parenting

10 Penyebab & Penanganan Mata Merah pada Bayi

Annisa Karnesyia Selasa, 26 Nov 2019 18:40 WIB
10 Penyebab & Penanganan Mata Merah pada Bayi
Jakarta - Sakit mata bisa terjadi pada siapapun, Bun. Terutama pada anak-anak dan bayi.

Salah satu sakit yang sering diidap anak-anak adalah mata merah. Mengutip Healthline, hal ini bisa disebabkan karena bakteri, alergen, atau iritasi


Salah satu atau kedua mata bayi bisa menjadi merah atau merah muda ketika virus, bakteri, alergen, atau iritasi pada konjungtiva. Konjungtiva adalah penutup transparan dari bagian putih mata.


Mata merah juga dikenal sebagai konjungtivitis, yaitu penyebab umum dari perubahan warna mata dan ketidaknyamanan pada anak-anak dan orang dewasa.

Penyebab mata merah

1. Konjungtivitis virus

Konjungtivitis yang disebabkan virus ini iasanya muncul bersama demam atau sakit tenggorokan. Gejalanya mata merah di salah satu atau kedua mata, berair, dan terasa gatal.

2. Konjungtivitis bakteri

Penyebab kondisi ini adalah bakteri seperi streptococcus, hemophilus, atau staphylococcus. Selain mata merah, gejala lainnya adalah mata berair dan gatal. Konjungtivitis ini juga bisa menyebabkan kotoran kuning tebal yang bisa menjadi kerak di mata.

3. Konjungtivitis alergi

Konjungtivitis alergi jarang menyebabkan mata merah pada bayi, tetapi bisa terjadi jika si kecil memiliki alergi terhadap debu, asap, atau alergen lain. Gejalanya adalah mata merah, berair, dan bengkak.

4. Abrasi atau trauma kornea

Kondisi ini terjadi ketika ada cedera superfisial atau goresan pada kornea. Kornea adalah jendela pelindung yang jernih di bagian depan mata. Kornea bayi bisa tergores oleh kotoran, pasir, debu, partikel logam, serutan kayu, atau ujung selembar kertas. Gejala dan tanda trauma kornea adalah nyeri, kemerahan, dan peka terhadap cahaya.

5. Perdarahan

Pendarahan ini terjadi ketika pembuluh darah kecil (kapiler) pecah di bawah konjungtiva bayi, sehingga menyebabkan mata merah. Konjungtiva tidak dapat menyerap darah dengan cepat, sehingga darah terperangkap di sana, menyebabkan mata merah.

Perdarahan di subkonjungtiva ini umumnya tidak berbahaya dan hilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu. Biasanya akan muncul bercak merah pada bagian putih mata.

Ilustrasi mata merahIlustrasi mata merah/ Foto: Mata merah

6. Blepharitis

Blepharitis adalah peradangan pada kelopak mata yang dapat disebabkan oleh bakteri atau kelenjar minyak yang tidak berfungsi atau tersumbat di kelopak mata.

Jika bayi menderita blepharitis, mereka mungkin memiliki mata berair dan merah, kelopak mata gatal dan bengkak, kelopak mata lengket, kulit mengelupas di sekitar mata, bagian mata berkerak di pagi hari, dan bulu mata rontok.

7. Selulitis periorbital

Kondisi ini disebabkan infeksi bakteri pada kelopak mata atau kulit di sekitar mata. Gejalanya adalah pembengkakan dan kemerahan di sekitar mata, seperti goresan atau sayatan di dekat mata, serta area mata yang terasa lunak. Jika si kecil memiliki gejala-gejala ini, sebaiknya segera konsultasi

8. Ulkus kornea

Sebagian besar ulkus kornea disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus, namun bisa juga disebabkan robekan kecil dari goresan atau akibat dari mata kering. Gejala ulkus kornea adalah mata merah, nyeri, mata sobek, kelopak mata bengkak dan bercak putih bulat pada kornea

9. Uveitis

Uveitis adalah jenis peradangan mata yang mempengaruhi uvea (lapisan jaringan tengah di dinding mata). Tanda-tandanya sering muncul tiba-tiba dan cepat memburuk.

Kondisi ini dapat disebabkan oleh infeksi, cedera, penyakit radang atau autoimun. Ini adalah penyakit serius yang dapat menyebabkan hilangnya penglihatan permanen Bun.

"Penting untuk mendiagnosis dan mengobatinya lebih dini, jadi hubungi dokter jika mencurigai bayi menderita kondisi ini," kata ahli obgyn, Kate Shkodzik, MD, melansir dari Flo.

10. Episcleritis

Episcleritis atau peradangan episclera dapat mempengaruhi satu atau kedua mata. Dalam kebanyakan kasus, tidak ada penyebab spesifik yang dapat ditemukan. Tanda dan gejalanya adalah mata merah. Beberapa bayi mungkin juga mengalami terbakar atau iritasi dan kepekaan terhadap cahaya.


Pengobatan

Perawatan mata merah pada bayi tergantung pada penyebabnya. Menurut Shkodzik, untuk mengobati konjungtivitis karena alergi, dokter akan meresepkan obat tetes mata untuk meredakan gejala. Untuk kasus uveitis yang diobati adalah kondisi spesifik serta untuk mengurangi peradangan.

"Dokter dapat meresepkan obat tetes mata untuk mengurangi peradangan atau antivirus atau antibiotik untuk mengobati infeksi pada kasus uveitis," kata Shkodzik.

Nah, untuk kondisi blepharitis, penanganannya bisa dengan kompres hangat dan dengan lembut untuk membersihkan mata bayi. Sedangkan kemerahan mata karena perdarahan bisa hilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu.

Jika mata merah bayi disebabkan abrasi kornea, hubungi dokter sesegera mungkin. Kalau tidak, infeksi dapat terjadi dan menyebabkan ulkus kornea.

"Untuk kemerahan mata akibat peradangan episclera mungkin membaik dengan sendirinya dalam waktu seminggu atau 10 hari," ujar Shkodzik.

10 Penyebab & Penanganan Mata Merah pada Bayi
Bunda, simak juga manfaat anak periksa mata secara rutin di video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

(ank/rap)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi