PARENTING
5 Tips Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Balita di Tengah Pandemi COVID-19
Asri Ediyati | HaiBunda
Minggu, 13 Sep 2020 15:49 WIBDi situasi pandemi COVID-19, setiap orang tua pastinya melakukan yang terbaik untuk buah hatinya. Pasalnya, beberapa penelitian menyebutkan bahwa bukan hanya golongan lansia yang rentan terinfeksi, namun semua golongan usia termasuk balita juga bisa terinfeksi Corona.
Tentu, selain mempraktikkan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah, serta menjalani pola hidup bersih dan sehat, Bunda juga memberikan asupan terbaik untuk si kecil.
Nah, ada beberapa tips nih untuk meningkatkan daya tahan tubuh balita selama pandemi:
1. Konsumsi makanan yang mengandung omega-3
Asam lemak omega-3 memiliki banyak manfaat kesehatan. Beberapa penelitian kecil yang salah satunya dilakukan oleh Dr. Jennifer Fenton dari Michigan State University, telah menemukan omega-3 juga bermanfaat untuk melawan infeksi pada anak-anak.
Omega-3 ditemukan pada ikan salmon, mackerel, herring, tuna segar, dan beberapa ikan berdaging putih. Lalu, juga ditemukan di minyak nabati, kacang kenari, pecan, hazelnut, biji rami, dan sayuran berdaun hijau.
Coba dan sertakan ikan dalam makanan anak dua kali seminggu, satu porsi mengandung omega-3 dan yang lainnya ikan berdaging putih (kakap, gurame).
2. Makan buah dan sayuran beraneka warna
Ajak si kecil menikmati buah-buahan dan sayuran yang beraneka warna. Semua buah dan sayuran mengandung vitamin dan mineral yang berbeda, jadi penting bagi anak untuk mendapatkan variasi.
Ahli gizi Emer Delaney memberi contoh. Misalnya vitamin C dan karotenoid terdapat pada sayuran dan buah berwarna merah, kuning dan oranye. Fitonutrien ini memiliki kualitas meningkatkan kekebalan yang membantu tubuh membuat lebih banyak sel darah putih yang bertanggung jawab untuk melawan infeksi.
"Usahakan untuk menyajikan anak-anak lima porsi buah dan sayuran sehari. Baik segar, beku, kaleng (dalam jus sendiri) atau dikeringkan, semuanya dapat dimasukkan ke dalam makanan utama, puding, camilan, atau smoothie kecil," tulis Emer Delaney, dikutip dari BBC.
3. Pertahankan jadwal tidur yang sehat
Tingkatkan waktu tidur anak selama pandemi, Bunda. Kurang tidur dapat membuat anak-anak lebih rentan terhadap penyakit dengan mengurangi sel pembunuh alami mereka yang membantu sistem kekebalan melawan infeksi.
Jumlah waktu tidur yang dibutuhkan anak sangat bergantung pada usianya. Selain itu, pernah HaiBunda bahas sebelumnya, jumlah waktu tidur yang kurang juga membuat anak emosional.
4. Menyusui
Jika balita masih di bawah dua tahun, maka sebaiknya tetap diberikan ASI. Kita sering mendengar tentang manfaat ASI yang kaya nutrisi dan meningkatkan kekebalan tubuh. Itu memang benar dan terbukti secara ilmiah. Namun, tidak mengapa jika Bunda memang sudah menyapih si kecil. Bunda bisa skip tips yang satu ini.
5. Konsumsi makanan super setiap hari
Menurut Delaney, sebenarnya tidak ada istilah makanan super atau superfood. Makanan dengan gizi seimbang yang kita konsumsi tiap hari juga bisa disebut superfood.
Bunda juga tetap dapat memastikan pola makan mereka dioptimalkan dan penuh kebaikan, yang penting untuk mengembangkan sistem kekebalan yang sehat dan tetap kuat.
Jangan lupa untuk selalu menawarkan anak-anak berbagai makanan sehat, seperti biji-bijian, daging, ikan, kacang-kacangan selain buah dan sayuran yang disebutkan di atas tadi, Bunda.
Simak juga asupan alami peningkat daya tahan tubuh di era pandemi:
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Warna Mata Bayi di Thailand Berubah Biru Usia Perawatan COVID-19, Kok Bisa?
Kasus Corona Singapura Tembus Angka Tertinggi Sejak 2020, Sekolah Online Lagi
Dokter Ungkap Kebutuhan Nutrisi Anak Ternyata Lebih Besar di Masa Pandemi
Anak Meninggal Setelah Tertular Corona dari Ibunya: Aku Memaafkanmu, Mama
TERPOPULER
Cerita Sinta 'Keong Racun' Sempat Ikut Suami Tinggal di Prancis, Kini LDR dan Pilih Jadi Desainer
7 Kebiasaan Sehari-hari yang Menandakan Seseorang Memiliki EQ Rendah
Kenali Materi MPLS SD, SMP, SMA 2026 Sesuai Kemendikdasmen
Sejarah Operasi Caesar dalam Persalinan: Ternyata Pertama Kali Bukan Dilakukan Dokter
Resep Lapis Legit Hemat Telur, Hanya 6 Butir tapi Enak & Lembut
REKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Sampul Buku Lengkap dari Aesthetic, Plastik Bening, Cokelat, dan Warna
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
7 Alat Pel Lantai yang Bagus dari Putar, Tanpa Bilas & Otomatis
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Hair Tonic Bantu Atasi Rambut Rontok
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Lap Microfiber Terbaik untuk Membersihkan Rumah, Motor, dan Mobil
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Panci Set yang Bagus dan Berkualitas Anti Lengket
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
El Nino "Godzilla" Diprediksi Pengaruhi Cuaca di Indonesia, Waspadai Risiko DBD saat Musim Kemarau
Cerita Sinta 'Keong Racun' Sempat Ikut Suami Tinggal di Prancis, Kini LDR dan Pilih Jadi Desainer
Kenali Materi MPLS SD, SMP, SMA 2026 Sesuai Kemendikdasmen
Resep Lapis Legit Hemat Telur, Hanya 6 Butir tapi Enak & Lembut
Sejarah Operasi Caesar dalam Persalinan: Ternyata Pertama Kali Bukan Dilakukan Dokter
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Terungkap Alasan Andi Agum Mantap dengan DJ Una
-
Beautynesia
Tes Kepribadian: Gambar Pertama yang Dilihat Ungkap Apakah Kamu Orang yang Sensitif
-
Female Daily
Ada Sheila Dara hingga Syifa Hadju, Fore Coffee Perkenalkan Brand Ambassador Terbarunya
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
7 Gaya OOTD Gading Marten dan Medina Dina yang Serasi, Cocok untuk Couple
-
Mommies Daily
15 Theme Park Indonesia Terbaik untuk Liburan Sekolah Anak SD–SMA