HaiBunda

PARENTING

Bunda, Jangan Ganti Nama Hewan dengan Sebutan Lain Saat Anak Belajar

Asri Ediyati   |   HaiBunda

Rabu, 03 Jun 2020 18:18 WIB
Bunda, Jangan Ganti Nama Hewan dengan Sebutan Lain Saat Anak Belajar/ Foto: Getty Images/iStockphoto/fizkes
Jakarta -

Saat anak belajar nama hewan, mungkin secara enggak sadar kita mengganti nama hewan tersebut dengan sebutan lain seperti anjing menjadi gukguk. Bunda juga seperti itu?

Ternyata psikolog tak membenarkan itu. Menurut psikolog anak dan remaja, Ratih Zulhaqqi, orang tua sebaiknya menghindari penggantian nama hewan dengan sebutan lain. Ya, ini karena kita ingin anak sedang menambah kosakatanya.

"Belajar nama hewan itu proses menambah kosakata anak. Jadi disarankan pakai kata yang sebenarnya sambil menunjuk gambar atau bendanya," ujar Ratih saat dihubungi HaiBunda.


Penggantian nama hewan dengan sebutan lain seperti gukguk itu, menurut Ratih, enggak universal. Kalau enggak universal, nanti anak bisa bingung bahasa, Bunda.

"Ini sama dengan mau biasain anak nyebut vagina atau penis terus diganti jdi burung atau ada yang sebut vagina dompet. Jadi sebaiknya menggunakan kata yang sebenarnya," kata Ratih.

Bunda juga enggak perlu mengajarkan anak kalau anjing, babi itu hanya nama hewan dan tidak boleh untuk mengumpat. Ya, karena usia balita masih belum paham soal itu.

ilustrasi ibu dan anak/ Foto: iStock

"Enggak usah di-trigger kalau itu untuk penamaan binatang dan tidak boleh untuk mengumpat. Kalau semisal anak bilang 'babi' terus enggak ada babinya.. orang tua cukup bilang, "Mana ya babinya aku enggak lihat,'" jelas Ratih.

"Lagian mereka belum utuh belajar tentang moral judgement.. baru mau belajar kosakata," sambungnya.

Bagaimana jika anak tak sengaja mendengar orang mengumpat menggunakan nama binatang? Ratih mengatakan, ini bisa dijelaskan ke anak. Misalnya, 'Berarti orang itu benar atau salah'. Jadi kita sebagai orang tuanya perlu ajak anak diskusi supaya mereka berpikir.

Ada kah tipsnya? Ratih melanjutkan, "Kalau masih toddler (balita) ya selalu dicontohkan yang benar gimana, atau ketika dia mengumpat jelaskan ke mereka bahwa orang yang diumpat pasti merasa sedih dan lain-lain. Intinya sih diberikan bimbingan dengan penuh kasih sayang."

Simak juga cara Kirana Larasati agar anak happy belajar di rumah:



(aci/som)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Latsmi AFI Kini Tinggal di Jepang, Intip Potretnya Bersama Suami yang Jarang Tersorot

Mom's Life Annisa Karnesyia

Kanker Ginjal Diprediksi Bakal Naik Dua Kali Lipat Menurut Penelitian, Apa Penyebabnya?

Mom's Life Annisa Karnesyia

Kolesterol Tinggi Ada Gejalanya atau Tidak? Ini Penjelasan Dokter

Mom's Life Amira Salsabila

7 Cara Bijak Menjelaskan Kondisi Keuangan Keluarga yang Sulit kepada Anak

Parenting Nadhifa Fitrina

20 Ucapan Selamat Mudik Lebaran 2026, Lucu hingga Hangat

Mom's Life Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Via Vallen Melahirkan Anak Perempuan, Lebih Cepat dari HPL karena Hampir Alami Rahim Robek

7 Cara Bijak Menjelaskan Kondisi Keuangan Keluarga yang Sulit kepada Anak

Kolesterol Tinggi Ada Gejalanya atau Tidak? Ini Penjelasan Dokter

Kanker Ginjal Diprediksi Bakal Naik Dua Kali Lipat Menurut Penelitian, Apa Penyebabnya?

Latsmi AFI Kini Tinggal di Jepang, Intip Potretnya Bersama Suami yang Jarang Tersorot

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK