sign up SIGN UP search


parenting

Kekompakan Keluarga Jadi Kunci Utama Anak Bahagia Selama Pandemi COVID-19

Salam Rahmad Kamis, 10 Sep 2020 12:46 WIB
Happy Asian family playing together at sofa, home living room caption
Jakarta -

Merebaknya pandemi global COVID-19 menyebabkan perubahan di segala aspek kehidupan. Aktivitas yang biasa dilakukan di luar, terpaksa banyak dikerjakan di rumah.

Alhasil, hal ini membuat para Bunda dan Ayah membutuhkan penguatan diri, agar bisa bertahan menjaga kesehatan fisik dan mental anak selama di rumah.

Ada beragam aktivitas yang dapat orang tua dan anak lakukan selama di rumah nih, Bunda. Misalnya, menemani anak bermain, olahraga, dan membangun komunikasi intensif dengan anak. Namun, Bunda dan Ayah harus mengemasnya dengan baik agar bisa menjadi role model untuk anak ya.


Dr. Mesty Ariotedjo, Sp.A, dokter spesialis anak sekaligus pendiri WeCare.id menuturkan, di tengah pandemi Covid-19 ini Bunda dan Ayah bisa mengajak anak untuk melakukan berbagai aktivitas fisik yang menyehatkan tubuh. Selain berolahraga, peluang membangun bonding keluarga pun bisa tercipta lewat bermain bersama-sama.

Nah, untuk hal ini butuh kekompakan di antara Ayah dan Bunda untuk mengajak si kecil tetap produktif di rumah. Tak perlu seharian penuh menemani anak bermain dan berbicara, cukup luangkan waktu 20-30 menit untuk fokus pada anak dan menciptakan suasana yang berkualitas.

"Seharusnya suasana Work From Home (WFH) seperti ini kita tetap merasakan keberadaan satu sama lain, walaupun tetap sambil bekerja, tapi di satu sisi tetap bisa jalin komunikasi efektif dengan anak," ujar Mesty pada Talkshow Online: Menjaga Anak Tetap Sehat dan Senang Selama di Rumah beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut, Mesty memberikan tips cara menjaga anak agar tetap sehat di tengah pandemi COVID-19. Simak ulasan selengkapnya di bawah ini:

1. Konsumsi makanan bernutrisi

Menjaga pola makan adalah hal utama yang perlu diperhatikan untuk menjaga kesehatan tubuh. Asupan makanan yang bergizi dan seimbang wajib di konsumsi ya, Bunda. Misalnya, buah dan sayur yang kaya akan karbohidrat, protein, dan lemak.

"Konsumsi buah, sayuran hijau, protein hewani, untuk menjaga kekebalan tubuh. Dan yang tak kalah penting adalah tidur agar imunitas terjaga," ungkap Mesty.

2. Jadikan cuci tangan menjadi kebiasaan dalam keluarga

Tak cukup jika hanya mengonsumsi makanan bernutrisi saja. Sesuai saran UNICEF, pastikan untuk mengikuti pedoman mencuci tangan juga. Orang tua juga wajib mengajarkan anak untuk rutin mencuci tangan agar terhindar dari berbagai macam penyakit. Apalagi anak-anak kan suka menyentuh barang di sekitarnya. Agar lebih interaktif, Bunda dan Ayah bisa mengajaknya untuk mencuci tangan secara bersamaan itu lebih baik.

3. Pakai masker

Jika memang terdesak untuk keluar rumah, tetap harus menerapkan protokol kesehatan lho. Meskipun pada praktiknya, masih banyak masyarakat yang salah persepsi tentang penggunaan masker pada anak.

Tapi jangan salah kaprah ya, Bunda. Pemakaian masker pada anak di bawah 2 tahun dapat membahayakan bayi. Hal itu dapat memicu terjadinya sesak napas dan dapat mengancam nyawa bayi akibat kekurangan oksigen. Untuk lebih amannya, tidak mengajak anak-anak d bawah usia 2 tahun keluar rumah.

4. Menjaga jarak

Mesty menuturkan bahwa rekomendasi dari IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) jaga jarak yang paling aman adalah lebih dari 2 meter. Dalam jangka waktu lama, memang cara ini bisa mempengaruhi mental anak. Dalam pembentukan karakter, anak membutukan sosialisasi dengan lingkungan di sekitarnya.

Untuk itu, Bunda bisa mensiasatinya dengan bersosialisasi dengan teman sebayanya tapi secara virtual, via zoom misalnya.

"Saat ini sudah lebih dari 11.000 kasus anak yang terpapar COVID-19. Nah, tapi yang mengkhawatirkan angka kematian di Indonesia cukup tinggi sekitar 2,2 persen, berbeda dengan China yang tidak ada angka kematian pada balita. Artinya, Indonesia 10 kali lipat lebih tinggi angka kematiannya dibandingkan China dan AS," ujar Mesty.

Maka dari itu, untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19 pada anak, Mesty menyarankan agar para orang tua tak bersikap acuh pada anak, tapi justru membangun suasana yang menyenangkan selama di rumah.

Melakukan aktivitas bersama anak adalah kunci untuk saling menguatkan kekompakan keluarga. Misalnya, Bunda bisa membantu si kecil untuk membereskan mainannya yang berserakan di lantai atau mendengarkannya bercerita, tapi Bunda bisa mengemas kegiatan tersebut dengan cara unik agar komunikasi tetap berjalan baik ya, Bunda.

"Jadi, kita enggak membentuk komunikasi satu arah (memerintah anak), tapi lebih kepada suatu proses kerja sama," kata Mesty.

Bunda, mungkin ingin mengajari aktivitas menyenangkan untuk anak selama pandemi. Simak inspirasinya dalam video di bawah ini:

[Gambas:Video Haibunda]



(rap/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi