HaiBunda

PARENTING

Bingung Kenapa Anak Suka Dibacakan Dongeng yang Sama Sebelum Tidur, Bunda?

Melly Febrida   |   HaiBunda

Kamis, 16 Jul 2020 15:57 WIB
Bingung Kenapa Anak Suka Dibacakan Dongeng yang Sama Sebelum Tidur, Bunda? / Foto: iStock
Jakarta -

Tahukah Bunda kalau anak-anak paling suka membaca atau dibacakan dongeng yang sama berulang-ulang, lho. Bunda mungkin dibikin bosan ketika harus membaca dongeng yang sama setiap mau tidur. Padahal, pilihan buku dongeng di rumah masih banyak. Kenapa ya anak begitu suka dibacakan dongeng yang sama berkali-kali, Bunda?

Kalau Bunda mengira, anak melakukannya agar membuat Bunda kesal itu salah. Anak-anak justru menikmati sesuatu yang sudah akrab dengannya. Selain itu, mengulang dongeng berkali-kali juga bagus untuk kecerdasan anak, Bunda.

Dikutip Mental Floss, Jake Rossen seorang penulis mengatakan bahwa tempat tidur sesungguhnya menawarkan kenyamanan dan kehangatan, sehingga membentuk kondisi ideal untuk belajar.


"Pada siang hari, anak-anak mengalami kenaikan kadar hormon stres kortisol entah itu di rumah atau sekolah. Dan ketika berada di tempat tidur sambil mendengarkan cerita yang familiar akan menurunkan kadar kortisolnya," kata Rossen.

Rossen mengutip pernyataan Virginia Walter, Ph.D., seorang profesor studi pendidikan dan informasi di University of California, Los Angeles, yang menyebutkan anak-anak yang mulai mengenal cerita dengan hatinya dapat mengembangkan keterampilan logika mereka. Anak jadi melatih kemampuan untuk memprediksi peristiwa berdasarkan pengetahuannya.

"Pengulangan juga terbukti meningkatkan kosakata anak-anak. Dengan tidak harus berkonsentrasi pada putaran dan belokan naratif, anak-anak dapat fokus pada mengidentifikasi dan mempelajari kata-kata baru," ujar Rossen.

Dalam sebuah penelitian kecil yang dilakukan di Inggris, dua kelompok anak berusia 3 tahun membaca dongeng yang mengandung kata-kata seperti sprock atau coodle di empat bagian cerita yang berbeda. Satu kelompok mendengar cerita yang sama tiga kali.

Kelompok lain mendengar tiga kisah berbeda, semuanya dengan kata-kata yang dibuat-buat. Itu berarti setiap anak mendengar kata-kata total 12 kali.

Membacakan dongeng untuk anak. (Foto: iStock)

Meskipun frekuensinya sama, anak-anak yang mendengar cerita yang sama sepanjang minggu mampu mengingat kata-kata, baik itu dengan cepat dan setelah penundaan beberapa hari atau lebih. Sedangkan kelompok yang mendengar cerita yang berbeda, memiliki masalah dengan retensi, yakni anak tidak dapat mengingat sepatah kata pun yang dipelajari seminggu sebelumnya.

Nah, kalau Bunda senang membacakan anak-anak dongeng favoritnya, jangan lupa untuk memberikan sentuhan ke anak. Dikatakan psikolog Vera Itabiliana, wanita itu dikaruniai sentuhan. Banyak penelitian yang mengatakan, sentuhan ibu memiliki manfaat luar biasa lho.

"Jadi dengan menyentuh, anak merasa terhubung dengan ibunya. Dengan sentuhan itu, anak juga merasa rileks, santai. Kalau dia rileks, proses belajarnya lebih jalan," kata Vera kepada HaiBunda.

Simak juga manfaat berdongeng untuk anak dalam video berikut:



(som/som)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

11 Kebiasaan Anak Dewasa yang Menjadi Bukti Orang Tua Berhasil Mendidiknya

Parenting Nadhifa Fitrina

Cerita Ayah 3 Anak Syok Didiagnosis Kanker Payudara, Ini Gejala yang Dialami

Menyusui Indah Ramadhani

300 Nama Bayi Unik untuk Anak Perempuan dan Laki-laki Kelahiran 2026-2030 dan Artinya

Nama Bayi Annisya Asri Diarta

Demi Cucu Pipik Dian Irawati Pakai Jasa Natalie Sarah untuk Sulap Kamar Jadi Makin Estetik

Mom's Life Nadhifa Fitrina

Penyebab Ada Bekas Luka Caesar yang Terasa Kebas atau Masih Nyeri

Kehamilan Dwi Indah Nurcahyani

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

6 Zodiak yang Terkenal Berhati Tulus

11 Kebiasaan Anak Dewasa yang Menjadi Bukti Orang Tua Berhasil Mendidiknya

300 Nama Bayi Unik untuk Anak Perempuan dan Laki-laki Kelahiran 2026-2030 dan Artinya

Cerita Ayah 3 Anak Syok Didiagnosis Kanker Payudara, Ini Gejala yang Dialami

Penyebab Ada Bekas Luka Caesar yang Terasa Kebas atau Masih Nyeri

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK