HaiBunda

PARENTING

Reaksi Tepat Ortu bila Anak Lihatkan Alat Kelamin ke Teman Saat Main

Melly Febrida   |   HaiBunda

Jumat, 22 Nov 2019 16:00 WIB
Reaksi Tepat Ortu bila Anak Lihatkan Alat Kelamin ke Teman Saat Main/ Foto: iStock
Jakarta - Anak-anak biasanya senang main dokter-dokteran. Bahkan, anak mempraktikkan hal-hal yang mungkin membuat orang tua kaget. Misalnya, ketika anak-anak membuka celananya di depan temannya dan menunjukkan organ intim ke temannya.

Biasanya, orang tua langsung ngomel-ngomel dan menceramahi anak panjang lebar. Atau yang paling ekstrem, melarang anak bermain dengan temannya meski belum tentu itu kesalahan temannya.

Steven Dowshen, ahli endokrin pediatrik di Wilmington, Delaware, mengatakan memang anak usia 3 hingga 6 tahun itu senang main dokter-dokteran. Sayangnya, kebanyakan reaksi orang tua berlebihan ketika melihat perilaku anak yang menunjukkan organ intimnya.


"Menghadapinya bukan dengan memarahinya. Orang tua juga tidak boleh menganggap ini akan mengarah ke perilaku yang tidak senonoh," kata Dowshen mengutip Kids Health.

Terkadang, anak menganggap kehadiran orang tua bisa mengganggu permainan mereka. Untuk itu, Dowshen menyarankan agar orang tua mengarahkan anak melakukan aktivitas lain tanpa harus marah-marah. Setelah itu, orang tua berusaha menjelaskan agar tetap menjaga bagian tubuh mereka tertutup di depan orang lain.

Menurut Dowshen, cara ini akan menetapkan batasan tanpa membuat anak merasa bersalah. Pada usia ini, lanjut Dowshen, tepat untuk mulai membicarakan tentang sentuhan yang baik dan buruk. Anak-anak harus tahu bahwa tubuh mereka adalah milik mereka sendiri dan mereka memiliki hak privasi.

Reaksi Tepat Ortu bila Anak Lihatkan Alat Kelamin ke Teman Saat Main/ Foto: iStock
"Tidak seorang pun, bahkan seorang teman atau anggota keluarga, memiliki hak untuk menyentuh area pribadi anak," kata Dowshen.

Anak-anak juga harus tahu kalau ada orang yang menyentuh dengan cara yang terasa aneh, mereka harus memberi tahu orang itu untuk menghentikannya dan kemudian memberi tahu orang tua tentang hal tersebut. Namun, The American Academy of Pediatrics (AAP) mencatat untuk aturan ini ada pengecualian ketika orang tua, dokter, atau perawat mencoba menemukan sumber rasa sakit atau tidak nyaman di area genital atau saat pemeriksaan fisik.

Beberapa waktu lalu, psikolog anak dan remaja Ratih Zulhaqqi pernah mengatakan anak-anak perlu membedakan sentuhan yang baik atau buruk. Ini untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan.

"Bad touch, sebenarnya lebih kepada kita kasih batasan ke anak kalau ada perilaku yang bikin kamu nggak nyaman, hindari. Termasuk kalau ada orang yang menyentuh area pribadi yaitu mulut, dada, bokong, dan alat kelamin, hindari juga," kata Ratih yang praktik di RaQQi Human Development and Learning Centre.


Membuat mainan dari bahan kain? Bisa kok, Bun. Simak tips di video ini ya:



(rdn/rdn)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Potret Pernikahan Gisela Cindy dan Sian di Kanada, Dekorasi Didominasi Bunga Warna Putih

Mom's Life Amira Salsabila

7 Rekomendasi Susu UHT untuk Ibu Hamil

Rekomendasi Produk Amrikh Palupi

Cara Mengenali Perasaan Diri Sendiri agar Lebih Memahami Emosi

Mom's Life Amira Salsabila

150 Nama Bayi Terinspirasi Batu Permata dan Artinya untuk Anak Laki-laki dan Perempuan

Nama Bayi Annisya Asri Diarta

Curhat Alyssa Daguise setelah Berjuang Pasca Melahirkan, Kini Menyusui Jadi Momen Favorit

Menyusui Amrikh Palupi

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Potret Pernikahan Gisela Cindy dan Sian di Kanada, Dekorasi Didominasi Bunga Warna Putih

7 Rekomendasi Susu UHT untuk Ibu Hamil

Cara Mengenali Perasaan Diri Sendiri agar Lebih Memahami Emosi

150 Nama Bayi Terinspirasi Batu Permata dan Artinya untuk Anak Laki-laki dan Perempuan

Potret Kedekatan Taufik Hidayat Bersama Anak yang Sudah Gadis

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK