sign up SIGN UP search


parenting

Vaksin Mengandung Zat Berbahaya, Mitos atau Bukan?

Kamis, 19 Nov 2020 19:47 WIB
coronavirus covid-19 vaccine bottle in hands of pharmacuetical and vaccine research scientist in laboratory, coronavirus covid-19 vaccine development Vaksin Mengandung Zat Berbahaya, Mitos atau Bukan?/Foto: Getty Images
Jakarta -

Bunda perlu tahu, saat ini uji klinik vaksin sinovac telah masuk ke fase III dan selesai melakukan penyuntikan kepada seluruh sukarelawan yang dikerjakan di center Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran.

Namun mungkin di luar sana masih ada mitos yang menyebut vaksin mengandung zat berbahaya. Benarkah demikian? Menanggapi hal ini, Ketua Komnas Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), Prof. Hindra Irawan Satari menyampaikan pendapatnya.

"Di masyarakat beredar mitos yang mengatakan vaksin mengandung zat berbahaya. Hal ini tidak benar, karena tentu saja kandungan vaksin sudah diuji sejak pra klinik," kata dia seperti dilansir dari situs covid19.go.id, Kamis (19/11/2020).


Prof. Hindra mengatakan sebenarnya vaksin tidak berbahaya, namun perlu diingat vaksin itu produk biologis, sehingga vaksin mungkin dapat menyebabkan nyeri, kemerahan, dan pembengkakan yang merupakan reaksi ilmiah vaksin. Apabila ditemukan KIPI, semua masyarakat bisa melaporkan ke Komnas KIPI melalui situs www.keamananvaksin.kemkes.go.id.

Selain itu, Prof. Hindra juga meyakini masyarakat saat ini dihadapkan pula dengan informasi keliru yang tidak disikapi dengan bijak. Menurutnya, musuh saat ini cuma satu, yakni virus. Virus adalah musuh bersama dan untuk melawannya harus bekerja sama agar upaya-upaya jadi efektif dan tidak mementingkan diri sendiri.

"Cobalah bijak bersosial media dengan memilah-milah mana yang bisa dibagikan dan dipertanggungjawabkan, mana yang harusnya kita hapus. Jangan sampai meresahkan masyarakat, kalau kita bersatu Insyaallah dalam waktu yang tidak terlalu lama pandemi COVID-19 ini bisa kita taklukan," sambungnya.

Jadi, yuk Bunda tetaplah hati-hati dalam memilih informasi. Jangan lupa pula menerapkan 3M seperti kampanye #IngatPesanIbu untuk memberantas penyebaran virus Corona dengan cara #pakaimasker, #jagajarak, dan #cucitanganpakaisabun.

(ega/ziz)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi