sign up SIGN UP search


parenting

Anak Bunda Sering Marah dan Lemas? Waspadai Gejala Cacingan

Ratih Wulan Pinandu Rabu, 12 Dec 2018 15:03 WIB
Anak yang terkena cacingan sering mengalami perubahan perilaku. Di antaranya suka marah-marah dan lemas, karena nutrisnya di makan cacing, Bun. caption
Jakarta - Penyakit cacingan rasanya tak bisa dipisahkan dari dunia anak-anak ya, Bun. Kebiasaan anak bermain tanah dan kotoran menjadi salah satu pemicu terkena cacingan. Sebenarnya, cacingan itu berbahaya nggak sih, Bun?

Melansir SA Health, cacing yang menyebabkan infeksi pada manusia adalah parasit yang hidup dan berkembang biak di dalam usus. Cacing yang paling umum menyerang anak-anak adalah enterobius vermicularis atau lebih dikenal dengan sebutan cacing kremi.

Cacing kremi ini bersembunyi di bawah kuku jari anak, Bun. Sedangkan penularaanya sendiri bisa lewat mulut karena anak-anak kadang memasukan berbagai jenis benda ke mulutnya dengan sembarangan. Penularan lainnya, bisa disebabkan oleh kebiasaan anak menggaruk pantat, dan tidak mencuci tangan setelah dari toilet.


Cacing bisa saja jatuh ke selimut atau pakaian, lalu bertahan selama dua minggu di tempat yang sama. Sedangkan cacing yang masuk ke dalam mulut, akan menetas di dalam usus, lalu terbawa keluar lewat anus.
Anak Sering Marah dan Lemas? Waspadai Gejala Cacingan, BundaAnak cacingan/ Foto: Thinkstock
Anak yang menderita cacingan akan mengalami perubahan perilaku, Bun. Di antaranya anak akan mudah marah, lalu kehilangan nafsu makan, gatal di sekitar anus dan terasa lebih parah di malam hari. Selain itu, anak juga akan lemas karena mengalami anemia dan dalam beberapa kasus mengalami mual atau muntah.

"Semua makanan bergizi dan segala macamnya itu sudah dimakan sama cacing. Anak nanti lama-lama bisa kena stunting," kata drg Vensya Sitohang, MEpid dikutip dari detikcom.

Untuk memastikan anak Bunda mengalami cacingan atau tidak, harus dilakukan pengawasan lebih lanjut. Cara yang paling mudah, memeriksa cacing di dalam feses anak. Bunda dan Ayah juga bisa memeriksa pantat anak pada malam hari. Namun, metode yang terbaik yaitu melakukan tes pita lengket. Tahu nggak, Bun, gimana caranya?


Gampang kok, Bunda hanya perlu melekatkan selotip ke kulit di sekitar anus pada pagi hari, sebelum mereka ke toilet. Lalu, masukkan selotip itu ke dalam toples kaca dan bawa ke dokter untuk diperiksa dengan mikroskop.

"Ya tapi untuk tahu pastinya kita harus lakukan periksa kotoran biar nanti dilihat ada telur cacingnya atau enggak," imbuh dr Sri Kusumo Amdani, SpA(K).

Jika si kecil terkena cacingan, Bunda bisa langsung membelikannya obat di apotek tanpa resep dokter. Namun, jika Bunda ingin mencoba pengobatan alami, bisa mencoba bahan alami yang direkomendasikan Shisuworld berikut ini.

Salah satunya yaitu memakan pepaya mentah, yang dipercaya dapat menyingkirkan cacing kremi. Caranya, Bunda kupas pepaya mentah lalu haluskan menggunakan blender. Ambil 1 sdm sarinya dan campurkan dengan 1 sdm madu. Setelah itu, tambahkan 4 sendok makan air hangat dan aduk hingga rata. Berikan pada anak di pagi hari dalam keadaan perut kosong. Lakukan selama seminggu hingga cacing tersingkir.

Cara lainnya, dengan menambahkan banyak bawang putih dalam makanan sehari-hari. Cara ini dipercaya akan mencegah anak dari cacingan. Berbicara bumbu dapur, Bunda juga bisa menaburkan bubuk pala dalam menu makanan si kecil untuk membasmi cacing kremi.

Namun sebelum anak mengalami cacingan, ada baiknya Bunda melakukan pencegahan lebih dulu ya. Ajari dan biasakan si kecil untuk melakukan hal-hal di bawah ini:

1. Pastikan anak-anak mencuci tangan setelah menggunakan toilet dan sebelum makan.

2. Ganti pakaian dalam sehari sekali. Sedangkan untuk seprai juga harus diganti setelah beberapa hari. Cuci seprai dan pakaian anak menggunakan air panas untuk membunuh telur cacing.

3. Bersihkan dudukan toilet atau pisspot secara teratur.

4. Potong kuku secara teratur, karena menjaga kuku jari tetap pendek merupakan cara efektif mencegah anak cacingan.



(rap/muf)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi