sign up SIGN UP search


parenting

Bunda, Simak Takaran MSG Sehari untuk Anak yang Dianjurkan Dokter

Asri Ediyati Jumat, 16 Oct 2020 09:21 WIB
instant noodles on bowl with seasonings monosodium glutamate / Noodle thai junk food or fast food diet unhealthy eat msg concept , selective focus caption
Jakarta -

Seperti yang Bunda ketahui, monosodium glutamat (MSG) kerap ditemui di jajanan anak. Akibat sering dipakai sebagai penyedap rasa dan beberapa kali menimbulkan beberapa efek samping, MSG pun menuai kontra.

Padahal, kita belum tahu persis apakah MSG benar-benar merugikan atau tidak. Sebelum membahas lebih lanjut, kita bahas dahulu apa itu MSG yuk.

MSG atau kita orang Indonesia menyebutnya dengan micin adalah aditif makanan yang umum digunakan untuk meningkatkan rasa. Saking umumnya digunakan, ada yang menganggap makanan kurang sedap kalau belum ditaburi micin. Bunda, salah satunya?


Menurut ahli gizi Joe Leech MS, RD, MSG berasal dari asam amino glutamat, atau asam glutamat, yang merupakan salah satu asam amino paling melimpah di alam.

"Asam glutamat adalah asam amino non-esensial, artinya tubuh kita dapat memproduksinya. Asam glutamat ini memiliki berbagai fungsi dalam tubuh dan ditemukan di hampir semua makanan," tulisnya, dikutip dari Healthline.

Secara kimiawi, MSG adalah bubuk kristal berwarna putih yang menyerupai garam meja atau gula. Ini menggabungkan natrium dan asam glutamat, yang dikenal sebagai garam natrium.

Kenapa sih MSG ini menuai kontra? Leech mengatakan, karena asam glutamat berfungsi sebagai neurotransmitter di otak, Bunda. Nah, beberapa orang mengklaim bahwa MSG menyebabkan glutamat berlebihan di otak dan stimulasi sel saraf yang berlebihan.

"Karena alasan ini, MSG diberi label eksitotoksin," kata Leech.

Ketakutan akan MSG dimulai sejak 1969, ketika sebuah penelitian menemukan bahwa menyuntikkan MSG dalam dosis besar ke tikus yang baru lahir menyebabkan efek neurologis yang berbahaya. "Sejak itu, buku-buku seperti "Excitotoxins: The Taste That Kills" karya Russell Blaylock telah membuat rasa takut akan MSG tetap hidup," sambungnya.

Temuan ini tidak sepenuhnya benar dan juga tidak sepenuhnya salah. Leech mengatakan benar bahwa peningkatan aktivitas glutamat di otak dapat menyebabkan kerusakan. MSG dalam dosis besar dapat meningkatkan kadar glutamat dalam darah.

Namun, kadar MSG yang sedikit itu tidak ada efekmya pada otak, karena tidak dapat melewati sawar darah-otak dalam jumlah besar.

"Secara keseluruhan, tidak ada bukti kuat bahwa MSG bertindak sebagai eksitotoksin bila dikonsumsi dalam jumlah normal," tulisnya.

Nah, berapa sih takaran MSG untuk anak dalam sehari. Sama seperti orang dewasa, Prof.Dr.der.Nurpudji A. Taslim, MPH, SpGK(K) menyebutkan bahwa takaran tepat bagi orang dewasa dan anak-anak adalah 10 mg/kg berat badan. Misalnya, anak beratnya 20 kg maka jumlah takaran MSG yang sebaiknya dikonsumsi anak adalah 200 mg.

Sementara itu, kadar MSG yang direkomendasikan oleh U.S Food and Drug Administration (FDA) adalah sekitar 30 mg / berat badan. Misalnya, berat badan 50 kg, maka dosis MSG yang direkomendasikan FDA adalah sekitar 1,5 gram/hari. 1,5 gram/hari itu sebanyak apa? Satu sendok teh setara dengan sekitar 0,5 gram. maka dosis MSG maksimum yang diperbolehkan adalah 3 kali sendok teh per hari. Demikian dikutip dari laman resmi KMTPHP UGM.

Sudahkah Bunda mengikuti panduan pemberian MSG yang benar? Yuk, mulai ubah kebiasaan makan jadi lebih sehat dengan menakar penggunaan MSG.

Simak juga resep bebek bumbu tanpa MSG melalui video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]



(aci/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi