sign up SIGN UP search


parenting

5 Peran Orang Tua dalam Menemukan Minat & Bakat Anak

Zika Zakiya Sabtu, 21 Nov 2020 17:43 WIB
A Muslim mother and her daughter are indoors in their living room. The mother is wearing a head scarf. They are sitting on the carpet and reading a storybook together. Ilustrasi bakat dan minat anak/Foto: iStock
Jakarta -

Minat dan bakat anak sangat bisa dipicu oleh ketersediaan orang tua dalam hal waktu, fasilitas, dan semangat pendorong. Selain itu orang tua adalah pihak pertama yang mengenalkan konsep minat atau ketertarikan pada suatu keterampilan.

Demikian disampaikan Irene Puti Damayanti sebagai Principal Rumah Main Cikal dalam Live Streaming 'HaiBunda Squad Spesial Hari Anak Sedunia', Sabtu (21/11/2020). Dalam acara ini, Puti berbincang dalam topik 'Pentingnya Mengimbangi Pendidikan di Sekolah dengan Memahami Bakat dan Minat Si Kecil'.

Secara garis besar, ada lima peran orang tua dalam menemukan minat dan bakat anak;


1. Mengeksplorasi kebutuhan dan ketertarikan anak
2. Memberikan stimulasi yang menyasar aspek perkembangan
3. Memberikan pilihan dan ruang untuk anak mencoba
4. Mengajak anak melakukan evaluasi apa yang disukai, kenapa bosan, dan apa yang perlu dikembangkan
5. Memfasilitasi kebutuhan dan ketertarikan anak terhadap suatu kegiatan

"Dengan orang tua bisa mengenali ketertarikan anak sejak dini, bisa diarahkan dengan tepat. Berarti sesuai dengan ketertarikan dan bukan paksaan dari orang tua," ujar Puti.

"Yang paling penting untuk anak, bisa berkembang sesuai kemampuan dan bisa berkembang menjadi sebuah life skill yang bermanfaat baginya ke depan."

HaiBunda SquadHaiBunda Squad/ Foto: HaiBunda

Selaras dengan pernyataan Puti soal life skill, Nevine Rafa, M.A., RAD RTS, selaku Artistic Director RIDS (Rafa International Dance Studio) menyatakan ini pernah dilihatnya langsung dalam peserta didik.

Diceritakan Nevine bahwa ada empat anak didiknya yang menjalani tari balet sejak usia dini dan menuai hasil positif dalam bidang pendidikan. "Mereka rajin ikut lomba internasional dan akhirnya berdampak pada pendidikan akademisnya. Mereka ini semua mendapat scholarship di perguruan tinggi dan tingkat SMP," cerita Nevine.

Berbincang soal tari, Nevine menyatakan bahwa bukan hanya nilai tari yang tertanam dalam pelajaran ini. Tapi juga apresiasi dan ekspresi diri.

"Kami men-nurture anak-anak bahwa ini bukan sekadar belajar menari. Tapi juga mendorong anak untuk belajar adanya nilai-nilai berharga lain," ujar Nevine.

Dalam event HaiBunda Squad Spesial Hari Anak Sedunia, bukan hanya sesi Sharing yang disajikan. Tapi juga Playing dan Gathering.

Untuk sesi Gathering, anak diajak berdongeng bersama Rendi Purnama dan Sheira Syafira dari Rumah Main Cikal. Lalu di sesi Playing, Bunda dan Si Kecil kami ajak Balet dan Taekwondo bersama pakar di bidangnya.

Terima kasih sudah bergabung bersama kami ya, Bun. Sampai bertemu lagi di sesi HaiBunda Squad berikutnya. 

Oiya sebelumnya simak dulu ya HaiBunda Squad beberapa waktu lalu ketika kami berwisata virtual mengunjungi gunung dalam video di bawah ini.

[Gambas:Video Haibunda]



(ziz/ziz)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi