sign up SIGN UP search


parenting

3 Minyak Aromaterapi yang Aman untuk Bayi dan Cara Pemakaiannya

Melly Febrida Selasa, 05 Jan 2021 11:35 WIB
Essential oils diffusing at home in the morning light in Ottawa, ON, Canada caption

Jakarta - Sekarang ini makin banyak produk aromaterapi di pasaran. Salah satunya berupa minyak esensial yang digunakan dalam diffuser, pijat bayi, atau buat mandi. Sebenarnya, aromaterapi untuk bayi itu aman enggak sih, Bunda?

Justin Smith, MD, seorang dokter anak di Cook Children's Health Care System di Fort Worth, Texas, mengatakan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak orang tua yang bertanya tentang apakah menghirup, mengonsumsi,  atau menggosokkan minyak esensial ke kulit bisa dilakukan anak sakit batuk, hidung tersumbat, demam, dan lainnya.

“Ada klaim bahwa karena alami, mereka tidak dapat menyebabkan efek samping,” kata Dr. Smith. “Tetapi mereka pasti bisa dan melakukannya," kata Smith dikutip dari NY Times.  

Dr. David Stukus, MD, seorang profesor pediatri di Rumah Sakit Anak Nationwide di Columbus, Ohio, mengatakan bahwa minyak esensial bisa menyusup ke saluran udara bagian atas dan bawah. Ini dapat menyebabkan iritasi, terutama pada orang dengan penyakit yang mendasari kondisi medis kronis seperti asma atau alergi. 

Selain itu, mengoleskan ramuan yang terlalu kuat ke kulit dapat menyebabkan luka bakar atau iritasi kimiawi;  dan jika tertelan, bisa mematikan.

Carissa Stephens, R.N., CCRN, CPN, seorang perawat pediatri mengatakan, ada beberapa bukti tentang manfaat minyak esensial, tetapi sangat sedikit penelitian tentang pengaruh minyak ini pada bayi.

"Penting untuk dicatat bahwa American Association of Naturopathic Physicians sama sekali tidak merekomendasikan penggunaan minyak esensial pada bayi di bawah 3 bulan," kata Stephens dilansir Medical News Today.

Orang biasanya menggunakan aromaterapi untuk pijat bayi. Minyak esensial encer atau bunga matahari murni atau minyak biji anggur digunakan selama pijat bayi. 

Studi menunjukkan bahwa pijat bayi dapat meningkatkan penambahan berat badan pada bayi prematur, mendorong perkembangan, dan mengurangi iritabilitas dan gangguan tidur.


Dalam kasus bayi prematur, orang tua harus menghindari penggunaan minyak esensial hingga setidaknya 3 bulan setelah tanggal lahirnya.

Perlu diingat nih, Bunda, bahwa orang tua juga tidak boleh mengoleskan minyak esensial murni ke kulit bayi dan bayi. Sebagai gantinya, encerkan minyak dengan minyak pembawa yang sesuai. Minyak bunga matahari, minyak biji anggur, dan minyak kelapa termasuk contoh minyak pembawa yang cocok.

Asosiasi Nasional untuk Aromaterapi Holistik (NAHA), merekomendasikan untuk mengencerkan minyak esensial menjadi hanya 0,5 hingga 2,5 persen.

Menurut Stephens, meski ketika memijat bayi tidak perlu menggunakan minyak atau krim, ini akan membuat prosesnya lebih mudah karena membantu tangan orang tua atau pengasuh lebih lancar meluncur di atas kulit.

Simak juga review minyak telon berikut ini:

[Gambas:Video Haibunda]

Banner Maia Estianty Sembuh Covid-19
(rap/rap)
Aromaterapi untuk Bayi Bukan Pengganti Perawatan Medis
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
Share yuk, Bun!

Rekomendasi