parenting

Cacar Air pada Anak, Kenali Gejala dan Cara Penanganannya

Siti Hafadzoh Sabtu, 23 Nov 2019 11:45 WIB
Cacar Air pada Anak, Kenali Gejala dan Cara Penanganannya
Jakarta - Cacar air merupakan salah satu penyakit yang sangat dikhawatirkan oleh beberapa Bunda. Virusnya yang cepat menyebar dan bekas cacar yang sulit hilang jadi penyebab ketakutan para ibu.

Cacar air disebabkan oleh virus Varicella zoster. Penyakit ini hanya muncul satu kali seumur hidup. Kalau sudah kena penyakit ini, tidak akan kambuh lagi. Tapi, bisa saja terinfeksi lagi dengan nama penyakit lain, yaitu Herpes zoster.




"Virus ini ditularkan melalui percikan ludah dan cairan dari lepuhan kulit yang pecah," tulis dr Gustin Oktaviayu Cendhikalistya dalam buku Ibuku Dokterku.

Penyakit cacar air memiliki gejala khusus yang bisa dikenali. Gejala tersebut antara lain.

1. Demam

2. Muncul bintik merah datar dalam 24-36 jam. Kemudian, bintik merah tersebut berisi cairan (vesikel) yang terasa gatal dan mengering dalam waktu 8 jam.

3. Vesikel yang muncul di selaput lendir mulut hingga tenggorokan bisa menyebabkan sakit ketika menelan. Sehingga, anak menolak untuk makan dan mengalami gangguan napas.

4. Hari kelima, lepuhan baru tidak akan muncul.

5. Hari ke 10-20 semua lepuhan menghilang.

Perlu diingat, Bun, luka cacar air bisa terinfeksi oleh bakteri kalau digaruk.

Cacar Air pada Anak, Kenali Gejala dan Cara PenanganannyaIlustrasi cacar air/ Foto: iStock

Ketika anak cacar air, Bunda bisa melakukan beberapa tindakan di rumah. Berikut tindakan yang bisa dilakukan.

1. Tangani demam

2. Mengompres atau mengoleskan lotion kalamin, antihistamin, atau menthol pada kulit yang terdapat vesikel untuk mengurangi rasa gatal.

3. Tetap mandikan anak.

4. Jaga kebersihan badan dan pakaian anak.

5. Bila sakitnya cukup berat, berikan acyclovir pada anak usia di atas 2 tahun. Berikan pada 24 jam pertama karena setelahnya sudah tidak efektif lagi.

Kalau anak belum terkena cacar air, Bunda bisa melakukan tindakan pencegahan dengan melakukan vaksinasi. Tapi, vaksin hanya efektif ketika anak belum terpapar virus cacar air ya.

Mengutip situs resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), vaksinasi tidak bisa mencegah bertambah banyaknya gelembung cacar air. Ketika sudah terdapat gelembung cacar air, berarti anak sudah tertular virus tersebut sekitar 3-7 hari sebelumnya.

Kemudian jika di dalam rumah atau sekolah ada penderita cacar air, apakah anak lain harus segera divaksin untuk mencegah penularan?

Apabila belum lewat 48 jam anak sehat kontak dengan pasien cacar air kemungkinan besar anak sehat tersebut dapat dicegah dengan vaksinasi cacar air agar tidak tertular. Namun jika lebih dari 48 jam maka kemungkinan anak sudah tertular virus cacar air tersebut, kemudian sudah mulai berkembang biak di dalam tubuh anak tersebut. Dengan demikian vaksinasi tidak mampu mencegah kelanjutan penyakit tersebut.

Anak yang sudah pernah kena cacar air enggak perlu melakukan vaksinasi lagi ya, Bun. Umumnya, anak yang sudah pernah sakit cacar air akan punya kekebalan terhadap virus tersebut sampai dia dewasa.

Cacar Air pada Anak, Kenali Gejala dan Cara Penanganannya

Berbagai benda di sekitar anak bisa menularkan penyakit, salah satunya terompet. Simak tips menghindari penularan penyakit lewat terompet dalam video berikut ini ya, Bun.

[Gambas:Video Haibunda]

(sih/som)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi