parenting

Cara Menjelaskan pada Anak agar Tak Jadi korban Kejahatan Seksual

Ratih Wulan Pinandu Jumat, 27 Sep 2019 14:00 WIB
Cara Menjelaskan pada Anak agar Tak Jadi korban Kejahatan Seksual
Jakarta - Belakangan, marak kejahatan seksual dialami anak-anak. Terbaru ramai dibicarakan kasus anak umur lima tahun, di Sukabumi yang jadi korban pembunuhan ibu angkatnya. Setelah sebelumnya jadi korban pemerkosaan dua kakak angkatnya. Miris banget ya, Bun.

Sebagai orang tua tentu kita khawatir setengah mati. Rasanya was-was, kalau sampai anak kita menjadi korban tindak kejahatan seksual seperti dialami anak di atas. Untuk itulah, mengapa penting mengajari anak pendidikan seks sedini mungkin.

Membicarakan seks pada anak sangat mungkin dilakukan sejak mereka masih bayi lho, Bun. Caranya dengan menyebutkan bagian tubuh sesuai dengan namanya. Bunda bisa melakukannya saat memandikan atau mengganti popoknya.


"Misalnya, Nak, ini penisnya Bunda bersihkan dulu ya biar enggak ada sisa pipisnya" ungkap Adisti F.Soegoto, M.Psi Psikolog anak dari Mayapada Healthcare Jakarta Selatan.

Cara Menjelaskan pada Anak agar tak Jadi korban Kejahatan SeksualSeks edukasi/ Foto: iStock

Menurut Adisti, saat Bunda terbiasa menyebut anggota tubuh sesuai namanya mereka akan mengenal body part sesuai namanya. Nantinya, anak akan mengenal bagian tubuh yang perlu dilindungi. Itu menjadi bagian penting dalam pola asuh yang harus diterapkan ke anak-anak.

Melansir Washington Post, pelecehan seks yang dialami seseorang di masa kecilnya dapat menimbulkan gangguan stres dan trauma. Sayangnya, statistik pelecehan seksual pada anak-anak ini susah ditelusuri karena banyak kasus yang tak dilaporkan.

RAINN, sebuah organisasi antikekerasan seksual mengatakan, 1 dari 9 anak perempuan dan 1 dari 53 anak laki-laki di bawah 18 tahun, menjadi korban kekerasan seksual oleh orang dewasa. Untuk itulah, pendidikan seks menjadi ulasan penting yang harus didiskusikan dengan anak-anak secara terbuka.

Para ahli menyarankan agar orang tua berbicara dengan anak-anak mengenai pelecehan seksual dan tubuh mereka.

Mulailah bicara dengan mereka tentang tubuh sejak dini. Penting untuk memberi pesan anak-anak tentang fungsi tubuh dan seks tanpa mempermalukan mereka karena penasaran. Jangan paksa anak untuk memeluk, mencium, atau bahkan duduk di pangkuan siapa pun.

Ajari anak-anak bahwa mereka adalah satu-satunya orang yang diizinkan untuk menyentuh bagian tubuh seksual mereka. Kecuali dokter yang perlu memeriksa bagian-bagian tubuh tertentu untuk alasan kesehatan.

"Pada usia termuda (bahkan saat mengganti popok) kita dapat mengajar anak-anak nama yang benar dari bagian tubuh mereka dan dengan mengajarkan batasan tubuh yang hanya boleh disentuh mereka sendiri," kata Laura Reagan, seorang pekerja sosial klinis berlisensi di Maryland.

Dalal Musa, seorang pekerja di Pusat Program Gangguan Pascatrauma dan Disosiosiatif di Psychiatric Institute of Washington, menambahkan bahwa penting juga agar orang tua menghindari memukul anak-anak mereka. Sebab, itu bisa merusak kedekatan anak dengan orang tua, Bun.

"Penggunaan hukuman fisik sangat merusak martabat, keamanan, dan privasi anak-anak. Praktik ini sepenuhnya bertentangan dengan mengajar anak-anak untuk menghargai tubuh dan harga diri mereka sendiri dan orang lain," kata Musa.

Lebih jauh, Bunda dan Ayah disarankan untuk mulai berbicara mengenai dasar-dasar reproduksi ketika anak berusia 5 tahun. Menurut Musa, pada kitaran usia 4-5 tahun, rasa tahu anak-anak begitu tinggi. Terutama mengenai dari mana bayi berasal, dan Bunda dapat bicara seks secara akurat, sederhana tanpa harus terlalu detail.

Semoga membantu ya, Bun.

Bunda, simak juga cara menyikapi anak yang sudah mulai menampakkan perasaan sayang ke lawan jenis.

[Gambas:Video Haibunda]

(rap/rdn)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi