sign up SIGN UP search


parenting

Berencana Memberikan Mainan Bayi? Perhatikan 4 Hal ini, Bunda

Haikal Luthfi Selasa, 20 Apr 2021 16:55 WIB
Mom and her baby girl spending time together in the nursery room caption
Jakarta -

Setiap orang tua tentunya ingin mendambakan anaknya memiliki tumbuh kembang yang optimal, Bunda. Sehingga, seiring dengan bertambahnya usia mereka, dibutuhkan lebih banyak rangsangan dari sekitar.

Salah satu rangsangan yang dapat diperoleh dari pemberian mainan untuk Si Kecil. Menurut Rachel Coley, seorang terapis okupasi anak, Bunda dapat memberikan stimulasi dengan hal tersebut sembari mengajak mereka bermain.

"Dengan memilih mainan dan kegiatan yang sesuai untuk Si Kecil, Bunda mempersiapkan langkah yang penting untuk pembelajaran awal," kata Rachel dikutip dari The Bump.


Dengan bermain, anak-anak dari segala usia bahkan bayi sekalipun dapat belajar tentang diri mereka sendiri dan dunia di sekitar mereka. Disamping itu, Bunda dapat membantu tumbuh kembang Si Kecil, mengembangkan otak mereka, mengajari tentang emosi dan keterampilan sosial, serta mendorong perkembangan bahasa.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) di Amerika Serikat, tentuntunya terdapat tonggak yang harus dicapai, bagaimana aktivitas bermain dapat membantu Si Kecil sebagai berikut:

1. Bayi usia 0-2 bulan

  • Memegang kepala mereka sendiri
  • Tersenyum
  • Melakukan kontak mata dan mengikuti objek dengan mata mereka
  • Mendengkur
  • Memalingkan kepala mereka ke arah suara

Memegang mainan di depan bayi usia 2 bulan, selama waktu yang tepat adalah cara yang bagus untuk membantu perkembangan kepala, leher, dan visual mereka.

2. Bayi usia 2-4 bulan

  • Tersenyum
  • Menyalin ekspresi wajah
  • Mengoceh
  • Meraih mainan dengan satu tangan
  • Berguling dari perut ke punggung
  • Memegang dan mengguncang mainan

Memberikan bayi 4-bulan sebuah mainan akan membantu mendorong keterampilan seperti membantu koordinasi tangan dan mata, sebagaimana mereka memulai hari sejak dilahirkan.

3. Bayi usia 4-6 bulan

  • Melihat dirinya sendiri di cermin
  • Merespon nama mereka
  • Menunjukkan rasa ingin tahu pada mainan dan benda (dan mencoba memakannya!)
  • Mengoper mainan dari satu tangan ke tangan lainnya
  • Berguling ke dua arah
  • Mulai duduk tanpa penyangga

Permainan cilukba yang cepat dan sederhana dengan bayi dapat membantu mengajarkan konsep-konsep yang kompleks seperti kelanggengan objek dan perkembangan sosial.

Baby girl playing on the floor with plastic educational   cups, early learning conceptIlustrasi mainan bayi/ Foto: iStock


Tentunya Bunda, beberapa aktivitas tersebut tidak sedikit membutuhkan media berupa mainan. Tak ayal, ketika memilih mainan, Bunda perlu memperhatikan kondisi dan kebutuhannya. Misalnya mainan untuk bayi.

Bayi akan mengalami banyak sekali perubahan kognitif dan fisik pada tahun pertama kehidupannya, dan mainan yang diberikan akan berfungsi sebagai rangsangan bagi indra mereka.

"Bayi benar-benar belajar tentang tempat mereka di dunia, jadi mainan terbaik memberi mereka umpan balik," kata Tovah Klein, direktur Barnard College Center for Toddler Development sekaligus penulis buku berjudul How Toddlers Thrive.

Mengutip What to Expect, adapun beberapa hal berikut ini perlu Bunda pertimbangkan sebelum memberikan mereka mainan, antara lain:

1. Warna

Bayi tidak dapat sepenuhnya mengenali warna, jadi mainan seperti buku hitam-putih (softbook) untuk bayi baru lahir sangat bagus untuk membantu perkembangan penglihatan mereka.

2. Suara

Mainan bagus lainnya untuk bayi yang baru lahir adalah mainan lunak sederhana yang dapat mengeluarkan suara. Hal Ini memungkinkan dapat melatih bayi pada pelacakan visual baik secara horizontal maupun vertikal ketika orang di sekitarnya berinteraksi dengan mereka. Selain itu, jenis mainan ini juga merangsang penglihatan dan membangun rentang perhatiannya.

3. Interaksi orang tua

Lebih baik dari mainan apapun, waktu bermain lebih baik dilakukan dengan Ayah dan Bunda sendiri. Bernyanyi dan berbicara dengan bayi sebanyak mungkin dan ceritakan tentang aktivitas seperti pemberian makan, perubahan, waktu mandi, dan masih banyak lagi. Interaksi Ini dapat memicu keterampilan bahasa diawal, Bunda.

4. Keamanan

Tak dimungkiri, bayi pada usia berapa pun harus selalu diawasi secara ketat dengan mainan apa pun. Jangan pernah meninggalkan bayi sendirian dengan mainannya, dan selalu cermat dalam memeriksa mainan yang dapat berpotensi menimbulkan bahaya seperti mainan manik-manik yang dikhawatirkan berpotensi bahaya tersedak oleh bayi.

(haf/som)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi