sign up SIGN UP search


parenting

9 Kelebihan Anak Disleksia yang Jarang Diketahui

Annisa Afani Senin, 08 Jun 2020 06:00 WIB
Children talking caption
Jakarta -

Bunda, anak pengidap disleksia memang kesulitan dalam membaca dan menulis. Namun, itu bukan berarti mereka bodoh.

Banyak orang yang belum memahami disleksia dengan tepat. Disleksia sendiri biasanya dipahami sebagai ketidakmampuan belajar khusus yang berasal dari neurobiologis. Ini ditandai dengan kesulitan untuk mengenal kata yang tepat, atau sulit dalam pengejaan serta dekode yang buruk.

Dilansir dari Psychology Today, definisi tersebut telah menjadi standar yang kita temui dalam banyak artikel di internet, lalu menempel pada pemahaman yang membacanya. Namun Bunda, definisi itu ternyata dianggap otoritatif oleh banyak dokter dan profesional.


Di satu sisi, definisi ini dianggap akurat dan didukung secara empiris karena disleksia memang dikaitkan dengan kesulitan seperti itu. Namun, ada juga yang berpikir bahwa definisi ini terlalu negatif, dan dihubungkan sebagai keterbatasan seseorang.

Mungkin, secara positif disleksia dianggap sebagai kunci seseorang menjadi pribadi kreatif. Hal tersebut pun semakin jelas setelah psikolog Dr. Beverley Steffart melihatnya secara langsung di Sekolah Tinggi Seni dan Desain Central St Martin di London pada akhir 1990-an.

Di sana, tiga perempat siswanya secara mengejutkan adalah penderita disleksia. Menariknya, meski berat bagi mereka untuk membaca dan menulis, Steffart menyimpulkan bahwa disleksia tidak selalu merupakan hal buruk.

Dalam buku The Dyslexic Advantage karya Brock Eide dan Fernette Eide pada 2011, peneliti menekankan bagaimana disleksia harus dikaitkan dengan pemikiran besar. Apa yang mereka maksudkan bahwa orang-orang yang mengalami disleksia kelihatannya pandai dalam menemukan hubungan dan melihat dunia secara holistik.

Untuk lebih jelasnya, disleksia tidak dapat disebut sebagai cacat lahir ya Bunda. Karena meskipun kemampuan membaca dan menulis mereka tertinggal, anak disleksia justru memiliki beberapa kemampuan yang belum tentu dimiliki oleh orang-orang secara umum.

Dilansir dari Nessy, berikut kelebihan yang dimiliki oleh anak penyandang disleksia:

1. Melihat gambaran besar

Anak penderita disleksia sering melihat hal-hal yang lebih holistik. Saat mereka dihadapkan pada sebuah pohon, dia akan melihat itu sebagai hutan.

"Seolah-olah orang dengan disleksia cenderung menggunakan lensa sudut lebar untuk melihat dunia, sementara yang lain cenderung menggunakan telefoto, masing-masing yang terbaik dalam mengungkapkan berbagai jenis detail," ucap Matthew H. Schneps dari Universitas Harvard.

2. Mudah menemukan hal aneh secara detail

Anak dengan disleksia unggul dalam pemrosesan visual global dan pendeteksian angka-angka mustahil. Ilmuwan disleksia Christopher Tonkin menggambarkan kepekaannya yang tidak biasa terhadap 'hal-hal yang tidak pada tempatnya'.

Ada begitu banyak orang dengan disleksia di bidang astrofisika yang mendorong penelitian di Pusat Astrofisika Harvard-Smithsonian. Temuan mengonfirmasi bahwa mereka yang menderita disleksia lebih baik dalam mengidentifikasi dan menghafal gambar yang kompleks.

3. Mengenali pola lebih baik

Anak dengan disleksia memiliki kemampuan untuk melihat bagaimana berbagai hal terhubung untuk membentuk sistem yang kompleks, dan untuk mengidentifikasi kesamaan di antara banyak hal. Kekuatan seperti itu cenderung memiliki signifikansi khusus untuk bidang-bidang seperti sains dan matematika, di mana representasi visual adalah kuncinya.

"Saya sadar menderita disleksia dan memilikinya sebagai bakat. Saya hidup di dunia pola dan gambar, dan saya melihat hal-hal yang tidak dilihat orang lain. Karena disleksia, saya dapat melihat pola-pola ini," ungkap Beryl Benacerraf, MD, seorang ahli radiologi dan ahli ultrasound terkenal di dunia.

4. Bagus dalam pengetahuan ruang

Banyak orang dengan disleksia menunjukkan keterampilan yang lebih baik dalam memanipulasi objek 3D dalam pikiran mereka. Banyak arsitek dan perancang busana top dunia menderita disleksia.

"Saya berprestasi buruk di sekolah, dan dianggap bodoh karena disleksia. Saya masih kesulitan membaca, harus berkonsentrasi sangat keras agar mata saya hanya melihat pada satu objek dan tidak melihat ke kanan-kiri-atas-bawah pada halaman buku," kata Thomas Jacob Hilfiger, perancang busana Amerika dan pendiri Tommy Hilfiger Corporation.

5. Berpikir dengan gambar

Orang dengan disleksia cenderung berpikir melalui gambar daripada kata-kata. Penelitian di University of California menunjukkan bahwa anak-anak dengan disleksia mengalami peningkatan memori dengan pengenalan gambar.

Imajinasi anak dijadikan realitaIlustrasi imajinasi anak dijadikan realita/ Foto: Instagram

Pemahat Perancis abad ke-19, Auguste Rodin dapat menatap lukisan di museum pada siang hari dan melukisnya berdasarkan ingatannya sendiri di malam hari. Disleksia yang dialami hampir tidak bisa membuatnya membaca atau menulis pada usia 14 tahun.

6. Penglihatan periferal lebih tajam

Orang dengan disleksia memiliki penglihatan periferal yang lebih baik daripada kebanyakan orang. Artinya, mereka dapat dengan cepat memotret keseluruhan adegan yang terlihat. Meskipun sulit untuk fokus pada kata-kata individual, disleksia tampaknya membuatnya lebih mudah untuk melihat secara luas.

7. Berpikir strategis

Tahu enggak Bunda, ternyata beberapa orang terkenal dan pengusaha di dunia seperti Thomas Edison, Henry Ford, Richard Branson, Steve Jobs dan Charles Schwab penyandang disleksia. Hal ini memungkinkan bagi mereka untuk memiliki pemikiran yang strategis dan kreatif yang dapat memberikan keuntungan nyata.

"Sepertinya aku berpikir dengan cara yang berbeda dari teman sekelasku. Aku sangat fokus untuk mencoba mendirikan bisnis dan menciptakan sesuatu. Disleksia memandu kami berkomunikasi dengan pelanggan," ungkap Richard Branson.

8. Sangat kreatif

Banyak aktor paling kreatif di dunia menderita disleksia, seperti Johnny Depp, Keira Knightley dan Orlando Bloom, lho Bunda.

"Desainer super kreatif yang pernah bekerja sama dengan saya memiliki satu kesamaan, mereka menderita disleksia," kata Soren Petersen, Desain Penelitian PH.d.

9. Berpikir out of the box dan pemberi solusi

Mereka yang menderita disleksia terkenal memiliki wawasan yang luas, hingga mampu untuk memecahkan masalah dengan pendekatan yang tidak lazim. Ini disebut sebagai pendekatan intuitif untuk pemecahan masalah yang bisa tampak seperti melamun.

Dengan menatap ke luar jendela, hal tersebut menjadi cara kerja penderita disleksia yang membiarkan otak mereka berpikir dan memecahkan masalah.

Bunda, simak juga cara menumbuhkan minat baca anak seperti dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]



(AFN/jue)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi