sign up SIGN UP search


parenting

Manfaat Sekolah Inklusi untuk Anak Berkebutuhan Khusus

Melly Febrida Selasa, 17 Nov 2020 11:38 WIB
Parenthood and child development, young worried mother comforting little son crying at home caption

Jakarta - Bunda, sudah sering mendengar sekolah inklusi? Sekolah inklusi merupakan sekolah reguler yang menyediakan sarana dan prasarana untuk siswa berkebutuhan khusus. Ini juga untuk memberi tempat anak berkebutuhan khusus (ABK) untuk bersekolah.

Kalau dulu anak-anak berkebutuhan khusus umumnya sekolah di Sekolah Luar Biasa (SLB). Kini opsi sekolah bertambah lagi, yakni dengan adanya sekolah inklusi. 

Tak sembarangan sekolah reguler yang ditunjuk pemerintah untuk menjadi sekolah inklusi. Di Indonesia sendiri, tak hanya sekolah negeri yang mendukung program inklusif. Beberapa sekolah swasta juga ada yang sudah menyediakan pendidikan inklusi.


Sean Blackburn, peneliti dan juga ahli sosiologi mengatakan sekolah inklusi ini mengacu pada praktik mendidik anak dengan ketidakmampuan belajar dan jenis disabilitas lainnya di kelas pendidikan reguler.

"Penelitian menunjukkan bahwa pendidikan inklusif dapat menjadi pengalaman yang positif, baik untuk anak yang diikutsertakan maupun untuk siswa pendidikan umum. Meskipun hal ini tidak selalu terjadi, tentu saja, terdapat bukti signifikan bahwa ini bisa efektif," kata Blackburn dilansir Very Well Family.

Di sekolah inklusi, ABK akan bersekolah bersama dengan anak-anak lainnya. Ini bisa memberikan manfaat untuk siswa anak berkebutuhan khusus. Mereka belajar berbaur dengan anak-anak non-ABK dan membuatnya pede alias percaya diri. 


Begitu juga sebaliknya, anak non-ABK bisa belajar berempati dan menghargai perbedaan dengan kehadiran siswa ABK di kelas.

Dikutip Understood, dalam kelas inklusif, guru pendidikan umum dan guru pendidikan luar biasa bekerja sama untuk memenuhi kebutuhan semua siswa.

Ketika menyekolahkan anak ABK ke sekolah inklusi, biasanya ada rasa kekhawatiran dari keluarga ketika anaknya ditempatkan di ruang kelas yang berbeda dari anak-anak lain seusia mereka.  

Tetapi kebanyakan anak yang memenuhi syarat untuk pendidikan khusus menghabiskan sebagian besar waktunya di ruang kelas pendidikan umum. Banyak dari ruang kelas tersebut yang dikenal sebagai ruang kelas inklusif (atau inklusi).

Kelas inklusif juga diatur dengan berbagai cara.  Beberapa menggunakan model pengajaran tim kolaboratif (atau pengajaran bersama).  Pada pengajaran ini, ada guru pendidikan khusus di ruangan sepanjang hari.

Ada lagi kelas inklusif yang memiliki guru pendidikan khusus yang mengajar pada waktu-waktu tertentu di sepanjang hari mengajar.  Kedua cara ini tetap menyediakan guru yang dapat membantu semua siswa.

Studi menunjukkan bahwa inklusi bermanfaat bagi semua siswa, tidak hanya bagi mereka yang mendapatkan layanan pendidikan khusus.  Faktanya, penelitian menunjukkan bahwa pendidikan inklusif memiliki efek jangka pendek dan jangka panjang yang positif bagi semua siswa.

Anak-anak dengan kebutuhan pendidikan khusus yang berada di kelas inklusif lebih jarang absen.  Anak-anak mengembangkan keterampilan yang lebih kuat dalam membaca dan matematika.  Anak-anak juga cenderung memiliki pekerjaan dan melanjutkan pendidikan setelah sekolah menengah.


Penelitian yang sama menunjukkan bahwa anak-anak non-ABK juga meraih manfaatnya, Bunda.  Anak-anak merasa lebih nyaman dan lebih toleran dengan perbedaan.  Harga diri anak-anak juga  meningkatkan dan persahabatan yang beragam serta penuh perhatian.

Sebelum Bunda menentukan pilihan sekolah inklusi, cobalah mencari informasi mengenai dukungan dan layanan yang mungkin tersedia di ruang kelas inklusif. Jelajahi berbagai model pengajaran tim kolaboratif.  

Bunda, simak juga yuk baby gym untuk anak down syndrom dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]



(rap/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi