan atau mendaur ulang sampah plastik bersama-sama.

Ilustrasi anak dengan sampah plastik/ Foto: iStock
Menjadi pelopor memang tidak mudah. Bila sulit memulainya, paling tidak si kecil bisa memainkan peranan sebagai pelapor, Bun.

"Pelapor misalnya ada tetangga buang sampah sembarangan, kalau takut menegur bisa sampaikan ke Pak RT/RW. Jadi, bila tidak bisa menjadi pelopor, anak bisa menjadi pelapor," ujar Leny.

Menjadi pelopor dan pelapor berarti si kecil menjadi agen perubahan sekaligus bisa ikut memberi solusi masalah sampah plastik. Tapi, jangan lupa, kita sebagai orang tua harus memberikan contoh yang baik juga ya.

"Anak itu peniru ulung yang sering mengikuti orang dewasa. Jadi, orang tua tidak sekadar ngomong, tapi harus berubah," tutur Leny.

Memberi contoh mengurangi plastik bisa dilakukan dari diri sendiri dulu, Bun. Selanjutnya, bersama-sama menciptakan langkah kecil untuk membuat langkah besar.

"Sebagai orang tua tidak boleh malas memberikan contoh. Di kehidupan sehari-hari mulai biasakan menggunakan peralatan makan bukan plastik atau tidak jajan dengan wadah plastik," pungkas Leny.

Sampah plastik bisa didaur ulang menjadi kerajinan, Bun. Simak selengkapnya di video berikut ya.

(ank/rdn)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Ini Dia Negara Paling Jujur dan Paling Tidak Jujur di Dunia, Indonesia Masuk Mana?

Mom's Life Amira Salsabila

Seberapa Efektif Pola Asuh 5:1 untuk Bangun Hubungan yang Sehat antara Anak dan Orang Tua?

Parenting Annisa Karnesyia

Rayakan Hari Anak Nasional Lewat Momen Penuh Keceriaan Bersama Anak-anak Pejuang Kanker

Parenting Tim HaiBunda

Darah Haid Menggumpal seperti Daging Hati Ayam, Apakah Normal?

Kehamilan Dwi Indah Nurcahyani

4 Kode Warna dan Abjad Nutri-Level di Produk Pangan Olahan

Mom's Life Tim HaiBunda

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Dongeng: Anak Itik Buruk Rupa

Bayi Minum ASI Banyak Hari Ini tapi Besok Sedikit, Normalkah?

5 Potret Andy /rif Bersama Kedua Putranya, Beda Postur Tubuh Ayah-Anak Jadi Sorotan

Seberapa Efektif Pola Asuh 5:1 untuk Bangun Hubungan yang Sehat antara Anak dan Orang Tua?

Rayakan Hari Anak Nasional Lewat Momen Penuh Keceriaan Bersama Anak-anak Pejuang Kanker

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK