Sign Up search


parenting

Anak Cacingan, Kenali Jenis Cacing dan Cara Mengobatinya

Asri Ediyati Senin, 21 Oct 2019 15:21 WIB
Anak Cacingan, Kenali Jenis Cacing dan Cara Mengobatinya caption
Jakarta - Tinggal di daerah tropis, membuat anak-anak rentan cacingan. Suhu dan kelembapan lingkungan di Indonesia amat mendukung cacing untuk bisa berkembang biak. Ditambah lagi, menurut dr. Elizabeth Jane Soepardi MPH DSc, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik (P2PTVZ), Kemenkes RI, Indonesia sebagai negara terbesar ketiga setelah India dan Nigeria sebagai negara yang membutuhkan tindakan pencegahan penyakit cacingan. Hii.. jadi merinding ya, Bunda?

Bagaimana cacing bisa ada di dalam tubuh? "Cacing dapat masuk ke tubuh manusia melalui kontak langsung antara kulit dengan tanah yang kotor," kata Jane.

Mengingat tinggal di daerah tropis membuat kita dan anak rentang cacingan, untuk itu, kita perlu tahu informasi tentang cacingan dan jenis-jenis cacing. Nah, untuk lebih lengkapnya, Bunda bisa membaca penjelasan detail berikut ini.

Gejala umum


- Anak yang cacingan akan selalu terlihat lesu dan lemah. Dikutip dari detikcom, ini disebabkan karena cacing yang berkembang biak mengambil nutrisi dengan menghisap darah sehingga orang tersebut akan mengalami anemia.

- Cacingan dapat menimbulkan sakit perut yang memungkinkan berkembang menjadi diare. Sebab, cacing yang hidup dalam saluran pencernaan terus memakan dan menggerogoti sari-sari makanan.

- Demam, tentu karena ada kehadiran cacing ditubuh dianggap benda asing alhasil tubuh mengalami inflamasi.

- Berat badan turun, karena nutrisi dalam tubuh diserap oleh cacing-cacing di tubuh, berat badan anak cacingan akan ikut turun drastis.

- Sering batuk masuk dalam gejala yang muncul untuk masalah yang satu ini. Jangan salah, cacing bisa dapat hidup di paru-paru dan menyebabkan batuk yang tak kunjung sembuh.

- Nafsu makan bisa berkurang atau bertambah.

- Feses anak yang berdarah.

- Bagian tubuh gatal-gatal ketika anak cacingan. Namun, rasa gatal timbul tergantung dari jenis dan apa yang diserang oleh cacing tersebut.
ilustrasi anak sakit perutilustrasi anak sakit perut/ Foto: Thinkstock

Penyebab

Beberapa penyebab anak cacingan karena sering tak memakai sandal saat beraktivitas di luar ruangan. Hal ini mengakibatkan telur cacing masuk ke tubuh. Kemudian, tak cuci tangan sebelum makan, kuku bisa jadi tempat telur cacing. Selain itu, jajan sembarangan memungkinkan anak bisa cacingan, Bunda.

Jenis cacing

Ada beberapa jenis cacing, namun jenis-jenis ini yang umum ditemui:

1.Cacing Pita

Cacing pita bisa masuk ke dalam tubuh saat anak makan atau minum sesuatu yang terkontaminasi cacing atau telurnya. Saat masuk ke dalam tubuh, cacing pita menempel pada dinding bagian dalam usus. Cacing ini makan makanan yang dicerna oleh anak. Padahal makanan itu untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak.

Cacing pita tubuhnya tersusun oleh segmen-segmen. Bayangkan, tiap segmen bisa menghasilkan ribuan telur. Lalu cacing pita sendiri bisa punya lebih dari 3.000 segmen. Duh merinding deh! Mereka bisa tumbuh hingga panjangnya 25 meter dan bisa hidup selama 30 tahun.

Jika cacing pita ini terpisah segmen tubuhnya, dia bisa tetap hidup dan bertahan di luar tubuh manusia selama berbulan-bulan. Yang bikin gawat nih, anak yang kena infeksi cacing pita enggak menunjukkan gejala berarti. Jadi, kita enggak tahu apakah di tubuh anak ada cacing pita atau enggak. Beberapa anak mungkin mengeluh mual ringan, diare, sakit perut, berat badan turun, dan anemia. Kalau makin parah, anak bisa defisiensi vitamin B12 dan mengalami kerusakan sistem saraf.

2. Cacing Gelang

Cacing gelang punya panjang 30-35 cm. Infeksi cacing gelang atau biasa disebut ascariasis adalah hal paling umum yang terjadi di dunia, biasanya terjadi di area yang enggak bersih dan kumuh. Ascariasis terjadi saat telur cacing (biasa ditemukan di tanah dan kotoran manusia) tertelan anak. Setelah tertelan, akan masuk ke saluran pencernaan dan setelah menetas, larva akan bergerak pindah ke seluruh tubuh, bisa masuk ke hati dan paru-paru melalui aliran darah. Cacing gelang ini bisa hidup 1-2 tahun, lho.

Setelah larva menjadi dewasa akan hidup di usus halus. Cacing dewasa betina akan produksi sebanyak 240.000 telur dalam sehari. Gejala yang ditimbulkan dari infeksi cacing gelang adalah adanya cacing pada BAB anak, batuk kering, enggak nafsu makan, dan demam. Gejala yang lebih parah bisa muntah, napas pendek, atau perut membuncit.

3. Cacing Kremi

Infeksi cacing kremi ini sudah umum banget dan bisa menyerang jutaan orang di dunia tiap tahunnya dan yang paling sering kena biasanya anak-anak. Gejala cacing kremi enggak separah dengan gejala infeksi dari cacing lainnya. Cacing ini bisa menyebabkan gatal dan bikin enggak bisa tidur karena anak maunya garuk-garuk melulu.

Cacing kremi masuk ke tubuh anak saat masih jadi telur, kemudian masuk ke saluran pencernaan dan menetas di usus halus. Setelah menetas mereka berubah jadi larva dan masuk ke usus besar. Sekitar 1-2 bulan kemudian, cacing kremi betina bergerak ke area rectum (saluran ujung usus besar sebelum dubur) dan bertelur di situ. Hal itulah yang bikin gatal di sekitar dubur.

Saat anak menggaruk bagian yang gatal, telur-telur cacing tersebut akan pindah ke jari-jari anak. Jari-jari yang udah terkontaminasi bisa membawa telur-telur tadi masuk ke mulut dan akhirnya siklus cacing kremi dimulai lagi. Jadi kalau suatu saat anak bilang bagian duburnya gatal, larang dia untuk menggaruk area dubur ya. Karena bisa membawa telur cacing kremi ini.
ilustrasi anak minum obatilustrasi anak minum obat/ Foto: Istock

4. Cacing Tambang

Cacing ini berukuran kecil, kurang dari 1 cm. Tapi cacing ini kecil-kecil cabe rawit. Cacing ini bisa menimbulkan infeksi di usus halus. Dua jenis dari cacing tambang ini memiliki gigi pengait di mulutnya yang berfungsi untuk menempel di dinding usus.

Infeksi cacing biasanya berkembang setelah anak memegang atau menyentuh tanah yang terkontaminasi dengan kotoran manusia yang sebelumnya telah terinfeksi cacing tambang. Risiko paling tinggi dialami anak-anak yang sering main tanpa pakai alas kaki. Di tanah, cacing tambang bertelur dan membentuk larva, yang bisa masuk melalui kulit kaki dan masuk ke aliran darah.

Saat dewasa, cacing tambang betina biasanya bertelur di dalam usus. Pada saat menempelkan tubuhnya di usus dengan pengait, nbisa timbul pendarahan kecil. Telur-telurnya nanti akan keluar melalui BAB.

Sama gawatnya kayak cacing pita nih, kebanyakan anak yang terinfeksi enggak menunjukkan gejala. Namun, efek jangka panjangnya, anak bisa defisiensi zat besi dan anemia karena pendarahan pada dinding usus. Gejala lainnya kalau sudah lama terinfeksi yaitu diare, kram perut, ruam merah pada kaki, batuk, demam, enggak nafsu makan dan berat badan turun.

Pencegahan

Bagaimana cara mencegah anak cacingan? Caranya gampang banget, kata dr. Elizabeth Jane Soepardi MPH DSc, si kecil harus memakai alas kaki setiap pergi keluar rumah.

"Jangan berkesan 'ah biar anak saya natural jadi pakai barefoot aja', kalau mau seperti itu pastikan di luar itu steril enggak ada cacing maupun telur cacing," kata Jane.

Selain itu, biasakan diri kita untuk mencuci tangan dengan sabun jika makan atau menyuapi si kecil. Kita juga harus sering memantau kebersihan kuku si kecil, karena enggak tahu kan kalau ada telur cacing satu tersangkut di kuku.

"Bukan berarti kita menghambat anak untuk bermain di luar, boleh banget karena memang pekerjaan anak-anak itu bermain, tapi setelah pulang masuk ke rumah, ajarkan untuk mencuci tangan dan kaki," tutur Jane.

Pengobatan

Mengutip dari WebMD, pengobatan disesuaikan dengan kebutuhan atau tingkat keparahannya. Dokter bisa meresepkan obat yang sesuai. Misalnya cacing pita, dokter bisa meresepkan obat seperti praziquantel atau nitazoxanide. Ini akan membunuh cacing dewasa, tetapi mereka tidak akan membunuh telur, yang masih dapat menyebabkan infeksi. Bunda bahkan mungkin perlu memberi sampel feses anak selama beberapa bulan kepada dokter untuk memastikan semua cacing hilang.

Lebih sulit lagi untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh kista cacing pita. Selain obat yang membunuh cacing pita, Bunda mungkin perlu obat untuk mengurangi peradangan atau gejala lain, seperti kejang. Tergantung di mana kista berada dan berapa banyak yang dimiliki, si kecil bisa saja perlu pembedahan untuk mengangkatnya

Simak juga video bahaya makan daging mentah, ada risiko cacing bisa masuk ke otak:

[Gambas:Video Haibunda]



(aci/som)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi