sign up SIGN UP search


parenting

Saat Anak Sudah Diarahkan Tapi Tidak Berbakat, Apa yang Harus Dilakukan?

Zika Zakiya Kamis, 19 Nov 2020 11:07 WIB
Ilustrasi ibu dan anak caption
Jakarta -

Bunda sudah bisa melihat bakat dan minat anak? Jika belum, apa Bunda ingin mengarahkan Si Kecil ke suatu rangsangan tertentu agar dia berminat pada suatu hal?

Wah, selamat ya Bun. Semoga Si Kecil bisa melangkah positif dengan minat dan bakat yang ia miliki. Tapi bagaimana bila Bunda sudah mengarahkannya tapi ternyata ia tidak berbakat?

Jika demikian, intip dulu saran dari Principal of Sekolah Inkluisi Cikal, Husnul Chotimah, S.Psi, yang menjadi narasumber kami dalam Kuliah WhatsApp pada Rabu (18/11/2020). Tema yang kami angkat saat itu adalah 'Tips Deteksi Bakat Aak'. Berikut kutipannya:


Pertanyaan :

1. Apakah mungkin jika seorang anak berbakat dalam satu bidang, tapi ia tidak berminat dalam bidang tersebut?

2. Pada usia berapa anak bisa diikutkan kursus ketrampilan? Beragam penelitian menyatakan, semakin dini semakin baik. Tapi, dalam usia yang terlalu dini orangtua belum mengetahui dimana minat dan bakat anak. Bagaimana jika sudah dikursuskan, ternyata bakatnya tidak dalam bidang tersebut?

3. Bagaimana sebuah bakat bisa muncul dalam diri anak? Apakah bakat itu turunan dari orangtua atau bentukan dari lingkungan?

(Dyah Maharani - 4th - bekasi kota)

Jawab:

1. Hal ini mungkin saja terjadi, karena minat dan bakat tidak selalu sejalan. Mengenalkan kepada anak hal lain yang bisa dikembangkan dari suatu bakat itu penting, minat 'kan bisa ditumbuhkan.

Orang tua memang harus ekstra sabar dan kreatif. Pelan-pelan kenalkan anak terhadap kelebihan serta kekurangannya sehingga ia mengerti benar apa saja yang bisa dilakukan untuk mengembangkan potensi diri.

Tentunya orang tua harus punya banyak informasi, punya banyak wawasan. Bukan cuma sekadar ya tahunya cuma itu disuruh latihan musik atau nyanyi saja terus misalnya setiap hari, padahal anak nggak minat itu dan malah bagusnya menulis musik.

Jadi, bagaimana orang tua mengarahkan bakat tersebut menjadi sesuatu yang memiliki potensi untuk dikembangkan itu kuncinya. Contoh kalau anak punya bakat bahasa asing, bisa saja dia nggak suka membaca, tapi kalau bercerita mungkin lebih suka.

Bila bakat dan minat tidak sejalan maka orang tua sebaiknya jangan memaksa. Sebab bila orang tua terlalu memaksa maka yang ada anak hanya akan semakin tidak berminat.

Ilustrasi anak membaca bukuIlustrasi minat dan bakat anak/ Foto: Thinkstock

2. Beragam penelitian menyatakan, semakin dini semakin baik. Tapi, dalam usia yang terlalu dini orangtua belum mengetahui di mana minat dan bakat anak.

Bagaimana jika sudah dikursuskan, ternyata bakatnya tidak dalam bidang tersebut? Tidak ada usia ideal yang spesifik dalam mengikutsertakan anak untuk les. Namun, kegiatan yang dipilih harus disesuaikan dengan kemampuan, tahap perkembangan, dan kebutuhan anak saat itu.

Cara pertama untuk mengetahui bakat yang dimiliki oleh anak adalah dengan memperhatikan kebiasaan dan kesukaannya. Biasanya salah satu dari kegiatan yang dilakukan dalam keseharian anak bisa jadi merupakan bakat atau potensi yang cukup menonjol untuk dieksplor lebih lanjut.

Minat anak belum tentu dibarengi dengan bakat. Mungkin saja ia tertarik pada seni musik, tetapi lebih berbakat di bidang olahraga. Bila ternyata bakatnya tidak sesuai dengan minat tidak apa, hanya saja akan memerlukan waktu, tenaga, dan usaha lebih ekstra untuk mempelajari hal tersebut.

Selalu komunikasikan pilihan kegiatan dengan anak, sehingga orangtua bisa mengarahkan ke kegiatan yang memang ingin dikembangkan.

3. Jika diambil dari pengertiannya, bakat yaitu kemampuan dasar seseorang untuk belajar dalam tempo yang relatif pendek dibandingkan orang lain, namun hasilnya justru lebih baik. Diambil dari pengertian ini, jika dalam mengerjakan suatu hal anak dapat melakukannya dengan hasil yang maksimal dan dalam waktu yang singkat, berarti hal itulah bakatnya.

Bakat juga merupakan sesuatu hal yang menjadi bawaan sejak lahir, bisa jadi bakat menurun dari orangtua, bisa jadi juga bakat memang ada pada diri anak tanpa menurun dari kedua orangtua. Maka dari itu sangatlah baik jika kita dapat menemukan apa bakat yang anak miliki sejak dini agar dapat diasah dan dilatih dengan baik. Terima kasih.

Dari penjelasan di atas, bisa Bunda lihat bahwa tidak perlu berkecil hati jika memang anak tidak berminat di bidang yang Bunda arahkan. Masih banyak peluang lain yang bisa membuka bakatnya yang lain.

Nah sembari menilik bakat lain dari anak, lihat dulu yuk cerita Lala dan Gunawan yang sempat membuat anak-anaknya malu dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]



(ziz/ziz)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi