sign up SIGN UP search


parenting

Bahaya Menghisap Vape di Dekat Anak, Bunda Perlu Tahu

Annisa Afani Kamis, 12 Nov 2020 07:00 WIB
ilustrasi vape caption
Jakarta -

Vape atau rokok elektrik tidak sama dengan rokok tradisional, tapi sama-sama memberi efek tidak baik untuk kesehatan, terutama bagi anak-anak. Jika orang tua atau orang dewasa mengisap vape di dekat anak-anak, maka mereka menempatkan anak-anak pada risiko yang serius, Bunda.

Vape dan rokok tradisional mengandung nikotin, tetapi keduanya berbeda dalam cara membawanya ke paru-paru. Dokter anak di Northwestern Medicine, Cynthia Ambler mengatakan bahwa dengan menghisap vape (vaping), nikotin cair dipanaskan, muncul aerosol, lalu dihirup. Sedangkan dengan merokok, tembakau dibakar dan menghasilkan asap yang dihirup.

"Memang ada beberapa komponen berbahaya dari asap tembakau (rokok) yang tidak terdapat dalam nikotin aerosol, seperti ter dan gas oksidan. Namun kebanyakan vape mengandung bahan kimia berbahaya lainnya," kata dia, dikutip dari Parents.


Bunda, perlu diketahui bahwa bahan kimia yang ditemukan dalam asap vape berbeda dengan rokok. Menurut Ambler, vape umumnya mengandung propylene glycol dan glycerol. Zat ini bisa terurai menjadi formaldehyde dan acetaldehyde, yang dikenal sebagai karsinogen. Asap vape juga mengandung logam, seperti timbal, nikel, dan arsenik, yang diketahui berbahaya bagi tubuh manusia.

Selain itu, perokok pasif dari vape sama halnya mendapat efek buruk seperti rokok biasa lho, Bunda. Ini bisa menimbulkan dampak yang serius, terutama pada anak yang terkena paparannya.

"Sama seperti asap rokok, sisa aerosol dalam asap vape dapat tertinggal di permukaan dan debu. Residu ini dapat bereaksi di lingkungan untuk menghasilkan polutan sekunder, menjadi sumber paparan nikotin lain yang tidak disengaja dan berpotensi berbahaya bagi kaum muda," kata dokter anak di Northwestern Medicine, Dr. Karen Judy.

Untuk diketahui, nikotin cair yang digunakan pada vape ini tersedia dengan berbagai varian aroma dan rasa lho, Bunda. Biasanya, dengan varian tersebut akan menciptakan asap dengan aroma yang dianggap enak untuk dihirup oleh siapapun.

Dengan begitu, banyak dari para pengguna vape yang berprepsi bahwa tak ada efek berbahaya yang dapat ditimbulkan dari asapnya. Ada lebih dari 7.000 perasa berbeda yang tersedia di rokok elektrik, termasuk perasa buah dan soda.

"Efek perasa yang dihirup terhadap fungsi paru-paru sebagian besar tidak diketahui, namun beberapa penelitian menunjukkan adanya hubungan antara perasa ini dan peningkatan iritasi paru-paru," kata Ambler.

Bagaimana efek menghisap vape di dekat anak?

Sama seperti orang dewasa dan remaja, paparan asap dari vape juga dapat membuat bayi dan anak kecil terpapar nikotin, serta logam berat lainnya seperti formaldehyde, dan produk sampingan kimiawi dari proses pemanasan, Bunda.

"Sama seperti rokok, anak dan bayi yang terpapar asap vape dapat menghirup atau menelan racun dan karsinogen berbahaya seperti hidrokarbon aromatik polisiklik, nikotin, senyawa organik yang mungkin mudah menguap, dan partikel halus lainnya," ujar Ellen Rome, dokter anak dan kepala Pusat Pengobatan Remaja di Cleveland Clinic Children's.

Dia menuturkan bahwa partikel logam dan silikat sering kali memiliki konsentrasi yang lebih tinggi pada produk sampingan vape daripada pada rokok tradisional. Dari gulungan logam yang digunakan dalam elemen berpotensi menyebabkan anak-anak batuk, lebih sering menderita penyakit pernapasan, atau menunjukkan tanda-tanda keracunan nikotin.

Dan anak-anak lebih mudah terpapar residu dari vape. Ahli penyakit dalam di Nicotene Dependence Center di Mayo Clinic, J Taylor Hays mengatakan, itu karena sering kali bersentuhan dengan lingkungan dibanding orang dewasa. Contohnya, mereka sering berada di lantai, dan bayi sering memasukkan benda ke dalam mulutnya atau menjilat sesuatu yang membuat mereka terpapar dengan konsentrasi yang lebih tinggi dari bahan kimia yang menetap di permukaan.

Mengutip dari HealthLine, dokter anak dan anggota dari American Academy of Pediatrics (AAP) Section on Tobacco Control, Jonathan Winickoff mengungkapkan, anak bisa mendapat risiko dua kali lipat lebih besar dibanding orang dewasa pada umumnya lho, Bunda.

"Nikotin tidak aman untuk otak yang sedang berkembang, karena secara struktural dapat mengubah cara kerja otak," ungkapnya.

Paparan nikotin dapat menyebabkan gangguan suasana hati, kecemasan, dan depresi. Paparan dini nikotin dapat memicu otak lebih rentan terhadap kecanduan pada masa remaja dan dewasa awal. Selain itu, vape juga dapat memengaruhi bayi yang sedang berkembang dalam rahim apabila ibu yang mengandungnya terpapar asap vape, Bunda.

Cara melindungi anak dari vape

Untuk melindungi anak dari bahaya vape, ada dua cara sederhana yang dapat dilakukan, di antaranya:

1. Tidak melakukannya di dekat anak

Ini merupakan cara sederhana dan yang paling penting untuk diterapkan, Bunda. "Cara terbaik untuk melindungi anak-anak Anda adalah dengan tidak pernah merokok atau melakukan vape di dekat mereka, dalam ruangan tertutup, di mobil, atau di tempat-tempat di mana anak-anak menghabiskan waktu" kata Judy.

Selain itu, orang tua untuk mandi, ganti baju, dan cuci tangan setelah menghisap vape. Ini untuk menyingkirkan semua partikel atau bau dari vape dari tubuh, sebelum melakukan interaksi atau berada dalam jarak dekat dengan anak-anak.

2. Berhenti menggunakan vape

Untuk upaya yang satu ini, orang dewasa bisa melakukannya dengan cara sendiri atau mencari bantuan dari profesional. "Mencoba menghentikan semua produk nikotin adalah hal paling bermanfaat yang dapat Anda lakukan untuk anak Anda," kata Ambler.

Menerapkan kebiasaan tanpa nikotin mungkin akan menjadi hal yang sulit untuk dilakukan, namun ini bukan berarti tidak mungkin terjadi, Bunda.

"Meski sulit, bukan tidak mungkin untuk menghentikan kebiasaan nikotin dan saya sangat menganjurkan semua orang tua untuk membuat janji dengan dokter perawatan primer mereka untuk mendiskusikan pilihan pengobatan yang tersedia," ujarnya.

Bunda, simak juga beberapa menu yang dapat dicoba untuk orang tua yang ingin berhenti merokok dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]



(AFN/AFN)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi