Sign Up search


parenting

10 Ucapan Orang Tua Pengganti Kalimat Larangan untuk Anak

Ratih Wulan Pinandu Selasa, 17 Sep 2019 18:00 WIB
10 Ucapan Orang Tua Pengganti Kalimat Larangan untuk Anak caption
Jakarta - Sebagian orang tua mengeluh kalau anaknya susah diarahkan. Tapi, pernahkah Bunda dan Ayah mengevaluasi diri dalam mendidik anak?

Mungkin, bukan anak-anak yang susah diarahkan atau dinasihati. Bisa jadi, perilaku orang tua yang memang tidak pada tempatnya dalam memberi tahu anak-anak.

Pemilihan bahasa saat berbicara dengan anak-anak, sangat berpengaruh pada perilaku mereka. Misalnya, banyak melarang anak akan berdampak pada tumbuh kembangnya lho.


Nah, itu sebabnya sangat penting untuk memilah bahasa yang baik saat berbicara pada si keci. Menurut dr.Catherine Mayung Sambo, Sp. A(K), saat anak banyak dilarang maka dia tidak bisa belajar dan mengeksplorasi sesuatu dengan maksimal.

"Ketika anak belum banyak mengerti dan kita langsung melarang, kemungkinan dia tidak mengerti. Tapi kalau dia sudah lebih besar, larangan itu semakin sering diulang, anak gampang ingat dan paham, tapi pada satu titik dia jadi ragu-ragu, enggak bisa explore banyak," jelas Mayung.

Disarankan Mayung, daripada Bunda banyak mengeluarkan kata-kata larangan pada anak lebih baik memastikan keamanaan di sekitar anak. Lebih baik mencegah hal-lah yang menimbulkan kekhawatiran daripada harus mengatakan 'jangan' dan 'tidak'.

"Tentukan seluas apa, di tempat yang kita batasi itu yakinlah tidak ada yang bahaya, yang tajam, beracun. Kalau kita yakin tempat bermain itu aman, kita tidak akan banyak melarang, kalau banyak melarang anak mau main apa?" tuturnya.

10 Ucapan Orang Tua Pengganti Kalimat Larangan untuk AnakUcapan Orang Tua Pengganti Larangan. (Foto: iStock)

Sementara itu, Dr. Justin Coulson, ayah dari enam anak dan penulis terlaris dari buku 10 Things Every Parent Needs to Know dan 9 Ways to a Resilient Child mengatakan, banyak orang tua yang kehabisan kata-kata ketika berhadapan dengan anaknya. Itu sebabnya ada kalimat yang enggak terkontrol terucap dari mulutnya.

Itu sebabnya, kadang-kadang orang tua mengucapkan kalimat yang enggak bermanfaat dan mungkin berbahaya untuk tumbuh kembang anaknya.

"Bahasa yang kami gunakan tentang satu sama lain, berdampak pada bagaimana kami saling memandang," ungkap Coulson dikutip dari Frist Things.

Namun, kalau Bunda dan Ayah berada dalam kondisi yang tidak mungkin mengawasi anak terus-terusan, berikut 10 kalimat pengganti larangan untuk anak.

1. Jangan ganggu Mama: Ayo duduk dulu, tunggu sampai Mama selesai bekerja.

2. Enggak boleh lari: Kalau mau main lari-larian, gimana kalau di luar aja?

3. Jangan jalan jauh-jauh! Nanti kamu hilang: Adik tetap gandeng tangan Mama ya biar enggak terpisah.

4. Bahaya main pisau: Pisaunya simpan yuk! Kita main lempar bola.

5. Kamu cengeng, jangan nangis: Anak pintar kenapa menangis? Kalau sudah enggak jengkel/kesal main lagi ya.

6. Berhenti makan es!: Makan es krim enak ya Kak? Tapi kalau kebanyakan bisa bikin perut kembung, gigi juga bisa sakit.

7. Jangan dibuat mainan makanannya: Kalau sudah kenyang, Mama beresi ya makanan kamu.

8. Enggak boleh lempar remote tv!: Kalau remote rusak nanti kita susah nyalaiin tv.

9. Stop! Jangan memukul: Bicara baik-baik sama Mama, kenapa adik memukul? Orang yang dipukul sedih dan sakit.

10. Kamu nakal! Berhenti naik-naik: Main di bawah aja biar aman. Kalau adik jatuh rasanya sakit.

Simak juga nih, Bun, cara Melaney Ricardo mendidik anaknya agar jadi pemberani!

[Gambas:Video Haibunda]

(rap/rdn)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi