sign up SIGN UP search


parenting

7 Tips Mendisiplinkan Anak Sejak Balita Tanpa Drama

Mutiara Ananda   |   Haibunda Kamis, 09 Jul 2020 10:34 WIB
Mom and son putting the toys in the box. caption
Jakarta -

Berbicara tentang kedisiplinan rasanya sulit diterapkan pada anak-anak. Apalagi saat usia mereka masih balita, yang kemampuan berkomunikasinya pun masih terbatas.

Tapi, bukan berarti si kecil tidak bisa diajari mengenai kedisiplinan ya, Bunda. Ada beberapa cara yang bisa Bunda coba untuk mengajari kebiasaan baik pada balita tanpa drama lho.

"Orang tua perlu memahami bahwa anak-anak dibentuk untuk mengeksplorasi dan bereksperimen. Dari beberapa perilaku itu, orang tua sering menganggapnya sebagai perilaku yang buruk. Mereka berusaha mandiri, namun tidak memiliki keterampilan dan akhirnya frustrasi," kata Linda Gilberd, Manajer Pelatihan, Pengembangan Pemuda dan Keluarga di YMCA Greater Toronto, dilansir Todays Parent.


Menurut Gilberd, si kecil sebenarnya berusaha untuk menjadi anak yang mandiri dan tidak membutuhkan bantuan dari Bunda. Namun, sifat mereka yang selalu ingin tahu dan 'kreatif' ini terkadang membuat Bunda berfikir bahwa anak balita adalah anak yang keras kepala dan nakal.

Hal ini juga pernah dirasakan aktris cantik, Jenny Mollen, Lho, Bunda, "Berkali-kali aku mengancam untuk merebut makanan penutupnya, meninggalkan restoran, atau bahkan mendaratkan pesawat dalam upaya agar anakku mau menuruti perkataanku. Terkadang ancamannya berhasil, terkadang aku harus menghitung sampai 3," kata nya dilansir laman Parent.

Beberapa balita ada yang selalu berusaha menuruti apa yang Bunda perintahkan, namun bagaimana dengan balita yang bersifat sebaliknya? lalu, apa yang bisa Bunda lakukan untuk menghadapi si kecil?

Mom and son putting the toys in the box.7 cara mendisiplinkan balita tanpa drama/ Foto: Getty Images

Nah, dilansir laman Parents, ada 7 tips yang bisa Bunda lakukan untukĀ mendisiplinkan balita nih. Simak ulasannya berikut ini:

1. Berikan Pilihan

Bunda, jika si kecil ingin menentukan pilihannya sendiri, jangan katakan 'tidak'. Berikanlah pilihan yang bisa mereka pilih seperti, "Kamu mau buah apel atau jeruk?" atau "Sepatunya mau pakai yang merah atau yang hitam?", karena semakin mereka dilarang, mereka akan semakin membantah.

2. Mengawasi

Mengawasi yang dimaksud di sini, bukan berarti Bunda harus selalu ada di samping si kecil. Bunda hanya perlu membimbing anak-anak dan memberitahu mereka bagaimana cara mereka harus berperilaku, seperti, "Bunda tahu adik mau es krim, tapi di depan kamu ada Lily, jadi kamu harus mengantri untuk bisa beli es krim ini ya."

3. Berikan Pujian

Seegois apapun anak-anak, Bunda tetap harus memberikan pujian agar dia tidak merasa bersalah dan kecil hati. Bunda bisa berikan pujian-pujian mendasar seperti, "Hari ini kamu kuncir rambut sendiri lagi? Cantik sekali anak Bunda," atau "Wow, Reno sudah selesai ya bereskan mainannya? Pintar sekali anak Bunda."

4. Memberi contoh

Kata-kata memang penting untuk mendisiplinkan si kecil, tapi visual juga akan membantu perkembangnnya lho, Bunda. Tunjukkan dan beritahu si kecil untuk melakukan sesuatu bersama, Bunda. Memberi contoh nyata menjadi cara efektif untuk membuat si kecil mengerti perintah Bunda. "Dik, lihat deh, selesai makan Bunda masukkan piringnya ke bak cuci piring, hebat kan? Adik bisa enggak?"

5. Alihkan perhatiannya

Saat si kecil sedang bertengkar dengan kakaknya, Bunda bisa mengalihkan perhatiannya agar si kecil tidak marah dan menangis. Misalnya dengan mengajak si kecil membantu Bunda membereskan mainannya, atau mengajak si kecil berkebun di halaman belakang.

6. Jangan Memaksa

Bunda, saat si kecil melakukan kesalahan, jangan paksa mereka untuk meminta maaf dengan perkataan, "Ayo cepat minta maaf," atau "Kalau kamu enggak minta maaf, Bunda marah ya,". Hal ini akan membuat si kecil merasa frustrasi.

7. Jangan Menyerah

Terkadang setelah diberi penjelasan, si kecil tetap menolak untuk menuruti perintah yang Bunda berikan. Menghadapi hal ini, jangan pernah menyerah ya, Bunda. Si kecil hanya perlu waktu untuk memahami apa yang Bunda maksud. Selain itu, Bunda juga harus hindari menggunakan kalimat, "Terserah kamu deh, Bunda capek," atau "Enggak tahu, terserah kamu,".

Semoga tips di atas membantu ya, Bunda.

Bunda, simak juga yuk cara mendidik anak agar tidak rentan jadi korban bully, seperti dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]



(rap/rap)
fase-anak
Anak Usia 1-3 Tahun Ketahui lebih jauh perkembangan anak 1-3 tahun. Cek Yuk arrow-right
Share yuk, Bun!
Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
Rekomendasi
Pantau terus tumbuh kembang Si Kecil setiap bulannya hanya di Aplikasi HaiBunda!