Sign Up search


parenting

Disebut Sebagai Pohon Ajaib, Ternyata Ini Manfaat Daun Kelor

Maya Sofia Senin, 10 Feb 2020 14:12 WIB
Disebut Sebagai Pohon Ajaib, Ternyata Ini Manfaat Daun Kelor caption
Jakarta - Bunda pernah mendengar kelor? Tumbuhan dari suku Moringaceae ini memiliki banyak manfaat lho.

Kelor banyak ditemui di Afrika Barat, Timur, dan Selatan serta negara-negara tropis di Asia. Kelor dikenal sebagai spesis paling bernilai secara ekonomi dan merupakan tanaman asli Asia Selatan.


Kelor tumbuh di kaki bukit Himalaya, namun banyak dibudidayakan di seluruh daerah tropis.


Seluruh bagian dari tumbuhan kelor bisa dikonsumsi, seperti polong, daun, bijian-bijian, akar, umbi-umbian, hingga bunganya. Tak heran jika tumbuhan ini dijuluki miracle tree alias pohon ajaib.

Mengutip web FAO, daun kelor bisa dikonsumsi langsung atau dikeringkan untuk kemudian ditumbuk menjadi bubuk. Sementara biji kelor dipetik saat masih hijau dan bisa disantap mentah atau dimasak.

Adapun benih kelor bisa dimakan langsung atau dipanggang. Adapun bubuk benih kelor biasanya digunakan saat memasak kari atau dapat juga diseduh menjadi teh.

Di Dusun Banjar Mandala Sari, Denpasar, Bali, pohon kelor menjadi perhatian khusus warga setempat. Mengutip web Kementerian Kesehatan, daun kelor dianggap sebagai jenis sayuran yang murah dan tersedia di dusun tersebut.

Selain itu daun kelor memiliki gizi tinggi yang dibutuhkan anak-anak, terutama balita. Hal ini dijelaskan Kepala Paud Mandala Kumara, Ni Made Sulastri, SE pada 24 April 2019 lalu.

Posyandu dan PAUD ini juga telah mampu mengedukasi orang tua wali murid menggunakan daun kelor sebagai pemberi makan tambahan (PMT) anak dengan berbagai macam jenis makanan.

"Awalnya berupa puding, kemudian berkembang menjadi nugget dan sub. Daun kelor merupakan makanan bergizi, murah dan mudah, karena bahannya mudah ditemukan di sekitar lingkungan," ucap Made.

Manfaat Daun KelorManfaat Daun Kelor. (Foto: iStock)

Menurutnya, dari berbagai macam makanan tambahan yang diproduksi posyandu dan masyarakat, anak-anak paling menyukai puding dan sayur sub, kemudian nuggetnya.

"Kami, setelah memenangkan lomba, tidak lantas berhenti, tapi terus berinovasi mengembangkan apa yang terbaik untuk masyarakat dalam meningkatkan kesehatan masyarakat," katanya.

Untuk mendukung kelestarian PMT dari bahan baku daun kelor, kader posyandu beberapa kali mengadakan demo masak sehat berbahan daun kelor. Dengan demikian masyarakat semangat menanam daun kelor dan memasaknya.


Menurut Dewi, kader posyandu Kumara, bahwa masyarakat terutama wali murid, kader PKK dan masyarakat sudah teredukasi pentingnya makan sayur, terutama untuk anak-anak balita. Sekarang sudah menjadi budaya menanam pohon kelor dan mengolahnya untuk PMT.

Menurutnya, daun kelor mempunyai nilai gizi tinggi. Daun kelor per porsi, mengandung energi, protein, lemak, karbohidrat, dan zat besi.

Bunda juga bisa simak ikan pengganti salon untuk MPASI dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]



(som/som)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi