sign up SIGN UP search


parenting

Kenali Tanda Anak Terlambat Bicara Sesuai dengan Usianya

Melly Febrida Jumat, 13 Nov 2020 16:40 WIB
Speech therapist teaches the boys to say the letter R caption

Jakarta - Perkembangan anak tentu menjadi prioritas bagi orang tuanya. Termasuk kemampuan berbahasa yang mulai berkembang sejak usia satu tahun ke atas. Anak-anak yang sudah bisa melakukan cooing atau berceloteh, akan lanjut ke fase bubbling atau mengucapkan patahan-patahan kata yang belum jelas.

Seiring dengan perkembangan usianya, anak kemudian akan mulai banyak bicara di usia dua tahun. Itu sebabnya, seorang Bunda banyak yang jadi khawatir kalau anak telat berbicara. Bunda pasti bertanya-tanya apa wajar anak usia dua tahun masih sedikit kosakatanya?

Sebenarnya, tanda-tanda anak yang telat berbicara Bisa Bunda kenali lho. Penelitian menunjukkan bahwa keterlambatan bicara dan bahasa pada usia 2,5 sampai 5 tahun dapat menyebabkan kesulitan membaca di sekolah dasar.

Keterlambatan bicara juga dapat menyebabkan masalah dengan perilaku dan sosialisasi.  Dengan diagnosis dokter, anak yang berusia 3 tahun mungkin memenuhi syarat untuk layanan intervensi dini sebelum mereka mulai sekolah.

Spesialis  pediatri, Karen Gill, M. D., mengatakan bahwa pada usia 2 tahun anak biasanya dapat mengucapkan sekitar 50 kata dan berbicara dengan merangkai dua dan tiga kata.  Pada usia 3 tahun, kosakata meningkat menjadi sekitar 1.000 kata, dan anak mampu berbicara dalam bentuk kalimat dengan merangkai tiga dan empat kata.



"Jika balita Anda belum mencapainya, mereka mungkin mengalami keterlambatan bicara. Tonggak perkembangan membantu mengukur kemajuan anak Anda, tetapi itu hanyalah pedoman umum. Anak-anak berkembang dengan kecepatannya sendiri," kata Gill dilansir Health Line.

Gill menjelaskan, keterlambatan bicara dan berbahasa sering kali sulit dibedakan. Padahal ada beberapa perbedaan antara terlambat bicara dan bahasa.

Untuk kemampuan berbicara bisa diartikan sebagai tindakan fisik dalam menghasilkan suara dan mengucapkan kata-kata. Balita dengan keterlambatan bicara mungkin mencoba, tetapi kesulitan membentuk suara yang tepat untuk membuat kata-kata. Untungnya, penundaan bicara tidak melibatkan pemahaman atau komunikasi nonverbal.

Sedangkan penundaan bahasa melibatkan pemahaman dan komunikasi, baik secara verbal maupun nonverbal. Balita dengan keterlambatan bahasa mungkin membuat suara yang benar dan mengucapkan beberapa kata, tetapi mereka tidak dapat membentuk frasa atau kalimat yang masuk akal. Anak mungkin kesulitan memahami orang lain.

"Anak-anak dapat mengalami keterlambatan bicara atau keterlambatan bahasa, tetapi kedua kondisi tersebut terkadang tumpang tindih," ujar Gill.


Kalau Bunda tidak tahu mana yang mungkin dimiliki anak, jangan khawatir.  Tidak perlu membuat perbedaan untuk melakukan evaluasi dan memulai pengobatan. 

Gill mengingatkan, apabila bayi usia 2 bulan tidak mengeluarkan suara, itu bisa menjadi tanda paling awal terlambat bicara.  

"Pada usia 18 bulan, kebanyakan bayi dapat menggunakan kata-kata sederhana seperti "mama" atau "dada"," kata Gill.  

Sedangkan untuk tanda-tanda keterlambatan bicara pada balita yang lebih besar adalah:

1. Usia 2 tahun

Anak yang berusia 2 tahun tapi belum mampu mengucap kira-kira 25 kata 2.

2. Usia 2,5 tahun

Pada usia ini, anak tidak menggunakan frasa dua kata yang unik atau kombinasi kata benda-kata kerja.

3. Usia 3 tahun

Anak yang sudah berusia 3 tahun tapi tidak mampu menggunakan setidaknya 200 kata, tidak menanyakan nama, sulit dipahami bahkan jika Bunda ada bersama mereka.

4. Usia lebih dewasa

Anak-anak usia berapapun bahkan lebih dewasa dari anak usia 3 tahun, tidak dapat mengucapkan kata-kata yang dipelajari sebelumnya

Penundaan bicara mungkin karena jadwal anak yang sedikit berbeda dan mereka akan menyusul.  Tetapi keterlambatan bicara atau bahasa juga dapat memberi tahu sesuatu tentang perkembangan fisik dan intelektual secara keseluruhan.  

Goh Huai Zhi, Senior Speech Therapist di, (SGH), dikutip dari Health Xchange mengatakan bahwa banyak alasan anak-anak mengalami keterlambatan bicara. Seorang anak mungkin mengalami infeksi telinga yang mempengaruhi pendengarannya, sehingga sulit untuk menangkap isyarat suara dari orang tuanya.

Penundaan bicara dapat mengindikasikan masalah pada mulut, lidah, atau langit-langit.  Dalam kondisi yang disebut ankyloglossia (pengikat lidah), lidah terhubung ke dasar mulut.  Ini dapat mempersulit pembuatan suara tertentu, terutama:

Goh ingat seorang anak yang tidak mau melihat orang yang memanggilnya.  "Setelah dokter mengujinya, kami menyadari bahwa dia mengalami infeksi telinga," kata Goh.


Goh menambahkan perkembangan bicara dan bahasa anak kemudian meningkat pesat setelah infeksi diobati.

Beberapa gangguan bicara dan bahasa melibatkan fungsi otak dan mungkin merupakan indikasi ketidakmampuan belajar.  Salah satu penyebab keterlambatan bicara, bahasa, dan perkembangan lainnya adalah kelahiran prematur.

 

Bunda, simak juga yuk cara mengajari anak cepat bicara dalam video di bawah ini:

[Gambas:Video Haibunda]




(rap/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi