HaiBunda

PARENTING

Wajib Tahu Bunda, dr Reisa Ungkap Manfaat Vaksin untuk Manusia

Nurcholis Ma   |   HaiBunda

Selasa, 03 Nov 2020 07:40 WIB
Wajib Tahu Bunda, dr Reisa Ungkap Manfaat Vaksin untuk Manusia/ Foto: iStock
Jakarta -

Vaksinasi COVID-19 disebut bisa jadi awal menyelesaikan pandemi yang tengah berlangsung di dunia, termasuk Indonesia. Namun, saat ini vaksin COVID-19 masih terus diuji dan dikembangkan khasiatnya oleh stakeholder sebelum diakses masyarakat.

Namun, sebelum bicara lebih jauh tentang COVID-19, penjelasan dr Reisa Broto Asmoro tentang manfaat vaksin secara umum buat kehidupan manusia ini wajib diketahui Bunda. dr Reisa mengutip data World Health Organisation (WHO) yang menyebutkan 2-3 juta jiwa terselamatkan tiap tahunnya di seluruh dunia karena vaksin.

Sejak vaksin ditemukan, sejumlah penyakit yang dulunya mematikan dan membuat kelumpuhan, menjadi sangat jarang atau punah. Ia mencontohkan salah satu kesuksesan vaksin yang paling besar adalah ketika WHO berhasil menghapuskan cacar dengan cara memperluas cakupan vaksinasi cacar hingga ke seluruh dunia pada tahun 1956. Hingga pada akhirnya di tahun 1980 cacar dinyatakan telah tereradikasi.


"Semenjak ditemukan oleh dr. Edward Jenner di sekitar tahun 1796, tujuan dari vaksin tidak pernah berubah, yakni untuk menyelamatkan umat manusia dari penyakit menular yang mematikan," ujar dr Reisa dikutip dari detikcom, Selasa (3/11/2020).

"Di dunia ini sudah banyak sekali vaksin yang beredar dan terbukti bermanfaat bagi kesehatan manusia, seperti vaksin cacar, rabies, campak, polio, hepatitis B, difteri dan masih banyak lagi. Semua vaksin yang ada di dunia sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia," imbuhnya.

Diungkapkan dr Reisa, secara medis vaksin yang disuntikan ke dalam tubuh berfungsi menstimulasi sistem imun tubuh untuk memproduksi imunitas terhadap suatu penyakit. Selanjutnya jika virus atau bakteri yang sama masuk kembali ke dalam tubuh di masa depan, tubuh sudah mengenali dan tahu cara melawannya.

Hal ini karena antibodi yang timbul karena vaksin yang disuntikan akan menghancurkan virus atau bakteri tersebut bahkan sebelum menyebar dan menyebabkan infeksi. Lalu apabila vaksin dilakukan kepada sebagian besar orang di suatu kelompok akan menciptakan kekebalan kelompok atau yang lebih dikenal dengan istilah herd immunity.

"Secara definisi herd immunity merupakan situasi di mana sebagian besar masyarakat terlindungi/kebal terhadap penyakit tertentu sehingga menimbulkan dampak tidak langsung (indirect effect), yaitu turut terlindunginya kelompok masyarakat yang bukan merupakan sasaran imunisasi dari penyakit yang bersangkutan," jelasnya.

Berdasarkan konsep ini, apabila muncul kasus Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) di daerah kantong dengan cakupan imunisasi rendah, maka penyebaran penyakit akan berlangsung dengan cepat.

dr Reisa juga menjelaskan kekebalan kelompok terjadi jika jumlah orang yang diimunisasi dalam suatu kelompok lebih dari 80%. Sementara itu, bila kurang dari 60%, maka peluang terjadinya kejadian luar biasa (KLB) munculnya PD3I menjadi besar.

"Melihat besarnya manfaat dari vaksin terhadap kehidupan manusia, saya harap masyarakat Indonesia jangan ragu lagi untuk melakukan imunisasi atau vaksinasi, mari bersama-sama Melindungi Diri, Melindungi Negeri," tutup dr. Reisa.



(mul/ega)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Kapan Jadwal Hari Pertama Puasa Ramadhan 2026? Simak Tanggalnya

Mom's Life Nadhifa Fitrina

Sering Cemas Tanpa Sebab? Waspadai 10 Makanan Ini

Mom's Life Azhar Hanifah

Potret Pangeraan Mateen & Istri Umumkan Nama Anak Pertamanya, Curi Perhatian Netizen

Parenting Nadhifa Fitrina

Bukan Sembarangan, Ini Alasan Uang Kusam Tak Dipakai dalam Angpao Imlek

Mom's Life Angella Delvie Mayninentha & Muhammad Prima Fadhilah

3 Cara Mengajari Anak Mengaji di Era Digital agar Tetap Semangat

Parenting Nadhifa Fitrina

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Sering Cemas Tanpa Sebab? Waspadai 10 Makanan Ini

3 Cara Mengajari Anak Mengaji di Era Digital agar Tetap Semangat

Kapan Jadwal Hari Pertama Puasa Ramadhan 2026? Simak Tanggalnya

Bukan Sembarangan, Ini Alasan Uang Kusam Tak Dipakai dalam Angpao Imlek

Mengenal Kanker Usus Besar, Penyakit yang Diidap James Van Der Beek Sebelum Meninggal

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK