HaiBunda

PARENTING

Kesalahan Pemberian MPASI Paling Umum Dilakukan, Tekstur Tak Sesuai

Asri Ediyati   |   HaiBunda

Rabu, 05 Aug 2020 09:20 WIB
Kesalahan Pemberian MPASI Paling Umum Dilakukan, Tekstur Tak Sesuai/ Foto: shutterstock
Jakarta -

Ketika si kecil sudah menginjak enam bulan, babak baru segera dimulai nih. Selain tetap harus memberikan ASI, Bunda juga menerima tantangan baru untuk menyiapkan makanan pendamping ASI (MPASI).

Berdasarkan rekomendasi Kementerian Kesehatan RI, pemberian MPASI bukan hanya terdiri dari satu jenis buah atau sayur saja, melainkan mengikuti Menu Empat Bintang. MPASI bayi sama seperti makanan yang dikonsumsi keluarganya hanya saja menyesuaikan tekstur dan tanpa gula garam.

Berbicara soal tekstur MPASI, pakar nutrisi Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes. mengatakan bahwa ia seringkali menemukan kesalahan persepsi di kalangan ibu-ibu yang ditemuinya di lapangan (seluruh Indonesia).


Rita menemukan bahwa banyak ibu memberikan MPASI hanya berpatokan pada gigi. Saat gigi anak belum tumbuh banyak, banyak Bunda yang memilih MPASI bertekstur cair, bahkan ada yang air saja. Duh, tentu enggak bagus untuk nutrisi si kecil ya.

"Sering kali ibu hanya berpatokan pada gigi bayi, bukan usianya. Ketika bayi belum punya gigi, MPASI yang diberikan hanya air saja, dan begitu giginya sudah tumbuh, diberi makanan padat," tutur Rita, di acara yang diselenggarakan Tanoto Foundation, baru-baru ini.

"Banyak ibu berpikir, 'Oh belom ada gigi kasihnya cair. Padahal, gigi bukan indikator," kata Rita.

Indikator yang sebenarnya untuk menentukan tekstur MPASI adalah usia si kecil. Penting untuk dicatat Bunda, 6-8 bulan tekstur MPASI anak lumat berupa puree. Kemudian usia 9-11 bulan Bunda bisa memberikan tekstur MPASI berupa tim, jangan lupa berikan anak juga fingerfood (snek).

Lalu di usia 12 bulan ke atas, anak sudah bisa dikenalkan makanan keluarga. Selain berpatokan pada gigi, Rita juga mengatakan bahwa fakta di lapangan, masih ada ibu yang tidak mengerti mengenai menu MPASI 4 bintang.

ilustrasi anak makan MPASI/ Foto: Istock

"Program MPASI yang benar, sudah dikeluarkan direktorat gizi, menu empat bintang. Menu empat bintang terdiri dari karbohidrat, protein, kacang-kacangan, sayur atau buah. Boleh sayur saja boleh buah saja, pilih salah satu," kata Rita.

"Misalnya kalau protein hewani salmon itu mahal, enggak mesti salmon, enggak mesti edamame. Cari yang murah yang bisa ditemukan, tempe juga bisa," sambungnya.

Persepsi salah lainnya soal MPASI adalah banyak ibu yang percaya bahwa MPASI enak diperoleh jika ada penambahan gula dan garam. Kemudian sayur dan buah itu dibilang enggak enak. Terakhir, ada keyakinan bahwa madu dan air tajin itu baik untuk diberikan pada anak di bawah satu tahun.

Wah, jangan sampai kita ikut-ikutan salah dalam memberikan MPASI si kecil ya, Bunda. Ikuti saran dokter mengenai pemberian MPASI 4 kuadran atau 4 bintang, dengan tekstur sesuai usianya.

Simak juga video ikan pengganti salmon untuk MPASI:



(aci/rap)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Cara Mengenali Orang dengan IQ Tinggi dari Kebiasaannya yang Lebih Suka di Rumah

Mom's Life Annisa Karnesyia

15 Cafe yang Dilengkapi Playground di Jakarta Lengkap dengan Estimasi Harga Menu

Parenting Nadhifa Fitrina

Terlahir Tanpa Rahim, Bunda Ini Tak Menyerah & Kini Jalani Program IVF demi Punya Momongan

Kehamilan Annisa Aulia Rahim

Pesona Artis Hamil Anak Pertama dalam Balutan Outfit Stylish, Shenina Cinnamon hingga Adinda Thomas

Kehamilan Annisa Karnesyia

Melahirkan Anak Keempat, Indah Istri Rigen Rakelna Ungkap Masih Sempat Menyusui saat Hamil

Menyusui Amrikh Palupi

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Anak Masih Susah Pegang Pensil dengan Benar? Ketahui Penyebab & Cara Mengatasinya

Terlahir Tanpa Rahim, Bunda Ini Tak Menyerah & Kini Jalani Program IVF demi Punya Momongan

15 Cafe yang Dilengkapi Playground di Jakarta Lengkap dengan Estimasi Harga Menu

Pesona Artis Hamil Anak Pertama dalam Balutan Outfit Stylish, Shenina Cinnamon hingga Adinda Thomas

Cara Mengenali Orang dengan IQ Tinggi dari Kebiasaannya yang Lebih Suka di Rumah

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK