HaiBunda

PARENTING

Bunda Bisa Ajak Anak Bikin Mainan Anak dengan Barang Bekas di Rumah

Melly Febrida   |   HaiBunda

Kamis, 06 Aug 2020 13:19 WIB
Mainan anak dari kardus/ Foto: Getty Images
Jakarta -

Masa seperti ini rasanya tak mungkin sedikit-sedikit membeli mainan buat anak. Sebagai solusinya, Bunda bisa mengajak anak bermain dengan bahan-bahan yang ada di rumah. Barang-barang yang biasanya diabaikan, saat ini bisa Bunda pakai untuk membuat mainan anak-anak.

Raksha Bharadia, seorang penulis dari India menjelaskan jenis permainan anak itu tergantung pada materinya. Anak-anak harus dikenalkan pada bahan dan pengalaman yang memicu munculnya gagasan dan emosi.

Materi yang dimaksud apa saja? Bharadia menjelaskan, bahan mainan anak bisa berupa berbagai jenis kertas, peralatan menulis, dan menggambar. Bahan untuk membangun dan membuat kolase, seperti kancing, batu, kerang, manik-manik, dan biji-bijian, dan materi untuk membuat patung seperti lilin mainan, tanah liat, dan krim pencukur jenggot.


"Simpan barang-barang rumah tangga biasa, sisa-sisa kertas pelapis dinding, carikan kain, tanggalan lama untuk proyek spontan seperti kolase, sampul buku cerita, atau album foto buatan sendiri," kata Bharadia dalam bukunya Roots and Wings 1.

Di bawah pengawasan, lanjut Bharadia, anak-anak yang lebih tua bisa menggunakan peralatan sesungguhnya dan menikmati berkembangnya keterampilan yang membuat mereka seakan masuk ke dalam dunia orang dewasa," kata Bharadia.

Ia juga menyarankan untuk mulai dari peralatan dasar dan potongan kayu, perkakas logam, dan gagang pintu bekas untuk proyek pertukangan sederhana.

Kalau Bunda masih menyimpan pakaian lama, seprai, topi, atau kaus kaki, kata Bharadia, bisa anak-anak gunakan untuk permainan berakting dan berdandan.

Mainan anak dari kardus. (Foto: dok HaiBunda)

Menurutnya, orang tua bisa membangkitkan kreativitas dalam diri anak dengan permainan pertunjukan teater atau boneka, peralatan memasak, atau bermain peran.

Mengenai permainan peran, penulis buku Ungifted: Intelligence Redefined, Scott Barry Kaufman, PhD, mengatakan jika penelitian sistematis menunjukkan banyaknya manfaat dari keterlibatan anak dalam permainan peran, terutama dari usia 2,5 tahun hingga 6 sampai 7 tahun.

"Studi aktual menunjukkan manfaat kognitif, seperti peningkatan penggunaan bahasa termasuk bentuk kata depan dan kata sifat," kata Kaufman, dikutip dari Psychology Today.

Simak juga review mainan anak untuk usia di bawah 2 tahun dalam video berikut:



(som/som)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Momen Arjuna Anak Titi Kamal & Christian Sugiono Lulus SD, Intip Potret Bahagianya

Parenting Nadhifa Fitrina

6 Jenis Orgasme yang Perlu Diketahui Pasangan dan Cara Mencapainya

Kehamilan Melly Febrida

7 Ucapan Orang Tua yang Niatnya Baik tapi Bisa Melukai Mental Anak

Parenting Nadhifa Fitrina

Gunung Bromo Berselimut 'Salju' Perdana Tahun Ini, Wisatawan Antusias Berburu Embun Upas

Mom's Life Amira Salsabila

Jangan Asal Ambil, Ketahui Etika bila Berbagi Makan Satu Piring dengan Orang Lain

Mom's Life Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Momen Arjuna Anak Titi Kamal & Christian Sugiono Lulus SD, Intip Potret Bahagianya

Gunung Bromo Berselimut 'Salju' Perdana Tahun Ini, Wisatawan Antusias Berburu Embun Upas

6 Jenis Orgasme yang Perlu Diketahui Pasangan dan Cara Mencapainya

7 Ucapan Orang Tua yang Niatnya Baik tapi Bisa Melukai Mental Anak

Jangan Asal Ambil, Ketahui Etika bila Berbagi Makan Satu Piring dengan Orang Lain

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK