sign up SIGN UP search


parenting

Begini Bun, 3 Cara Mudah Mengajari Anak Balita Menggambar & Mewarnai

Muhayati Faridatun Senin, 28 Dec 2020 14:00 WIB
Lomba menggambar dan mewarnai bersama HaiBunda caption
Jakarta -

Tidak semua anak memiliki hobi menggambar dan mewarnai, Bunda. Tapi, kalau ingin mengajari Si Kecil menggambar dan mewarnai, ada kok cara mudah yang bisa Bunda terapkan.

Ya, setiap anak punya hobi dan kesenangan masing-masing. Seperti kedua anak Bubun nih, anak pertama perempuan dan adiknya laki-laki. Sejak usia pra sekolah, Si Kakak suka banget menggambar dan mewarnai. Kalau Si Adik biasanya cuma ikut-ikutan Si Kakak sambil mainan cat air.

Si Kakak selalu menggambar dan mewarnai karena keinginan sendiri. Ia juga pasti meminta Bubun atau Ayah membelikan peralatan menggambar yang sudah habis, seperti buku sketsa atau krayon. Beda sama Si Adik yang lebih suka main mobil-mobilan dan nggak betah berlama-lama pegang alat tulis.


Kalau ingin mengajari Si Adik menulis, menggambar, dan mewarnai, memang harus ekstra sabar. Seperti dikutip dari Wikihow, selama lima tahun pertama kehidupan anak, pengajaran orang tua dibatasi ada penyediaan ruang, waktu, alat, dan dorongan.

Di tahun-tahun berikutnya, Bunda mungkin mulai mengajari anak keterampilan baru, seperti menggambar dari pengamatan, mempraktikkan perspektif, dan menggambar proporsi yang benar. Perlu Bunda ingat, hindari meminta anak mengubah gaya dan jangan mengkritik atau mengoreksi hasil karyanya.

"Sebaliknya, dorong, amati, dan ajukan pertanyaan terbuka yang akan membantu 'seniman cilik' melihat dan membayangkan lebih banyak detail," demikian dikutip dari artikel berjudul How to Teach Kids How to Draw.

Nah, apakah Bunda ingin mengajari anak usia balita menggambar dan mewarnai? Coba yuk terapkan tiga cara mudah yang sangat mendasar berikut ini:

1. Jadikan seni bagian dari rutinitas

Gabungkan pembuatan seni ke dalam waktu bermain Si Kecil. Buat zona seni kalau ingin mengurangi kekacauan, lalu rekatkan kertas di dinding atau meja untuk digambar, dan gunakan krayon yang mudah digenggam.

Anak-anak umumnya mulai menggambar dengan mencoret-coret. Sekira usia dua tahun, coretan akan lebih terkontrol dan berulang. Biasanya, mereka memegang krayon di antara ibu jari dan jari telunjuk.

Tawarkan berbagai bahan seni saat anak di usia balita. Jangan fokus hanya pada menggambar dan mewarnai dengan alat. Anak-anak juga bisa menggambar dengan menjiplak gambar di pasir, atau membentuk tanah liat dan menempelkannya di halaman.

Bunda dianjurkan membeli cat yang bisa dicuci, tanah liat tak beracun, kapur tulis, gunting yang aman untuk anak, dan berbagai jenis kertas, lalu simpan di tempat yang mudah dijangkau anak.

2. Jangan menggurui

Anak-anak mengembangkan keterampilan motorik dasar dengan setiap coretan. Mereka juga mengembangkan kreativitas, penemuan, dan ekspresi diri. Perlu Bunda ingat, anak balita tak butuh instruksi, tapi hanya penghargaan.

Duduklah bersama saat anak menggambar, bicarakan tentang seni yang mereka buat, tapi jangan coba-coba menggurui mereka ya, Bunda. Hindari juga mengoreksi hasil karya mereka, meski mereka misalnya mewarnai rumput dengan warna ungu.

Kalau dikoreksi, Bunda bisa merusak kepercayaan diri Si Kecil, bahkan mengganggu kemajuan pembelajaran alami mereka.

3. Lakukan observasi

Daripada memuji atau mengoreksi karya seni anak, Bunda lebih baik mengamatinya, komentari prosesnya bukan produknya. Saat anak menggambar, Bunda bisa katakan, 'Bunda suka sekali lihat pohon itu memiliki warna daun yang berbeda', atau 'Jadi ingat pantai ya, kalau lihat gambar matahari besar yang Kakak buat'.

Kalau sudah menerapkan ketiga cara tersebut, Bunda ingin menguji kreativitas Si Kecil lewat perlombaan? Yuk, ikuti lomba menggambar dan mewarnai bersama HaiBunda untuk anak usia 3 hingga 12 tahun. Banyak hadiah menarik lho!

Lihat syarat dan ketentuan dengan klik BACA HALAMAN BERIKUTNYA.

Simak juga cara asik menumbuhkan minat baca anak selama pandemi, dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

Banner Lesti Kejora
Lomba menggambar dan mewarnai bersama HaiBunda
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
Share yuk, Bun!

Rekomendasi