sign up SIGN UP search


parenting

Pertolongan Pertama Saat Anak Dicakar Kucing, Bunda Perlu Tahu

Melly Febrida Sabtu, 27 Jun 2020 16:46 WIB
Child holding baby cat. Kids and pets. Little girl hugging cute little kitten at home. Domestic animal in family with kids. Children with pet animals. caption
Jakarta -

Anak-anak terkadang begitu gemas melihat kucing. Padahal hewan tersebut bisa mencakar dan menggigit jika merasa terganggu. Apabila si kecil terkena gigitan atau cakaran hewan berbulu ini, Bunda jangan menyepelekan karena bisa berbahaya.

Dijelaskan psikolog anak yang juga ahli dalam tumbuh kembang anak, masalah pengasuhan anak dan keluarga, Dr Richard Woolfson, Ph.D, PGCE, MAppSCi, CPsychol, FBPsS, cakaran atau gigitan kucing bisa menyebabkan pendarahan ringan, tetapi dapat terinfeksi penyakit cakar kucing (cat scratch disease).

"Jika penyakit cakar kucing terjadi, akan berkembang lepuh atau benjolan kecil yang disebut lesi inokulasi (luka di tempat bakteri masuk ke dalam tubuh) dalam beberapa hari setelah dicakar atau digigit, yang mungkin disalahartikan sebagai gigitan serangga atau lepuh," kata Woolfson, dalam buku Preschooler Bible.


Dikatakan Woolfson, penyakit cakar kucing ini umum ditemukan di lengan, tangan, kepala, atau kulit kepala. Dan yang muncul umumnya tidak sakit. Dalam beberapa minggu, kelenjar getah bening di daerah terdekat mungkin jadi meradang, misal goresan pada lengan bisa menyebabkan kelenjar di ketiak bengkak.

Lalu, apa yang harus Bunda lakukan saat anak dicakar atau digigit kucing?

A little boy lying on his bedroom floor and playing with a kittenhttps://195.154.178.81/DATA/i_collage/pi/shoots/783344.jpgAnak main kucing/ Foto: Getty Images/PeopleImages

1. Cuci area cakar atau gigitan

Woolfson menyarankan untuk mencuci area secara menyeluruh, lalu tutup dengan perban atau perekat. Bunda juga bisa mengompres dingin supaya bisa mengurangi pembengkakan dan rasa sakit.

"Bisa juga dengan bungkusan kecil berisi kacang polong beku di dalam handuk piring, atau mengisi kantong plastik dengan es batu, menutupnya, membungkus dengan handuk, dan menahannya di area yang terluka," jelas Woolfson.

Sama halnya untuk jenis luka gigitan yang juga sering kotor. Obati perdarahan hebat dengan tekanan dan segera mendapatkan bantuan medis.

"Untuk cedera ringan, bersihkan area tersebut secara menyeluruh dengan sabun dan air. Keringkan dengan seksama dan jika perlu tutupi dengan kain kasa steril," katanya.

2. Luka besar

Apabila pendarahan hebat bisa sangat menyusahkan anak, dan jika darah tidak berhenti, cairan tubuh vital akan hilang dari peredaran, yang bisa mengakibatkan kondisi yang mengancam jiwa yang disebut syok medis.

"Jika luka sangat besar, mungkin perlu dijahit. Idealnya kenakan sarung tangan sekali pakai saat merawat anak Anda. Letakkan bantalan steril di atas luka dan tekan dengan kuat, atau gunakan tangan Anda sendiri jika tidak ada pembalut yang tersedia," papar Richard Woolfsoon.

Ia lalu menyarankan, angkat dan topang bagian yang terluka di atas jantung anak untuk memperlambat aliran darah ke daerah tersebut. Gunakan perban untuk mengamankan pembalut luka, perban harus cukup ketat untuk mempertahankan tekanan, tetapi jangan terlalu ketat yang bisa memotong sirkulasi ke anggota tubuh di luar cedera.

3. Benda dalam luka

Kalau perdarahan sangat parah, harus diobati. Perlu Bunda ingat juga, kalau ada benda di dalam luka, jangan mencoba mengambilnya karena bisa menyebabkan pendarahan yang lebih parah.

"Sebagai gantinya, berikan tekanan di atas dan di bawah objek kemudian letakkan bantalan di sekitar objek dan balut," tegas Woolfson.

Ia juga mengingatkan, kalau merasa takut memberikan pertolongan pertama saat anak dicakar atau digigit kucing, sebaiknya Bunda bawa ke dokter atau klinik terdekat.

Bunda, simak juga manfaat memelihara kucing, dalam video berikut ini:

[Gambas:Video Haibunda]

(muf/muf)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi