sign up SIGN UP search


parenting

Bunda Perlu Tahu, Ini Panduan Perlindungan Kesehatan untuk Keluarga

Nurcholis Maarif Minggu, 15 Nov 2020 12:20 WIB
Asian people wearing protect mask and spray disinfectant alcohol on hand to prevent  spreading of the coronavirus ( Covid-19) caption
Jakarta -

Kabar mengenai penemuan vaksin COVID-19 yang efektif hingga rencana vaksinasinya ke masyarakat menjadi angin segar untuk bisa menaklukkan pandemi ini. Namun, selama vaksin itu belum bisa diakses, masyarakat masih harus selalu siaga melakukan tindakan preventif agar tak terinfeksi COVID-19.

Salah satunya dengan menerapkan protokol kesehatan secara umum, seperti menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan. Selain itu, Bunda juga harus mengajak anggota keluarga untuk menerapkan protokol kesehatan sebagai tindakan preventif.

Protokol Kesehatan untuk Keluarga yang dikeluarkan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) bisa menjadi panduan perlindungan kesehatan yang bisa diterapkan Bunda dan keluarga. Adapun protokolnya sebagai berikut.


Hindari Kerumunan

Jangan lupa ingatkan anak Bunda yang sudah dewasa, suami, hingga diri sendiri untuk tidak berkumpul atau berkerumun baik di luar atau rumah sendiri.

Tingkatkan Daya Tahan Tubuh

Caranya dengan menerapkan perilaku hidup sehat dan bersih (PHBS), seperti konsumsi gizi seimbang, olahraga 30 menit sehari, istirahat cukup (6-8 jam), mengelola stres, menggunakan jamban yang sehat dan bersih, mandi 2 kali sehari dan setelah bepergian, dan ganti pakaian sebelum kontak dengan anggota keluarga saat dari luar.

Batasi Diri Berinteraksi

Sebagai contoh, kurangi transaksi dengan uang fisik. Lalu contoh lain ketika menerima paket dari luar segera disemprot dengan disinfektan.

Jangan Ada yang Merokok dalam Rumah

Ingatkan suami atau anak yang sudah dewasa ya, Bunda, supaya tidak merokok dalam rumah karena ini merupakan bagian dari protokol kesehatan untuk keluarga.

Terapkan Etika Sakit

Jika sakit, terapkan etika batuk atau bersin dengan menutupnya memakai siku. Jika berlanjut, segera hubungi dokter atau tenaga kesehatan.

(prf/ziz)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi